Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat berlangsung sebagai infeksi akut atau berkembang menjadi hepatitis B kronis. Salah satu alasan hepatitis B sulit dikenali adalah karena banyak orang tidak mengalami gejala, terutama pada infeksi kronis. Akibatnya, seseorang bisa memiliki hepatitis B tanpa merasa sakit.
Ketika gejala muncul, gejala hepatitis B dapat berbeda sesuai fase penyakit dan tingkat kerusakan hati.
Gejala Awal Hepatitis B
Pada fase awal atau fase prodromal, keluhan sering kali tidak spesifik dan dapat menyerupai infeksi lainnya. Gejala awal hepatitis B yang dapat muncul meliput:
- Mudah lelah atau lemas
- Tidak enak badan
- Demam
- Nafsu makan menurun
- Mual
- Muntah
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut
- Nyeri sendi
Pada sebagian penderita, terutama orang dewasa, gejala tersebut dapat muncul beberapa minggu sebelum kulit atau mata mulai menguning.
Gejala Hepatitis B yang Lebih Khas
Ketika peradangan hati semakin aktif, beberapa tanda yang lebih mudah dikenali dapat muncul. Gejala hepatitis B tersebut antara lain:
- Kulit dan bagian putih mata menguning atau jaundice
- Urine berwarna gelap seperti teh
- Feses berwarna pucat atau seperti tanah liat
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut, terutama di bagian kanan atas
- Mual dan muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Kelelahan yang menetap
- Demam
- Nyeri atau pegal pada persendian
Pemeriksaan fisik juga dapat menemukan pembesaran hati atau nyeri saat area hati diperiksa.
Baca Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Hepatitis Kambuh
Hepatitis B Bisa Menyebabkan Gejala di Luar Hati
Tidak semua gejala penyakit hepatitis B berasal dari hati. Pada sebagian orang, respons imun terhadap HBV dapat memengaruhi organ lain. Manifestasi yang pernah dilaporkan meliputi:
- Ruam kulit
- Nyeri atau peradangan sendi
- Kelainan pembuluh darah seperti polyarteritis nodosa
- Gangguan ginjal seperti glomerulonefritis
Manifestasi di luar hati relatif lebih jarang dibandingkan gejala umum hepatitis, tetapi dapat menjadi petunjuk penting terutama ketika diagnosis hepatitis B belum diketahui.
Apakah Hepatitis B Kronis Selalu Menimbulkan Gejala?
Tidak. Ini justru salah satu hal yang paling perlu diketahui. Sebagian besar orang dengan hepatitis B kronis tidak mengalami keluhan selama bertahun-tahun, bahkan hingga puluhan tahun.
Gejala baru dapat muncul ketika sudah terjadi kerusakan hati yang lebih lanjut seperti sirosis atau komplikasi lainnya. Ketika penyakit hati sudah lanjut, keluhan dapat berupa:
- Perut membesar akibat penumpukan cairan atau ascites
- Kaki mengalami pembengkakan
- Mudah memar atau mengalami perdarahan
- Berat badan menurun tanpa sebab jelas
- Rasa sangat lemas
- Kebingungan atau perubahan kesadaran pada ensefalopati hepatik
Gejala tersebut bukan semata-mata tanda infeksi HBV aktif, tetapi dapat menunjukkan komplikasi penyakit hati kronis yang membutuhkan evaluasi segera.
Baca Artikel Lainnya: Siapa Paling Berisiko Tertular Hepatitis B?
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Karena gejala hepatitis B sering tidak spesifik, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena hepatitis B. Diagnosis memerlukan pemeriksaan darah seperti HBsAg dan penanda hepatitis B lainnya, sedangkan pemeriksaan HBV DNA dapat digunakan untuk menilai aktivitas virus sesuai kebutuhan klinis.
Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila muncul mata atau kulit menguning, urine sangat gelap, muntah terus-menerus, nyeri perut berat, perdarahan, mengantuk atau bingung, maupun pembengkakan perut dan kaki.
Lindungi Diri dari Hepatitis B
Gejala bukan satu-satunya cara mencegah hepatitis B. Vaksin hepatitis B merupakan langkah pencegahan utama bagi orang yang belum memiliki kekebalan. Vaksin tidak mengobati seseorang yang sudah terinfeksi, tetapi dapat membantu mencegah infeksi pada orang yang belum terlindungi.
Bila Anda atau keluarga membutuhkan vaksinasi hepatitis B, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan dan melakukan [Booking Vaksin Melalui Vaccination Hub KlikDokter]sebagai salah satu langkah untuk mempersiapkan perlindungan sejak dini.
- World Health Organization. Hepatitis B. 28 July 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
- Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Signs and Symptoms of Hepatitis B. 2025. https://www.cdc.gov/hepatitis-b/hcp/clinical-signs/index.html
- Centers for Disease Control and Prevention. Symptoms of Hepatitis B. 2024. https://www.cdc.gov/hepatitis-b/signs-symptoms/index.html
- Centers for Disease Control and Prevention. Chapter 10: Hepatitis B. Pink Book.
https://www.cdc.gov/pinkbook/hcp/table-of-contents/chapter-10-hepatitis-b.html - Cacoub P, Asselah T. Hepatitis B Virus Infection and Extra-Hepatic Manifestations: A Systemic Disease. American Journal of Gastroenterology. 2022;117(2):253–263. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34913875/
- World Health Organization. Guidelines for the prevention, diagnosis, care and treatment for people with chronic hepatitis B infection. 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240090903
- Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis B Prevention and Control. 2025. https://www.cdc.gov/hepatitis-b/prevention/index.html
:format(webp)/article/_nQ5yNXKN0-hQ2_Ja16J6/original/n0271fo47a4xupfdncryu1umzp528no1.jpg)