Pernahkah Kamu tiba-tiba merasakan mata kanan atas kedutan di tengah aktivitas yang padat? Di Indonesia, fenomena ini sering banget dikaitkan dengan berbagai mitos mulai dari pertanda mau dapat rezeki nomplok hingga bakal kedatangan kerabat jauh. Tapi, kalau kita bedah arti kedutan mata kanan atas dari sudut pandang medis, penjelasannya ternyata sangat rasional dan jauh dari hal-hal mistis.
Sebenarnya, sebagian besar keluhan kedutan mata kanan bukanlah indikasi penyakit serius. Sensasi berdenyut ini terjadi akibat kontraksi kecil pada otot area mata yang berlangsung spontan di luar kendali kita. Meski sering kali bisa reda dengan sendirinya, mata kedutan yang terjadi terus-terusan jelas bisa merusak konsentrasi dan kenyamanan.
Lantas, kenapa mata kanan kedutan? Yuk, kita pahami penjelasan medisnya dan bagaimana cara paling tepat untuk mengatasinya!
Apa Itu Mata Kedutan?
Dalam istilah medis, kondisi mata yang berdenyut ringan ini dikenal sebagai eyelid myokymia. Sederhananya, ini adalah kejang atau kontraksi berulang pada otot di sekitar kelopak mata. Walaupun bisa menyerang kelopak bagian bawah, kedutan kelopak mata kanan atas (maupun kiri atas) adalah salah satu kasus yang paling sering dikeluhkan oleh banyak orang.
Durasi denyutannya sangat bervariasi, bisa hanya hitungan detik, menit, atau bahkan berulang kali muncul dalam sehari sebelum akhirnya benar-benar hilang. Tenang saja, pada umumnya kondisi ini sama sekali tidak merusak saraf mata atau menyebabkan pandangan menjadi kabur.
Baca Artikel Lainnya: Kenali dan Waspadai Penyebab Mata Kedutan
5 Penyebab Mata Kedutan
Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab mata kedutan. Sebagian besar berkaitan dengan gaya hidup dan kondisi tubuh sehari-hari.
Kurang Tidur dan Kelelahan: Ini adalah "tersangka" utamanya. Saat tubuh kelelahan karena jam istirahat yang minim, otot dan sistem saraf menjadi lebih tegang sehingga memicu kontraksi spontan.
Stres Berlebih: Beban pekerjaan, ujian, atau masalah pribadi bisa membuat sistem saraf bekerja lebih aktif dari biasanya. Efeknya, otot wajah dan mata ikut-ikutan menegang.
Mata Lelah Akibat Layar (Digital Eye Strain): Terlalu lama menatap layar gadget atau laptop memaksa mata bekerja ekstra keras. Selain bikin mata terasa perih, kebiasaan ini sangat gampang memicu otot kelopak mata berkedut.
Kecanduan Kafein: Secangkir kopi memang ampuh mengusir kantuk. Namun, kandungan kafein yang berlebihan (baik dari kopi, teh, atau minuman berenergi) akan merangsang sistem saraf secara berlebihan.
Sindrom Mata Kering: Permukaan bola mata yang kekurangan cairan pelumas bisa mengiritasi saraf di sekitarnya. Hal ini rentan dialami oleh pengguna lensa kontak, lansia, atau orang yang seharian bekerja di ruangan ber-AC.
Baca Artikel Lainnya: 10 Penyebab Mata Kedutan dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi dan Mencegah Mata Kedutan
Mengingat pemicu utamanya bersumber dari gaya hidup, maka solusinya adalah dengan memperbaiki rutinitas harian Kita. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa langsung dicoba:
Cukupi Waktu Istirahat: Usahakan mendapat kualitas tidur yang baik sekitar 7–9 jam setiap malam agar sistem saraf punya waktu untuk memulihkan diri.
Kelola Stres: Luangkan waktu untuk bersantai sejenak. Aktivitas seperti olahraga ringan, jalan-jalan sore, atau mengatur pola napas bisa meredakan ketegangan saraf tubuh.
Rem Konsumsi Kafein: Jika Kamu terbiasa minum kopi berkali-kali dalam sehari, cobalah untuk menguranginya secara bertahap.
Praktikkan Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar digital, palingkan pandanganmu ke objek lain yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik.
Gunakan Kompres Hangat: Tempelkan handuk bersih yang sudah dibasahi air hangat ke area mata. Suhu hangat sangat efektif untuk melancarkan aliran darah dan merilekskan otot yang kaku
Kapan Harus Waspada dan Pergi ke Dokter?
Meskipun jarang berbahaya, Kamu wajib segera berkonsultasi ke dokter spesialis saraf atau mata apabila kedutan disertai tanda-tanda berikut:
Denyut tidak kunjung hilang hingga lebih dari dua minggu.
Kelopak mata sampai menutup total dan mengganggu fungsi penglihatan.
Disertai kelemahan atau kelumpuhan pada otot wajah yang lain (misalnya senyum menjadi asimetris/miring).
Mata berubah menjadi merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan tidak wajar.
Jangan Langsung Percaya Mitos
Jadi, mulai sekarang jangan langsung panik atau termakan mitos. Jika tubuh sudah memberikan sinyal berupa kedutan, itu adalah alarm alami bahwa Kamu butuh istirahat. Segera perbaiki pola hidup harianmu, dan jangan ragu mencari bantuan medis profesional jika keluhan terasa semakin parah!
Jika kedutan hanya berlangsung sesaat dan tidak disertai gejala lain, Kamu tidak perlu terlalu khawatir. Namun, apabila keluhan terjadi terus-menerus atau disertai gangguan lain, segera konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti.
Ingin mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami? Ikuti media sosial KlikDokter untuk mendapatkan edukasi kesehatan, tips menjaga kesehatan mata, serta informasi medis terbaru yang telah ditinjau oleh dokter.
American Academy of Ophthalmology. Eye Twitching (Myokymia). Available from: https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-eye-twitching
Cleveland Clinic. Eye Twitching (Myokymia). Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17665-eye-twitching
Mayo Clinic. Eye Twitching: Symptoms and Causes. Available from: https://www.mayoclinic.org
National Health Service (NHS). Eyelid Twitching. Available from: https://www.nhs.uk
Merck Manual Consumer Version. Eyelid Twitching. Available from: https://www.merckmanuals.com/home
:format(webp)/article/DdmRTVlcwUuQv3EOCoObM/original/96sx8nmwmxi69ccwznd5cj7bkfr6jmx7.jpg)