Tips Parenting

Cara Menyalurkan Bakat Anak dengan Down Syndrome

Nesia Qurrota Ayuni, 12 Nov 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Anak dengan down syndrome juga memiliki bakat yang perlu dikembangkan. Berikut cara dari psikolog untuk mengembangkan bakat mereka.

Cara Menyalurkan Bakat Anak dengan Down Syndrome

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat satu kejadian down syndrome dari 1.000 kelahiran di seluruh dunia.  Setiap tahunnya, ada 3.000 hingga 5.000 anak lahir dengan kondisi tersebut. 

Down syndrome mengacu kepada kelainan genetik yang dibawa sejak bayi lahir. Anak dengan down syndrome lahir dengan ciri-ciri fisik tertentu, antara lain wajah tampak datar, ujung mata mengarah ke atas, dan lain sebagainya.

Anak dengan down syndrome sering mendapat perlakuan diskriminatif. Padahal, mereka juga berhak menjalani hidup sesuai yang mereka inginkan. Termasuk mengembangkan bakat yang mereka miliki.

1 dari 2

Bagaimana Mengenali Bakat Anak dengan Down Syndrome?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, pada dasarnya setiap anak terlahir memiliki bakat, tak terkecuali anak dengan down syndrome. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua mengenali bakat mereka.

“Jadi sebisa mungkin, sejak kecil anak (dengan down syndrome) sudah diperkenalkan berbagai aktivitas. Mulai dari kegiatan praktikal, seperti hal-hal yang berhubungan dengan mekanik, memasak, menjahit, atau kegiatan lainnya,” Ikhsan menyebutkan. 

Di samping itu, anak juga bisa disuguhkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan seni, ilmu pengetahuan umum, dan lain sebagainya.

Dengan memberikan kegiatan yang bermacam-macam, orang tua dapat mengenali bakat anak mereka. Pun dengan anak, minat mereka terhadap bidang-bidang tertentu akan muncul.

Artikel Lainnya: Olahraga yang Tepat untuk Anak Down Syndrome

Dewasa ini, sudah banyak anak down syndrome yang terkenal karena bakat mereka. Di Indonesia, ada Stephanie Handojo (28) yang berprestasi melalui olahraga renang. Diketahui, sejak Stephanie berusia delapan tahun, sang Ibunda memperkenalkannya dengan renang karena ia menyukai air.

Stephanie sempat tenggelam dalam sebuah perlombaan, ia juga sempat trauma dan hiatus selama tiga tahun. Namun, ibunya selalu menyemangati dan membantu Stephanie mengatasi rasa takutnya.

Alhasil, beberapa tahun kemudian, Stephanie berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat dunia. Salah satunya adalah menjadi kampiun di Special Olympics World Summer Games 2011 di Athena, Yunani.

2 dari 2

Cara Mengembangkan Bakat Anak Down Syndrome

Ketika orang tua hendak mengembangkan bakat anak mereka, maka penting untuk mengenali terlebih dahulu minat dan bakat mereka. Setelahnya, baru mulai fokus untuk mengembangkannya. Semisal, dengan melibatkan anak dalam les atau kegiatan tambahan yang dapat mengasah bakat.

“Setelah itu orang tua juga perlu terlibat dalam mengembangkan kemampuan anak itu. Contohnya, anak punya bakat masak, selain diikuti les memasak, di rumah juga perlu sering distimulasi dengan memasak bersama,” psikolog Ikhsan menjelaskan.

Nah, tiap anak, kan, punya kemampuannya sendiri, ya. Oleh karena itu, orang tua perlu konsisten dalam mengajari atau memberikan stimulus kepada anak,” imbuh psikolog Ikhsan.

Artikel Lainnya: Cara Melatih Kemampuan Mengingat Anak Down Syndrome

Di samping itu, perlu juga untuk memahami bagaimana kecenderungan anak dalam belajar. Maksudnya, apakah anak tersebut lebih mudah memahami sesuatu dengan cara visual atau dengan cara meniru orang lain.

Jika anak adalah tipe visual, maka bisa diberikan buku berwarna yang berisi step by step kegiatan yang dilakukan. Sementara itu, jika mereka cenderung dari meniru orang lain maka sering libatkan anak dalam kegiatan yang mengasah bakat mereka.

Itu dia cara mengembangkan dan menyalurkan bakat anak dengan down syndrome. Apabila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, jangan ragu hubungi dokter atau psikolog anak, ya. Agar lebih mudah, gunakan fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

Down Syndrome