HomeIbu Dan anakKesehatan BayiBaru Berusia 4 Bulan, Bayi Shandy Aulia Sudah Diberi MPASI, Bolehkah?
Kesehatan Bayi

Baru Berusia 4 Bulan, Bayi Shandy Aulia Sudah Diberi MPASI, Bolehkah?

Krisna Octavianus Dwiputra, 13 Jul 2020

Shandy Aulia memberikan MPASI saat anaknya berusia 4 bulan. Apakah yang dilakukan Shandy Aulia itu diperbolehkan?

Baru Berusia 4 Bulan, Bayi Shandy Aulia Sudah Diberi MPASI, Bolehkah?

Berdasarkan saran Badan Kesehatan Dunia (WHO) atau dari kebiasaan di Indonesia sendiri, bayi boleh diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) ketika menginjak usia 6 bulan.

Akan tetapi, aktris Shandy Aulia justru memberikan MPASI ketika bayinya berusia 4 bulan. Kok, bisa? Apakah boleh? Yuk, simak penjelasan dokter berikut ini.

Shandy Aulia Berikan MPASI untuk Bayi 4 Bulannya

Belum lama ini, aktris Shandy Aulia memberikan MPASI pada anaknya yang berusia 4 bulan. Namun ia juga mengatakan, pilihan ini dibuatnya dengan tidak mudah. 

Istri dari David Herbowo itu mengaku kebingungan, apakah tetap akan memberikan MPASI di usia 6 bulan atau tidak. Maka itu, ia memilih untuk berkonsultasi dulu dengan dokter anak. 

Akhirnya, setelah berkonsultasi, ia memutuskan memberikan MPASI pada anaknya di usia 4 bulan. Alasan tersebut ia ungkapkan di Youtube.

"Awalnya aku cukup sedikit bingung, tapi aku banyak konsultasi dengan dokter dan pastinya baca. Dokter anak yang selama ini menangani bilang Claire sangat dipersilahkan dan boleh untuk MPASI sebelum 6 bulan. Kenapa? Karena daya mengecap Claire  juga sudah baik dan memang Claire-nya yang mau. Jadi, sudah diperbolehkan," kata Shandy dalam video di YouTube pribadinya.

Sebenarnya, Bolehkah Bayi Usia 4 Bulan Diberikan MPASI?

Jarang ada orang tua yang memberikan MPASI di bawah usia 6 bulan. Namun, dalam kondisi tertentu, orang tua boleh memberikan MPASI saat anak berusia 4 bulan. 

Hanya saja, pemberian MPASI tersebut dilakukan di bawah pengawasan ketat dari dokter. Lalu yang penting, langkah tersebut diambil jangan karena keinginan orang tua semata. 

Menurut dr. Devia Irine Putri, salah satu alasan mengapa orang tua memberikan MPASI pada usia 4 bulan adalah karena kenaikan berat badan bayi yang tidak optimal.

"Boleh, asalkan di bawah pengawasan dokter anak. Biasanya MPASI dini diberikan kalau kenaikan BB (berat badan) tiap bulannya tidak optimal. Jadi, pemberian MPASI dini ini berdasarkan saran dokter anaknya, bukan orang tuanya yang kepingin," ujar dr. Devia.

Artikel Lainnya: 5 Resep MPASI yang Praktis untuk Ibu Baru

Adakah Risiko Kesehatan Bila Diberikan Terlalu Cepat?

Meski diperbolehkan atas saran dokter, pemberian MPASI di usia 4 bulan atau kurang dari usia 6 bulan, juga tidak luput dari risiko kesehatan anak. Ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi apabila MPASI diberikan terlalu cepat. 

Berikut risikonya, seperti diungkap dr. Devia Irine:

  • Sistem pencernaan anak belum sempurna, jadi bisa menyebabkan infeksi saluran cerna.
  • Risiko alergi meningkat.
  • Risiko obesitas.
  • Risiko tersedak karena bayi di bawah usia 4 bulan posisi badannya belum tegak sempurna.
  • Bayi kurang dari usia 4 bulan masih butuh ASI. Apabila diberikan makanan, konsumsi ASI-nya jadi lebih sedikit. Padahal kandungan ASI penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jadi, ini berisiko menurunkan sistem kekebalan tubuh anak.

Perhatikan hal-hal di atas apabila orang tua mau memberikan ASI pada anaknya yang berusia 4 bulan atau kurang dari 6 bulan. Selalu konsultasi dan periksa dokter anak sebelum memutuskan pemberian MPASI di usia tersebut.

Artikel Lainnya: Pola Makan MPASI Sesuai Tahapan Usia si Kecil

Kapan Kita Tahu Bayi Siap MPASI?

Dokter Devia Irine mengungkapkan, umumnya bayi akan memberikan "tanda" pada orang tua saat mereka siap untuk makan MPASI. Tanda-tanda tersebut bisa diamati dengan seksama seiring perkembangan bayi.

Orang tua bisa mengamati melalui motorik kasar dan halus si anak. Selain itu, refleks muntah anak juga perlu diperhatikan. Jika sudah jarang muntah, maka bayi sudah mulai bisa diberikan MPASI.

"Kalau kita lihat kesiapan makan, dari keterampilan motorik kasar dan halusnya. Biasanya dilihat refleks menjulurkan lidahnya sudah berkurang, bisa duduk dengan kepala tegak, refleks muntah sudah minimal, bayi menunjukkan ketertarikan kalau ada orang lain yang makan," ujar dr. Devia Irine.

Perdebatan soal pemberian MPASI di bawah usia 6 bulan --seperti yang dilakukan Shandy Aulia-- akan terus terjadi. Dengan membaca informasi yang tepat, pastinya akan menambah pengetahuan baru bagi para orang tua.

Untuk itu, Anda bisa terus membaca artikel berisi informasi kesehatan atau konsultasi langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)  

Artikel Terkait

Lihat Semua
Manfaat Telur Puyuh untuk Menu MPASI

Manfaat Telur Puyuh untuk Menu MPASI

Kesehatan Bayi14 Agu 2022

Jangan ragu memberikan MPASI telur puyuh untuk bayi. Sebab, ada banyak manfaat telur puyuh untuk bayi. Yuk, simak di sini.

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Waspadai Bila Testis Bayi Tidak Turun

Kesehatan Bayi04 Agu 2022

Kondisi testis yang tidak turun pada bayi dikenal dengan istilah kriptorkismus. Hal ini tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi, sehingga kerap sulit untuk diidentifikasi.

Membersihkan Rambut Bayi, Kapan dan Bagaimana Caranya?

Membersihkan Rambut Bayi, Kapan dan Bagaimana Caranya?

Kesehatan Bayi02 Agu 2022

Membersihkan rambut bayi tidak boleh sembarangan. Bagaimana cara membersihkan rambut bayi yang tepat? Berikut adalah beberapa cara tepat membersihkan rambut bayi.

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert