Kesehatan Lansia

3 Olahraga yang Tepat untuk Lansia di Akhir Pekan

Krisna Octavianus Dwiputra, 11 Agu 2018

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Meski sudah lansia, aktivitas fisik tetap dibutuhkan. Akhir pekan sudah di depan mata, tetaplah aktif dengan tiga olahraga ini.

3 Olahraga yang Tepat untuk Lansia di Akhir Pekan

Akhir pekan sudah hampir tiba! Salah satu kegiatan favorit mengisi waktu hari Sabtu dan Minggu – selain pergi ke mal – adalah dengan berolahraga, tak terkecuali bagi para lansia. Apalagi dengan adanya Car Free Day, menjadikan olahraga kian digemari untuk dilakukan bersama teman atau keluarga.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (RI) Nomor 43 Tahun 2004, lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, karena secara biologis mereka mengalami proses penuaan secara terus-menerus. Kondisi itu ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik. Akibatnya lansia rentan terhadap serangan beragam penyakit.

Banyak lansia yang menjadikan faktor usia sebagai alasan untuk bermalas-malasan seperti lebih memilih duduk-duduk atau berbaring. Padahal, kebiasaan ini membuat mereka lebih berisiko mengalami berbagai penyakit seperti obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Tetap aktif bergerak saat usia senja tetap dianjurkan agar para lansia bisa lebih sehat, produktif, dan bahagia.

Meski dianjurkan, tapi ingat bahwa aktivitas olahraga yang dilakukan jangan terlalu berat. Pilihlah olahraga dengan intensitas ringan. Ini karena kekuatan fisik lansia yang sudah melemah. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga sepakat dan menyebutkan aktivitas olahraga untuk lansia harus yang membuat hati mereka senang.

Menurut WHO, lansia yang melakukan olahraga secara aktif akan memetik manfaat bagi kondisi kesehatan mereka. Keuntungan yang bisa didapat lansia jika berolaraga secara teratur adalah:

  • Menurunnya risiko demensia atau pikun.
  • Menurunnya angka penyebab mortalitas, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes mellitus, kanker kolon, dan kanker payudara. Selain itu, pada tubuh lansia yang aktif berolahraga juga menunjukkan adanya perbaikan komposisi tubuh, serta massa tubuh yang lebih ideal.
  • Memiliki kadar profil biomarker yang rendah untuk risiko penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, dan juga dapat terjadi kesehatan kesehatan tulang.
  • Menurunkan risiko jatuh dan perbaikan fungski kognitif lansia.

1 dari 1

Selanjutnya

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, para lansia bisa melakukan olahraga yang bersifat aerobik, yaitu olahraga untuk kesehatan paru-paru dan jantung. Tak perlu berlama-lama, cukup 30 menit saja. Apa saja olahraga yang disarankan untuk dilakukan para lansia di akrhir pekan.

1. Jalan kaki

Jalan kaki adalah olahraga paling mudah untuk dilakukan para lansia. Apalagi jika berolahraga jalan kaki dengan pasangan, tentunya akan lebih semangat. Menurut laman betterhealth, berjalan kaki dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil, menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Jalan kaki juga memperkuat struktur tulang, mencegah terjadinya osteoporosis dan osteoartritis, serta membantu mengurangi tekanan darah pada beberapa orang dengan hipertensi.

2. Berenang

Menurut MDhomehealth, berenang sangat cocok untuk lansia untuk penguatan sendi dan otot daripada berolahraga di atas tanah yang keras. Karena berenang juga bersifat aerobik, maka kebaikannya adalah dapat meningkatkan kesehatan jantung, yang mengarah ke penurunan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

3. Bersepeda

Dikutip dari situs Harvard Medical School, aktivitas bersepeda membuat jantung para lansia terpompa. Selain itu, bersepeda juga bisa meningkatkan daya tahan, menurunkan tekanan darah, dan memperkuat otot pinggul dan kaki.

Sebenarnya para lansia tak harus menunggu hingga akhir pekan untuk berolahraga. Kelompok usia ini dianjurkan untuk berolahraga ringan selama 75 menit dalam sepekan. Meski bersemangat, tapi penting untuk diperhatikan bahwa para lansia harus langsung istirahat jika mulai merasa kelelahan. Silakan mulai lagi jika sudah ada tenaga untuk melanjutkan.

Selain dengan melakukan olahraga - baik setiap hari maupun di akhir pekan - penting bagi para lansia untuk memeriksakan kondisi secara rutin ke dokter. Terapkan juga pola makan sehat dan stop kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. Jika semuanya dilakukan, niscaya para lansia bisa tetap sehat dan bugar.

[RN/ RVS]

Lanjut usia
diabetes mellitus
Pikun
Lansia
Olahraga
Penyakit Jantung Koroner
Olahraga Aerobik
Car Free Day
Tulang Lansia
Demensia
Hipertensi
Osteoporosis