Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeInfo SehatKulit9 Penyebab Kulit Melepuh dan Cara Mengatasinya
Kulit

9 Penyebab Kulit Melepuh dan Cara Mengatasinya

Siti Putri Nurmayani, 31 Mar 2023

Ditinjau oleh dr. Dyah Novita

Icon ShareBagikan
Icon Like

Kulit melepuh terkadang membuat penderitanya tidak nyaman. Bagaimana cara mengatasinya? Mari cari tahu penyebab dan perawatannya di sini.

9 Penyebab Kulit Melepuh dan Cara Mengatasinya

Beberapa orang kemungkinan pernah mengalami kulit melepuh, di mana munculnya gelembung kulit yang berisi air atau nanah. Tak jarang, masalah kulit ini juga disertai dengan rasa gatal atau nyeri. 

Meski terkadang ingin memecahkan kulit melepuh, namun tidak disarankan untuk melakukan tindakan tersebut karena bisa menyebabkan infeksi. Mari cari tahu penyebab kulit melepuh dan cara mengatasinya di sini. 

Penyebab Kulit Melepuh

Terdapat sejumlah hal yang bisa menyebabkan munculnya gelembung kulit melepuh, di antaranya:

1. Gesekan pada Kulit

Kulit melepuh tanpa sebab bisa muncul karena adanya faktor yang bisa mengiritasi kulit, seperti gesekan.

“Gesekan pada kulit dapat memicu penumpukan cairan di lapisan kulit, sehingga membuat kulit melepuh,” tutur dr. Dyah Novita Anggraini

Dikutip dari Cleveland Clinic, lepuhan ini bisa diakibatkan oleh penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau karena tidak mengenakan kaus kaki. 

2. Alergi

Lepuh juga bisa terbentuk akibat dermatitis kontak atau reaksi kulit terhadap alergi yang disebabkan oleh zat-zat tertentu. Umumnya, dermatitis kontak alergi dapat terjadi karena alergi terhadap bahan kimia atau racun, seperti poison ivy, poison oak, atau poison sumac

Ketika kulit terpapar beberapa jenis bahan kimia, hal tersebut bisa menimbulkan reaksi kulit, sehingga muncul lepuh yang berlembung. 

3. Luka Bakar

Luka bakar dapat menimbulkan lepuhan pada kulit. Keparahan luka bakar biasanya akan dikelompokkan sesuai kedalaman dan ukuran. Pada luka bakar tingkat pertama, biasanya lepuh akan terasa ringan, kering, berwarna kemerahan, dan kulit yang berubah menjadi putih ketika ditekan. 

Sedangkan pada luka bakar tingkat 2, lepuh terasa sangat menyakitkan, berwarna bening, dan memiliki warna yang tidak merata. 

Pada luka bakar tingkat 3, luka bakar akan tampak berwarna putih atau kecokelatan dan kulit akan sangat peka terhadap sentuhan yang ringan. 

4. Pengaruh Lingkungan

Kulit melepuh bisa disebabkan oleh pengaruh suhu ekstrem. Berdasarkan Harvard Medical School, kulit melepuh karena panas juga bisa disebabkan oleh lingkungan dingin yang intens. Ketika tubuh kembali hangat, kondisi tersebut bisa menimbulkan terbentuknya lepuh. 

Terbentuknya lepuh dalam kasus ini merupakan salah satu mekanisme pertahanan untuk melindungi kulit bagian bawah dari kerusakan akibat suhu. Lepuh sendiri merupakan tanda dari jenis luka bakar tingkat 2. 

5. Infeksi

Terdapat beberapa infeksi yang bisa mengakibatkan terjadinya lepuh di kulit, mulai dari bakteri Staphylococci (staph), virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, cacar air karena virus varicella zoster, serta infeksi coxsackievirus yang sering terjadi pada anak-anak. 

6. Gigitan Serangga

Gigitan serangga juga bisa menyebabkan terjadinya lepuh pada kulit. Tungau kecil yang menyerang kulit terkadang menimbulkan lepuh di area tersebut. Biasanya, tungau sering menyerang bagian tangan, kaki, pergelangan tangan, dan bawah lengan. 

Selain itu, gigitan kutu busuk dan laba-laba juga menyebabkan lepuh yang terasa menyakitkan. 

Artikel Lainnya: 10 Cara Mudah Basmi Kutu Kasur di Rumah

7. Pembuluh Darah Pecah

Pembuluh darah yang pecah bisa menyebabkan terjadinya lepuhan di kulit. Alih-alih cairan bening yang keluar, lepuh ini justru berisi darah. Ketika pembuluh darah pecah, hal ini bisa merusak lapisan bawah kulit. Darah yang menggenang ini akan membentuk lepuhan kulit. 

8. Penggunaan Obat-Obatan

Terdapat beberapa obat-obatan yang bisa menyebabkan reaksi kulit melepuh, seperti asam nalidiksat dan furosemide. 

Pada kasus yang lebih parah, efek samping obat-obatan bisa menimbulkan lepuh yang lebih parah, seperti kulit melepuh dan bernanah. Bahkan, munculnya lepuh di kulit bisa mengancam jiwa. 

9. Lonjakan Gula Darah

Kadar gula darah yang melonjak bisa menimbulkan kulit melepuh pada penderita diabetes. 

Biasanya, kulit melepuh ini tidak terasa nyeri, tidak membuat kulit berwarna merah, serta tidak terlihat bengkak. Selain itu, lepuhan kulit juga akan muncul dalam jumlah yang banyak dan berkelompok. 

Artikel Lainnya: Mengenal Kondisi Kulit Melepuh Akibat Diabetes

Sederet Cara Mengatasi Kulit Melepuh

Lepuh pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, terdapat sejumlah cara mengempeskan kulit melepuh yang bisa kamu coba supaya tidak terasa menyakitkan. 

Biarkan Lepuh Pecah Sendiri

Penting untuk diingat, kamu perlu membiarkan lepuh pecah dengan sendirinya. Jangan pernah memaksa untuk memecahkan kulit melepuh secara paksa. 

Bersihkan Area Lepuh

Pastikan agar kamu tetap menjaga kebersihan area kulit yang melepuh. Cuci area tersebut secara perlahan dengan menggunakan sabun lembut. 

Kompres dengan Cairan Khusus

Bila lepuh sudah pecah dengan sendirinya, maka kamu bisa mengompres kulit di area tersebut dengan cairan NaCl 90 persen. 

Oleskan Krim

Disarankan untuk mengaplikasikan salep kulit melepuh atau salep antibakteri, seperti petroleum jelly ke area lepuhan. Tujuannya untuk melembapkan area yang pecah.  

Jaga Area Lepuh Agar Tetap Tertutup

Bila kulit melepuh pecah, biarkan cairan di dalamnya mengalir hingga mengering dengan sendirinya. Jangan lupa untuk menutupi lepuh dengan perban kain kasa antilengket. Pastikan untuk mengganti perban secara rutin, sekali sehari. 

Artikel Lainnya: Nutrisi Penting Pencegah Kulit Lenting Lepuh atau Pemfigoid Bulosa

Bila lepuh tidak membaik, segera minta bantuan tenaga medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Kamu bisa konsultasi secara online lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. 

Yuk, #JagaSehatmu dengan menggunakan alas kaki dengan ukuran yang pas. Pastikan untuk menjaga kesehatan kulit agar terhindar dari infeksi kulit yang menyebabkan lepuh. 

(NM)

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter