Akhir-akhir ini ramai pemberitaan sunscreen dengan nilai sun protection factor (SPF) palsu di media sosial. Dalam unggahan video yang viral di TikTok, disebutkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai SPF dalam kemasan dan hasil pengujian yang telah dilakukan.
Dari hasil pengujian tersebut, terungkap bahwa salah satu produk sunscreen hanya memiliki SPF bernilai 2. Padahal, dalam kemasannya tertera produk tersebut memiliki nilai SPF 50.
Penting untuk diingat, kadar SPF dalam produk sunscreen berfungsi untuk menandakan sebaik apa produk tersebut dalam melindungi kulit dari sengatan matahari.
Lalu, adakah bahaya SPF sunscreen palsu? Bagaimana ciri-cirinya? Mari ketahui jawabannya lewat ulasan berikut ini.
Apa Itu SPF pada Sunscreen?
Mungkin sebagian dari kita masih bertanya-tanya, apa itu SPF sunscreen? SPF adalah nilai yang mengukur seberapa baik tabir surya melindungi kulit dari sinar UV.
Oleh karena itu, semakin tinggi nilai SPF dalam produk sunscreen, maka semakin banyak sinar ultraviolet yang diblokir. Artinya, perlindungan kulit terhadap sinar matahari juga akan meningkat.
Karena fungsi SPF sangat penting untuk tubuh, terutama sebagai salah satu cara melindungi wajah dari sinar matahari, maka dianjurkan untuk menggunakan tabir surya dengan kadar SPF yang aman, pas, dan sesuai kebutuhan.
Di Indonesia sendiri, ada beragam nilai SPF yang dapat ditemukan dalam produk sunscreen, mulai dari SPF 15, 30, hingga 50. Tentu yang sunscreen dengan SPF 30 dan SPF 50 berbeda, jadi sesuaikan dengan kebutuhanmu, ya!
Artikel Lainnya: Apa Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen?
Bahaya SPF Sunscreen Palsu
Pemilihan SPF pada produk sunscreen tentunya sangat penting, apalagi jika kamu sering beraktivitas di bawah sinar matahari.
Belakangan ini, ramai di media sosial bahwa terdapat produk sunscreen yang nilai SPF-nya tidak sesuai dengan keterangan di kemasannya. Hal ini tentunya membuat kebanyakan orang menjadi khawatir.
Pasalnya, tabir surya palsu bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa bahaya dari SPF palsu:
1. Tidak Melindungi Kulit
Mengutip Cancer Council, bahaya SPF palsu pada sunscreen tentunya tidak akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari dengan maksimal.
Karena tidak bisa memberikan perlindungan yang baik pada kulit, maka ini bisa memicu terjadinya kerusakan pada kulit, seperti memicu keriput, penuaan dini, hingga kanker kulit.
2. Memicu Alergi
Ketika menggunakan tabir surya dengan SPF palsu atau tidak sesuai, ini bisa memicu terjadinya alergi.
“SPF palsu bisa memicu alergi kalau kandungannya tidak terpantau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ungkap dr. Dyah Novita Anggraini.
Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Women’s Dermatology. Dilaporkan bahwa tidak sesuainya kriteria dan bahan yang ditetapkan untuk rekomendasi produk tabir surya dapat berpotensi menyebabkan alergi.
3. Berpotensi Menyebabkan Luka Bakar
Berbanding terbalik dengan SPF asli yang bisa memberikan perlindungan pada kulit, tabir surya dengan SPF palsu justru bisa menyebabkan luka bakar pada kulit.
Ketika mengaplikasikan sunscreen dengan SPF palsu, artinya produk ini tidak berfungsi karena tidak memiliki efek untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Oleh karenanya, kulit akan terpapar sinar matahari secara langsung. Jika terjadi secara terus-menerus, ini bisa menyebabkan terjadinya ruam dan luka bakar.
Artikel Lainnya: 6 Cara Pakai Sunscreen yang Benar untuk Lindungi Kulitmu
Cara Mengenali Ciri-Ciri SPF Palsu
Mengetahui ciri-ciri sunscreen palsu masih sulit dilakukan jika dilihat secara langsung hanya dari produk atau teksturnya. Selain itu, kamu juga tidak bisa menilai SPF dari sunscreen dengan melakukan tes langsung dengan berjemur di bawah sinar matahari.
Menurut Dokter Vita, perlu dilakukan pengecekan di laboratorium untuk mengetahui apakah SPF yang digunakan telah sesuai dengan yang tertera pada kemasan produk.
Namun, Dokter Vita menyarankan agar selalu memperhatikann keterangan yang ada di dalam kemasan tabir surya.
Pasalnya, sunscreen asli biasanya mencantumkan informasi yang jelas tentang kandungan dan manfaat produk di kemasan dan label produk. Selain itu, label produk juga biasanya dilengkapi dengan nomor registrasi BPOM.
Untuk meningkatkan efektivitas perlindungan kulit dari sinar matahari, #JagaSehatmu dengan menggunakan atribut pelindung lain ketika beraktivitas di luar ruangan, misalnya dengan mengenakan baju lengan panjang, topi, dan payung.
Bila masih memiliki pertanyaan seputar kadar SPF dalam sunscreen dan masalah kulit lainnya, yuk segera konsultasi dengan dokter secara langsung melalui fitur Tanya Dokter. Jangan lupa, unduh juga aplikasi KlikDokter untuk mendapatkan tips seputar perawatan kulit wajah.
(NM)
- Cancer Council. Diakses 2023. 10 myths about sun protection.
- International Journal of Women’s Dermatology. Diakses 2023. Potential allergenicity of commonly sold high SPF broad spectrum sunscreen in the United States; from the perspective of patients with autoimmune skin disease.
:format(webp)/article/4jt_AJlu_-FE7NqjwUKxk/original/fcan22eu67bp9bsahnnkj8yy57pnaqnf.jpg?w=256&q=100)