Kulit

Komplikasi Ulkus Dekubitus yang Berbahaya

Tri Yuniwati Lestari, 17 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tanpa pengobatan, penyakit ulkus dekubitus atau luka baring dapat menyebabkan komplikasi berbahaya. Ketahui apa saja 7 komplikasinya di sini.

Komplikasi Ulkus Dekubitus yang Berbahaya

Penyakit ulkus dekubitus adalah luka terbuka pada kulit yang disebabkan tekanan konstan dalam waktu lama ke area tubuh tertentu.

Penyakit ini juga disebut luka tekan atau luka baring. Karena, kondisi berbaring yang terlalu lama dapat memberikan tekanan terus-menerus pada kulit. Pada akhirnya hal ini menyebabkan decubitus ulcer.

Tekanan terlalu lama pada kulit dapat membuat penurunan aliran darah ke area tersebut, sehingga terjadilah kerusakan jaringan.

Kerusakan jaringan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Apa saja komplikasi ulkus dekubitus yang dapat terjadi? Simak penjelasan dokter.

1 dari 3

Komplikasi Penyakit Ulkus Dekubitus

Komplikasi apa pun yang terjadi akibat ulkus dekubitus dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, serta penurunan kualitas hidup dan perawatan di rumah sakit yang berkepanjangan. 

Berikut beberapa kemungkinan komplikasi akibat ulkus dekubitus:

1. Kerusakan Kulit

Luka tekan biasanya terjadi pada tonjolan tulang, di mana sirkulasi aliran darah telah dibatasi untuk jangka waktu dua jam atau lebih.

Tanpa perawatan tepat, daerah yang terkena sering mengalami kerusakan kulit signifikan, di mana jaringan nekrotik menciptakan luka terbuka.

Artikel Lainnya: Ketahui Penyebab Luka Sulit Sembuh

2. Selulitis

Melansir WebMD, infeksi yang disebabkan luka baring dapat dengan mudah menyebar ke lapisan dalam kulit. Kondisi ini bisa menyebabkan selulitis.

Selulitis adalah infeksi pada kulit dan jaringan lunak. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa dan pembengkakan pada daerah kulit yang terkena.

Tanpa pengobatan, selulitis dapat membuat pasien menderita infeksi serius yang mengancam jiwa. Pasalnya, infeksi ini dapat mudah menyebar ke persendian, tulang, dan aliran darah.

Jika selulitis terjadi pada sakrum atau tulang punggung bawah, infeksi bisa gampang menembus ke tulang belakang dan otak.

3. Infeksi Tulang dan Sendi

Infeksi dari luka baring juga dapat menyebabkan komplikasi pada sendi dan tulang. Infeksi sendi (septic arthritis) dapat merusak tulang rawan dan jaringan.

Sementara, infeksi tulang (osteomielitis) dapat menurunkan fungsi sendi dan anggota badan. Oleh sebab itu, pasien ulkus dekubitus dapat mengalami kelumpuhan pada bagian yang terkena.

4. Gangrene

Gangrene adalah kematian jaringan tubuh karena tidak menerima suplai darah yang cukup. Penyakit ini merupakan infeksi serius, namun jarang mengancam jiwa.

Infeksi ini juga dapat disebabkan bakteri Clostridium. Jenis bakteri ini berkembang biak di area tubuh yang rusak, dan dapat menghasilkan gas berbahaya ke jaringan sekitarnya.

Biasanya, pasien yang menderita komplikasi ini dapat merasakan sakit luar biasa. Ia juga bisa dengan cepat mengalami pembengkakan pada kulit yang terkena.

Untuk mengatasi kondisi ini, dokter dapat mengamputasi anggota tubuh yang terkena demi mencegah gangrene menyebar ke seluruh tubuh.

Artikel Lainnya: Sering Kesemutan Saat Main Gadget? Hati-Hati Neuropati!

5. Sepsis

Dijelaskan dr. Devia Irine Putri, komplikasi yang dapat terjadi pada ulkus dekubitus selanjutnya adalah sepsis.

Sepsis adalah komplikasi umum pada pasien yang menderita luka baring. Infeksi darah serius ini dapat berkembang cepat ke seluruh tubuh.

Sepsis termasuk komplikasi yang berbahaya karena mengancam nyawa. Sepsis terjadi akibat infeksi yang sudah menyebar dan membuat kerusakan organ,” ucap dr. Devia. 

Gejala umum sepsis meliputi demam, lesu, agitasi, kecemasan, kesadaran berkurang, dan kehilangan nafsu makan.

Tanpa penanganan tepat, pasien dapat menderita syok septik, dengan peluang 50-50 untuk bertahan hidup.

6. Fasciitis Nekrotikans

Fasciitis nekrotikans adalah komplikasi luka baring yang mengenai bagian-bagian jaringan lunak di tubuh. Penyakit ini terjadi akibat bakteri Streptokokus grup A yang menginfeksi ulkus dekubitus.

Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit pemakan daging. Untuk menangani kondisi ini, ahli bedah kemungkinan akan merekomendasikan debridement (pengangkatan jaringan mati) dan antibiotik spesifik.

Pada orang lanjut usia, fasciitis nekrotikans merupakan kondisi serius yang dapat mengancam jiwa. Komplikasi ini juga dapat dengan cepat menyebabkan kematian jaringan yang terkena.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Kesemutan saat Tidur

7. Kanker

Menurut US National Pressure Ulcer Advisory Panel, komplikasi serius dari ulkus dekubitus adalah karsinoma sel skuamosa. Ini adalah salah satu jenis kanker yang sulit disembuhkan bila sudah menyebar.

2 dari 3

Apakah Ulkus Dekubitus Bisa Disembuhkan?

Menurut dr. Devia, penyakit ulkus dekubitus dapat disembuhkan. Hanya saja, diperlukan waktu penyembuhan yang cukup lama. Penyembuhan penyakit ini juga bergantung pada kondisi pasien.  

“Fokus pada perawatan ulkus dekubitus biasanya berpusat pada perawatan luka dan nyeri, pemenuhan nutrisi, hingga pencegahan infeksi. Ditambah lagi, harus sering diganti posisi agar tidak terjadi tekanan yang berlebihan,” ucap dr. Devia.

3 dari 3

Lakukan Ini untuk Mencegah Ulkus Dekubitus

Berikut cara mengurangi risiko ulkus dekubitus:

  • Mengubah posisi di tempat tidur setidaknya setiap dua jam.
  • Jika menggunakan kursi roda, cobalah duduk tegak dan ubah posisi duduk setiap lima belas menit.
  • Jika dirawat di rumah sakit atau tidak dapat bergerak, secara teratur periksa kulit untuk mengetahui tanda-tanda luka baring bila ada.
  • Gunakan pakaian longgar.
  • Mengenakan bantalan khusus pada titik-titik tekanan, termasuk siku dan tumit.
  • Berhenti merokok dan terapkan pola hidup sehat.
  • Tetap terhidrasi.
  • Bergerak aktif bila memungkinkan, seperti berjalan-jalan beberapa kali sehari atau peregangan.

Itulah komplikasi akibat ulkus dekubitus dan cara mencegahnya. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi ini, gunakan layanan LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

Referensi:

Wawancara dr. Devia Irine Putri.

Mayo Clinic. Diakses 2021. Bedsores (pressure ulcers).

Healthline. Diakses 2021. Bedsores: What You Should Know About Decubitus Ulcers.

Medical News Today. Diakses 2021. Bedsores or pressure ulcers: What you need to know.

Luka
Infeksi bakteri
Infeksi Kulit