Diabetes

Infeksi Hepatitis C Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Aditya Prasanda, 21 Okt 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pengidap hepatitis C disebut-sebut berisiko lebih tinggi mengalami diabetes. Ketahui penyebabnya lewat ulasan berikut.

Infeksi Hepatitis C Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Penyakit hepatitis C merupakan kondisi peradangan hati yang disebabkan infeksi virus HCV (hepatitis C virus). Virus ini dapat menyebar melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi.

Saat tertular HCV, infeksi virus dapat berkembang menjadi kronis atau berlangsung dalam jangka waktu lama. Infeksi HCV kronis dapat meningkatkan risiko penyakit lain, termasuk diabetes.

Melansir Medical News Today, sejumlah penelitian menunjukkan 33 persen orang yang mengidap hepatitis C kronis juga menderita diabetes. 

Bagaimana hubungan antara hepatitis C dengan diabetes? Simak penjelasan di bawah ini.

Artikel Lainnya: Kondisi Serius Akibat Hepatitis C yang Tak Diobati

1 dari 3

Hepatitis C Tingkatkan Risiko Diabetes

Disampaikan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, hepatitis C dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. “Jadi, bukan menyebabkan penyakit metabolik tersebut,” katanya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2017 menyebutkan, pengidap hepatitis C kronis berisiko lebih tinggi mengalami resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Hal ini dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi HCV.

Mereka yang terjangkit hepatitis C juga lebih mungkin mengembangkan diabetes, dibandingkan orang yang terinfeksi hepatitis B

“Hal ini karena kerusakan hati akibat infeksi hepatitis C mengganggu fungsi hati untuk membuang glukosa dari darah,” jelas dr. Astrid.

Organ hati sendiri bertugas menyimpan kelebihan gula di dalam darah, untuk kemudian digunakan bila perlu. Kerusakan hati akan menyebabkan gula darah berlebih menumpuk di dalam darah.

Sebuah studi pada 2015 mengungkapkan, sejumlah kondisi kerusakan hati akibat infeksi HCV yang dapat meningkatkan risiko diabetes di antaranya:

  • Peradangan kronis
  • Steatosis atau kondisi lemak menumpuk di hati
  • Jaringan parut hati (sirosis), yang mengurangi fungsi hati
  • Karsinoma hepatoseluler (sejenis kanker hati)

Kerusakan hati juga mengganggu produksi insulin dan respons tubuh terhadap hormon tersebut. Dalam medis, kondisi ini dinamakan resistensi insulin.

Insulin merupakan hormon yang bertugas membantu sel tubuh mengubah gula darah menjadi energi. Ketika resistensi insulin terjadi, gula darah mengalami penumpukan. Kondisi ini pada gilirannya berkontribusi menyebabkan diabetes tipe 2.

2 dari 3

Hepatitis C Memperburuk Kondisi Diabetes

Untuk mengelola diabetes tipe 2, pengidap harus menjaga keseimbangan insulin dan kadar gula darah. Hal ini harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati.

Sebuah riset pada 2017 menunjukkan, infeksi HCV dapat menurunkan kontrol glikemik dan memperburuk kondisi diabetes.

Namun, para peneliti menemukan pengidap HCV yang terjangkit diabetes bisa memiliki kontrol glikemik yang lebih baik. Hal ini terjadi jika pasien menerima terapi pengobatan antivirus.

Selain itu, dampak pengobatan tersebut juga membuat pasien membutuhkan lebih sedikit insulin. 

Artikel Lainnya: Mengenal Tes Viral Load untuk Mendeteksi Hepatitis C

3 dari 3

Bisakah Diabetes Menyebabkan Hepatitis C?

Terdapat penelitian yang menemukan kondisi diabetes juga dapat menyebabkan hepatitis C. 

Hasil studi pada 2019 mengungkapkan, diabetesi (penderita diabetes) yang mengidap penyakit tersebut selama lebih dari lima tahun berisiko lebih tinggi terinfeksi hepatitis C. 

Riset lainnya menemukan infeksi HCV umum terjadi pada penderita diabetes tipe 2. 

Kendati demikian, belum diketahui pasti penyebab diabetes meningkatkan risiko infeksi HCV. Salah satu dugaannya, karena dalam situasi darurat, komplikasi diabetes ditangani menggunakan jarum suntik.

Paparan jarum suntik diyakini menjadi media penularan hepatitis C virus. Meski begitu, dibutuhkan penelitian lanjutan soal hipotesis penyakit diabetes memicu infeksi HCV.

Hepatitis C terbukti dapat meningkatkan risiko diabetes. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan dini untuk mengatasi HCV sangat penting, utamanya bagi orang yang berisiko mengalami penyakit metabolik tersebut.

Diabetes sendiri tidak dapat disembuhkan. Namun, perkembangannya dapat dicegah dengan mengobati infeksi HCV. Umumnya dokter akan meresepkan obat antivirus seperti direct acting antiviral (DAA) untuk mengatasi hepatitis C.

Obat tersebut minim efek samping, dan sanggup menghilangkan sekitar 90 persen HCV di dalam tubuh.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar hepatitis dan risiko diabetes, chat dokter online lebih mudah lewat Live Chat Klikdokter.

(FR)

Infeksi hati
Diabetes
Hepatitis C