Gigi Mulut

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dicabut atau Dirawat?

drg. Callista Argentina, 12 Sep 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Gigi gingsul sebaiknya dicabut atau dirawat? Ini mungkin pertanyaan yang kerap dilontarkan terkait gigi gingsul. Yuk, simak jawabannya di sini.

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dicabut atau Dirawat?

Keberadaan gigi gingsul terkadang menjadi suatu dilema. Beberapa orang berpendapat kalau gigi gingsul membuat wajah tampak lebih manis, bahkan menjadikan gingsul sebagai ciri khas mereka. 

Karena itu, tak sedikit orang yang membiarkan kondisi gingsul tersebut dan tidak diberikan perawatan khusus. 

Namun, ada juga yang merasa kalau gigi gingsul tersebut membuat susunan gigi tampak kurang rapi sehingga lebih memilih untuk mencabutnya. 

Lalu, dari segi kesehatan, apakah sebaiknya gigi gingsul dicabut? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Penyebab Gigi Gingsul

Ilustrasi Cabut Gigi pada Ibu Hamil

Gigi gingsul adalah sebutan bagi gigi taring yang tidak menempati posisi yang benar. 

Gigi gingsul disebabkan oleh kurangnya ruang akibat lengkung rahang yang terlalu sempit. Hal ini terjadi karena gigi taring tumbuh paling terakhir, sehingga sering tidak kebagian tempat. Kondisi ini bisa timbul akibat faktor genetik atau keturunan. 

Karakter gigi taring itu sendiri juga sulit diprediksi. Artinya, kita tidak akan pernah tahu kapan dan ke arah mana mereka tumbuh. 

Artikel Lainnya: Tips Supaya Cepat Pulih Setelah Cabut Gigi

Gigi taring termasuk salah satu gigi yang mempunyai peran penting di dalam lengkung gigi, meskipun sering kali mengalami gangguan saat pertumbuhannya. 

Peran dan fungsi unik gigi taring, yaitu:

  • Pedoman rahang bawah saat bergerak membuka atau menutup, agar gigi-gigi rahang atas tidak berkontak dengan gigi rahang bawah.
  • Penahan beban kunyah yang besar, karena memiliki akar gigi paling panjang di antara semua gigi. 
  • Segi estetika. Letaknya berada di sudut lengkung gigi, memiliki bentuk unik seperti transisi antara gigi seri dan gigi geraham. 

Gigi taring sering kali mengalami gangguan dalam pertumbuhannya. Jika ruang yang tersedia antara gigi seri dan gigi premolar sempit, gigi taring diharapkan bisa menyusup di antara celah tersebut.

Namun, pada kenyataannya, gigi tetangganya yang sudah tumbuh sempurna tidak bisa bergeser. Gigi taring pun harus mencari arah lain untuk tumbuh ke permukaan.

Menurut Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences, gigi taring ada yang tumbuh ke arah luar (pipi), ke sisi dalam (langit-langit), atau terjebak dan terpendam di dalam tulang alveolar. 

Adakah Efek Negatif dari Gigi Gingsul?

Sebelum mengetahui apakah gigi gingsul sebaiknya dicabut atau dirawat, ketahui dulu mengenai masalah yang dapat timbul akibat gigi gingsul ini. 

Ya, meskipun dianggap sebagai ‘pemanis’ penampilan, pada kenyataannya gigi gingsul yang tumbuh ke dalam ataupun ke luar bisa memiliki dampak negatif, seperti: 

1. Melukai Bibir

Ini menjadi salah satu alasan mengapa penting untuk merawat gigi gingsul. Pasalnya, gigi gingsul rawan melukai bibir. 

Biasanya akan melukai bibir bawah karena sering membuatnya tergigit. Atau melukai lidah karena ujung gigi taring biasanya bentuknya meruncing.

2. Penumpukan Plak Gigi

Pada area terjadinya gigi gingsul, biasanya terdapat ruang kosong yang terbentuk di antara gigi tetangga dan sulit terjangkau sikat gigi sehingga pembersihannya kurang.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan penumpukan plak gigi dan karang gigi. Bahkan, sering juga memicu gingivitis yang ditandai dengan gusi bengkak serta gusi berdarah.

Artikel Lainnya: Haruskah Cabut Gigi Sebelum Pasang Behel?

3. Pengikisan Akar Gigi

Gigi gingsul ternyata bisa mengakibatkan pengikisan akar gigi, meskipun tidak terlihat dari luar. Menurut European Journal of Orthodontics, 17,7 persen keadaan gigi gingsul mencetuskan pengikisan akar gigi tetangganya.

Pengikisan akar terjadi pada gigi seri samping (12,6 persen), gigi premolar satu (4,8 persen), dan gigi seri tengah (2,1 persen). 

Kapan Gigi Gingsul Harus Dicabut?

Gigi Gingsul

Lalu, apakah gigi gingsul bisa dicabut? Jika ya, pada kondisi apa gigi gingsul harus dicabut?

Pada prinsipnya, gigi gingsul perlu dicabut jika memang menimbulkan gangguan seperti radang gusi. Karena bila dibiarkan, hal tersebut nantinya dapat memicu periodontitis dan bau mulut.

Gigi gingsul juga perlu dicabut apabila posisi kedua gigi tetangga gigi gingsul sudah benar-benar rapat. Nah jika gigi gingsul dicabut, tidak akan menyisakan suatu celah. 

Jadi, pencabutan gigi dilakukan untuk menghindari risiko kesehatan dan pertimbangan dari segi estetis. 

Selain itu, tindakan tersebut tidak bisa dilakukan atas dasar permintaan pasien, tetapi sesuai dengan keputusan dari dokter gigi.

Artikel Lainnya: Punya Gigi Maju alias Tonggos? Ini Solusi Menurut Medis

Pada kasus gigi gingsul lainnya, biasanya pasien perlu melakukan perawatan ortodonti atau kawat gigi. 

Menurut Indian Journal of Multidisciplinary Dentistry, perawatan ortodonti dibutuhkan karena gigi gingsul dapat mendorong dan merusak akar gigi tetangganya serta karena alasan estetis. 

Selain itu, kawat gigi berfungsi untuk memperbaiki posisi gigi secara keseluruhan dan membenahi kontak antara gigi rahang atas dengan rahang bawah. 

Memperbaiki gigi gingsul dengan kawat gigi bisa dengan melakukan pelebaran lengkung gigi menggunakan alat ekspansi. Tindakan ini bertujuan untuk menyediakan tempat bagi gigi gingsul.

Hindari pencabutan gigi gingsul yang tidak dilanjutkan dengan perawatan kawat gigi, kecuali memang sudah diperhitungkan dampaknya. Karena pencabutan gigi gingsul tanpa pertimbangan yang matang dapat membuat tampilan wajah terlihat kempot. 

Jika memutuskan untuk mempertahankan gigi gingsul, maka kebersihan dan kesehatan gusi di sekitar gingsul harus selalu terjaga supaya tidak menimbulkan efek samping. 

Yuk, #JagaSehatmu dengan membaca informasi kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Kamu juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Tanya Dokter, mudah dan praktis!

[RS]

Gigi dan Mulut