HomeInfo SehatGigi MulutPerlu Paham, Ini Prosedur Scaling Gigi Yang Tepat
Gigi Mulut

Perlu Paham, Ini Prosedur Scaling Gigi Yang Tepat

drg. Callista Argentina, 22 Apr 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Selain penambalan gigi, ternyata ada tindakan yang namanya scaling untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bagi yang belum pernah, mungkin masih asing dan takut. Untuk itu, simak penjelasannya berikut ini!

Perlu Paham, Ini Prosedur Scaling Gigi Yang Tepat

Salah satu prosedur perawatan gigi yang hanya bisa dilakukan di dokter gigi adalah scaling atau pembersihan karang gigi. Scaling berfungsi untuk menghilangkan penumpukan plak, karang gigi, maupun sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. 

Karang gigi tidak bisa dibersihkan dengan menyikat gigi biasa karena teksturnya keras seperti karang. Lalu, jika karang gigi tidak dibersihkan, Anda dapat mengalami penyakit radang gusi atau gingivitis. Gingivitis merupakan peradangan yang dipicu oleh bakteri. 

Tindakan scaling gigi memiliki beberapa tahapan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang proses scaling gigi, Anda dapat menyimak penjelasan di bawah ini. 

1. Pemeriksaan Gigi Secara Menyeluruh

Dokter gigi akan memeriksa tingkat keparahan kondisi karang gigi pasien. Nantinya, penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi mulut dan gigi. 

Biasanya dokter gigi akan menggunakan alat berupa kaca mulut untuk melihat seluruh bagian gigi, sampai yang terjauh sekalipun.

Artikel lainnya: Mengenal Perbedaan Scaling dan Polishing Gigi

2. Pemberian Anestesi Lokal Jika Diperlukan

Proses scaling umumnya tidak memerlukan anestesi lokal atau bius, karena termasuk tindakan yang tidak menyebabkan sakit. Namun, ada getaran dari alat scaler yang kadang bisa membuat rasa tidak nyaman dan ngilu pada area yang sensitif.  

Dalam kasus tertentu, pemberian anestesi lokal dapat dilakukan sebelum memulai proses scaling. Dokter gigi akan menyuntikkan obat tersebut pada daerah sekitar gigi yang membutuhkan saja. 

Anestesi berguna untuk membantu mengendalikan rasa sakit dan perdarahan. Hal ini dikarenakan adanya karang gigi yang sangat tebal, bahkan tumbuhnya masuk ke dalam saku gusi atau pada area yang sensitif. 

Jika tidak dilakukan anestesi maka akan terasa sangat ngilu, dan pasien biasanya tidak sanggup menahannya sehingga proses scaling pun bisa terhenti.

3. Pembersihan Karang Gigi

Proses scaling selanjutnya adalah membersihkan karang gigi dengan alat scaler ultrasonik. Alat ini akan mengirimkan getaran ke gigi dan bertujuan untuk merontokkan plak dan karang gigi.

Alat ultrasonik tersebut juga dapat memancarkan pendingin dari air dengan kekuatan kencang. 

Pancaran air tersebut bertujuan untuk membantu mendinginkan area yang sedang dikerjakan serta meluruhkan bongkahan karang gigi yang sudah dihancurkan oleh alat tersebut. 

Biasanya pasien akan diminta berkumur sesekali untuk membantu mengeluarkan kotoran-kotoran tersebut. Untuk menghilangkan plak dan bakteri, scaler akan ditempatkan di saku gusi dengan level sudut antara 45 sampai 90 derajat.

Seluruh permukaan gigi, permukaan akar, serta celah gigi juga dibersihkan dengan gerakan vertikal, melingkar, atau horizontal.

4. Pemolesan

Pemolesan dapat dilakukan setelah prosedur scaling gigi. Pemolesan ini menggunakan brush yang ditambahkan pasta ber-fluoride. 

Tujuan pemolesan adalah  menghilangkan sisa plak dan karang gigi yang masih tertinggal. Fluoride memperkuat lapisan gigi, dan juga membuat warna gigi tampak lebih cerah.

Artikel lainnya: Habis Scaling Gigi Jadi Renggang, Apa Penyebabnya?

5. Membilas

Selanjutnya, proses scaling gigi juga berupa membilas. Usai scaling, pasien akan diminta membilas mulut dengan cara berkumur. 

Cairan kumur yang diberikan umumnya mengandung fluoride. Atau bisa menggunakan air mineral yang matang.

6. Menginstruksi Pasien

Setelah proses scaling, biasanya pasien akan merasa giginya terasa kesat bersih, lalu dokter gigi akan memberikan pasien beberapa instruksi untuk pembersihan gigi di rumah sesuai dengan kondisi gigi masing-masing. 

Instruksi ini meliputi bagaimana cara menyikat gigi dengan teknik yang benar, mengurangi makanan manis, dan memperbanyak makan buah yang berserat dan berair. 

Selain itu, dokter akan memberi tahu jadwal scaling berikutnya. Untuk perokok, biasanya disarankan untuk kontrol setiap 3-4 bulan sekali. Sementara non perokok bisa melakukannya setiap 6 bulan sekali.

Jika pemberian instruksi kepada pasien tidak dilakukan, salah satu hal yang dikhawatirkan adalah plak dan karang gigi dapat muncul lebih cepat sehingga menimbulkan kerusakan. Misalnya, gigi berlubang.

Prosedur scaling gigi biasanya memakan waktu 45 menit hingga 2 jam tergantung dari tingkat keparahan karang gigi pasien. Apalagi jika karang gigi disertai banyak stain, misalnya pada perokok berat. 

Scaling dapat menimbulkan efek samping, seperti iritasi gusi, gusi berdarahgigi sensitif, serta nyeri ringan dan berdenyut. Efek samping tersebut umumnya normal terjadi dan bersifat sementara, sekitar 3-4 hari. 

Itulah sejumlah langkah yang akan dilakukan dokter saat proses scaling gigi. 

Pembersihan gigi ini penting untuk dilakukan minimal 6 bulan sekali. Jangan khawatir akan membuat gigi semakin tipis, karena prosedur ini aman sekali dan tidak mengikis lapisan email gigi walaupun dilakukan rutin sepanjang hidup Anda.

Dapatkan informasi lainnya mengenai kesehatan gigi dan mulut di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam.

[RS]

GigiMulut

Konsultasi Dokter Terkait