HomeInfo SehatDiabetesPenyebab Penderita Diabetes Sering Mengalami Sakit Kepala
Diabetes

Penyebab Penderita Diabetes Sering Mengalami Sakit Kepala

Aditya Prasanda, 02 Agu 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Sakit kepala karena diabetes dapat disebabkan oleh hiperglikemia, hipoglikemia dan perubahan hormon. Ketahui penjelasan selengkapnya lewat ulasan ini.

Penyebab Penderita Diabetes Sering Mengalami Sakit Kepala

Sebagian penderita diabetes kerap mengalami sakit kepala yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa saja penyebab sakit kepala pada diabetes? Bagaimana cara mengatasinya?

Simak penjelasan medis soal sakit kepala pada diabetes berikut ini.

Penyebab Sakit Kepala Akibat Diabetes

Berdasarkan Medical News Today, sakit kepala akibat diabetes terjadi karena perubahan kadar gula darah dalam tubuh.

Perubahan kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) maupun terlalu rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan diabetesi mengalami sakit kepala.

Semakin fluktuatif kadar glukosa darah, semakin besar pula peluang diabetesi alami sakit kepala. Berikut adalah beberapa faktor penyebab sakit kepala pada diabetes:

Artikel Lainnya: Bolehkah Pasien Diabetes Berhenti Minum Obat?

1. Hipoglikemia

Seseorang mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah di bawah takaran normal, jika hasil pemeriksaan gula darahnya lebih rendah dari 70 miligram per desiliter (mg/dl).

Hipoglikemia merupakan kondisi serius, karena gula darah merupakan sumber energi atau bahan bakar utama bagi tubuh, termasuk pada otak. Hipoglikemia dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami pusing.

“Hipoglikemia membuat gula darah yang memasok nutrisi otak terganggu. Akibatnya diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) menjadi pusing, karena mekanisme otak tidak berjalan tanpa adanya gula yang cukup,” jelas dr. Reza Fahlevi, Sp. A.

Selain sakit kepala, hipoglikemia juga menyebabkan sejumlah gejala lainnya, berupa:

  • Kecemasan.
  • Penglihatan kabur.
  • Panas dingin.
  • Kebingungan.
  • Pusing.
  • Kelaparan.  
  • Mudah marah.
  • Mual.
  • Jantung berdebar.
  • Kejang.
  • Berkeringat.
  • Kelelahan. 
  • Tidak sadarkan diri.

Hipoglikemia pada penderita diabetes dapat terjadi jika mereka tidak mengonsumsi cukup karbohidrat maupun mengambil insulin terlalu banyak.

2. Hiperglikemia

Dokter Reza mengatakan hiperglikemia atau kadar gula darah sangat tinggi bisa menyebabkan kondisi dehidrasi yang disebut hiperosmolar.

“Kondisi ini bikin diabetesi sering pipis, akibatnya alami pusing,” jelas dr. Reza. Tidak hanya itu, hiperglikemia penyebab sakit kepala karena diabetes juga memicu munculnya keton.

“Ketika hiperglikemia dan insulin kurang karena diabetes, gula darah tetap tinggi tapi nggak bisa diolah tubuh karena nggak bisa masuk ke dalam sel. Akhirnya terbentuk metabolisme lain yang menyebabkan keluarnya keton dan menyebabkan pusing karena ketonnya terlalu tinggi,” kata dr. Reza.

Artikel Lainnya: Marah-Marah Bisa Bikin Sakit Kepala, Ini Fakta Medisnya

Keton sendiri merupakan senyawa kimia terkecil yang terbentuk dari metabolit lemak. Penumpukan keton dapat menyebabkan kondisi ketoasidosis diabetik.

Kondisi tersebut sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan koma hingga kematian.

Selain sakit kepala, hiperglikemia menyebabkan sejumlah gejala berupa:

  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Dehidrasi
  • Rasa haus dan lapar berlebih
  • Kelelahan
  • Intensitas buang air kecil meningkat
  • Luka lama sembuh

3. Perubahan Hormon

Fluktuasi kadar gula darah turut menyebabkan hormon epinefrin dan norepinefrin mengalami perubahan.

Ketika meningkat, kedua hormon ini dapat membuat pembuluh darah di otak menyempit dan sebabkan sakit kepala pada diabetes.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Karena Diabetes

Dokter Reza mengatakan cara mengatasi sakit kepala akibat diabetes adalah dengan menjaga gula darah normal serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

“Artinya ketika memperoleh obat dan insulin, harus tetap makan dengan takaran yang diatur oleh dokter. Jadi jangan konsumsi obat tanpa makan, itu juga tidak boleh,” jelas dr. Reza.

“Kemudian dosis obat-obatan dan insulinnya harus sesuai anjuran dokter. Selain itu lakukan kontrol gula darah untuk mengetahui efektivitas pengobatan diabetes,” tambahnya.

Itu dia deretan penyebab sakit kepala pada diabetes. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar diabetes, konsultasi ke dokter via LiveChat.

(OVI/AYU)

DiabetesSakit Kepala

Konsultasi Dokter Terkait