Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeInfo SehatPernapasanFaktor Risiko Pneumonia yang Wajib Kamu Waspadai
Pernapasan

Faktor Risiko Pneumonia yang Wajib Kamu Waspadai

dr. Andika Widyatama, 05 Des 2023

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Pneumonia salah satu penyakit yang umum terjadi di tengah masyarakat. Kenali risiko pneumonia yang wajib kamu waspadai pada artikel berikut ini.

Faktor Risiko Pneumonia yang Wajib Kamu Waspadai

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang organ paru dan angka kejadiannya cukup banyak di Indonesia. Infeksi ini disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang menyerang 489 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2019. 

Menurut data studi Global Burden of Diseases (GBD) 2019,1,2). Penyakit ini masih menyebabkan lebih dari 2,49 juta kematian pada tahun survei, melebihi penyakit lain seperti tuberkulosis dan HIV. Maka dari itu Pneumonia merupakan penyebab kematian menular utama di seluruh dunia.

Proses peradangan yang terjadi pada pneumonia menyebabkan organ paru serta alveolus (kantung udara dalam paru) terisi oleh cairan atau pus (nanah). Pada akhirnya, paru tidak dapat berfungsi dengan baik dan menimbulkan gejala utama batuk berdahak.

Ada pun gejala lain yang dapat timbul antara lainnya yaitu demam, menggigil, nyeri dada ketika bernapas, sesak napas, sakit kepala, mual, muntah, BAB cair, nyeri otot dan sendi, serta tubuh mudah lelah.

Faktor Risiko Pneumonia

pneumonia

Meski dapat dialami oleh siapa saja, Pneumonia lebih sering terjadi pada anak berusia 2 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 tahun ke atas. Kemungkinan terjadinya penyakit tersebut bisa makin tinggi, apalagi bila kamu berurusan dengan faktor risiko Pneumonia berikut ini:

1. Merokok

Zat beracun yang masuk ke dalam organ paru saat merokok dapat merusak jaringan, termasuk sistem kekebalan. Akibat melemahnya sistem kekebalan pada paru, mikroorganisme yang terhirup masuk dapat dengan mudah menyebabkan Pneumonia.

2. Penyakit Kronis

Orang-orang yang sejak awal mengalami penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami Pneumonia. Beberapa penyakit kronis yang dimaksud, misalnya penyakit paru obstruktif kronis(PPOK), asma, penyakit jantung, bronkiektasis, diabetes atau fibrosis kistik.

3. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Penyakit HIV/AIDS, pengguna obat kemoterapi atau golongan kortikosteroid, atau mengalami penyakit autoimun adalah sebagian kondisi yang bikin sistem kekebalan tubuh melemah. Kondisi tersebut membuatnya lebih rentan mengalami Pneumonia.

Artikel Lainnya: Ini Hal yang Dapat Mengganggu Sistem Kekebalan Tubuh

4. Perawatan di Rumah Sakit

Pada saat dirawat di rumah sakit, kondisi sistem kekebalan tubuh biasanya sedang lemah. Keadaan ini membuat pasien lebih berisiko mengalami Pneumonia. Apalagi jika kualitas udara di rumah sakit tidak terjaga dengan baik sehingga mengandung banyak mikroorganisme penyebab penyakit tersebut.

5. Penurunan Kesadaran

Seseorang yang mengalami penurunan kesadaran lebih berisiko mengalami Pneumonia. Mengapa demikian? Sebab, penurunan kesadaran dapat menyebabkan gangguan pada kerja otot, termasuk otot yang berperan dalam proses menelan. 

Pada akhirnya, gangguan menelan dapat menyebabkan makanan salah masuk ke dalam saluran napas termasuk organ paru. Kondisi ini dikenal medis dengan istilah Pneumonia Aspirasi. 

Risiko yang sama juga berlaku pada orang-orang yang minum alkohol berlebihan sehingga mengalami penurunan kesadaran.

6. Malnutrisi

Faktanya, malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Sebagai akibatnya, tubuh lebih rentan terkena infeksi mikroorganisme yang menjadi penyebab pneumonia.

7. Sistem Kekebalan Tubuh yang Rendah

Sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat menjadi salah satu faktor risiko mengidap pneumonia. Kekebalan tubuh yang kuat penting dalam melawan infeksi bakteri atau virus yang dapat menyebabkan pneumonia.

Pneumonia sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau bahkan jamur. Sistem kekebalan tubuh yang rendah membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan mikroorganisme penyebab infeksi ini.

Artikel Lainnya: Waspada, Inilah Makanan yang Menurunkan Kekebalan Tubuh Anda

8. Status Gizi yang Buruk

Gizi yang buruk dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan melemahkan sistem kekebalan. Nutrisi yang cukup, terutama vitamin dan mineral esensial, diperlukan untuk memelihara fungsi optimal sistem kekebalan dalam melawan infeksi atau penyakit yang mungkin akan terjadi.

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin A, vitamin C, atau vitamin D, dapat merugikan sistem kekebalan dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan.

9. Riwayat Pneumonia Sebelumnya

Riwayat pneumonia sebelumnya dapat meningkatkan risiko seseorang terkena pneumonia di masa mendatang. Karena Pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru.

Saat seseorang mengalami pneumonia sebelumnya, paru-paru mereka mungkin mengalami kerusakan. Jaringan paru-paru yang rusak dapat menjadi tempat yang lebih mudah untuk terinfeksi kembali. Ini dapat meninggalkan seseorang lebih rentan terhadap serangan penyakit yang berulang.

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Ini Bedanya Pneumonia, TBC, dan Bronkitis

Setelah mengetahui faktor risiko Pneumonia, kamu tentu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini. Terapkan gaya hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup dan kelola stres dengan baik, ya. Dengan demikian, kamu bisa terhindar dari Pneumonia.

Kamu juga bisa baca artikel lainnya mengenai Pneumonia di aplikasi Klikdokter.Bila kamu butuh konsultasi d kamu bisa menggunakan layanan Tanya Dokter dan Temu Dokter di aplikasi Klikdokter juga, ya.

Yuk, #JagaSehatmu Selalu

sesak napasparu-paru basahHari Pneumonia SeduniaPneumonia

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter