Kehamilan

Ibu Hamil Malas Gerak, Ini Kondisi Kesehatan yang Mengintai

Novita Asavasthi, 01 Okt 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Ibu hamil disarankan untuk tetap aktif bergerak sehari-hari. Ada bahaya yang dapat terjadi pada ibu hamil yang malas atau kurang gerak.

Ibu Hamil Malas Gerak, Ini Kondisi Kesehatan yang Mengintai

Tidak dimungkiri, perubahan hormon dan fisik saat hamil membuat tubuh ibu jadi tidak nyaman. Misalnya, kondisi morning sickness, kaki bengkak, sakit punggung, atau badan jadi cepat lelah sering dialami ibu saat hamil.

Akibatnya, ibu lebih memilih untuk duduk, rebahan, dan mengistirahatkan tubuhnya. Namun, hal ini tidak bisa dibiarkan. 

Sebab, ada risiko kesehatan yang bisa terjadi pada ibu hamil yang kurang gerak. Tidak hanya mengancam kesehatan ibu, kondisi fisik janin pun demikian. 

Untuk itu, simak apa saja dampak kurang gerak pada ibu hamil dan bagaimana cara mengatasinya lewat pembahasan ini. 

Pentingnya Beraktivitas Fisik Saat Hamil

Gaya hidup kurang gerak dapat menyebabkan beberapa masalah kehamilan yang membahayakan kesehatan ibu dan janin. Maka itu, jika kondisi fisik ibu memungkinkan, beraktivitas dan berolahraga saat hamil sangat disarankan.

Menurut, dr. Sara Elise Wijono, MRes, aktivitas fisik tidak sekadar menunjang kesehatan ibu saat hamil saja, ada manfaat yang bisa ibu dapat saat melahirkan nanti. 

“Latihan atau aktivitas fisik umumnya membuat peredaran darah lancar, termasuk ke rahim. Ibu yang aktif bergerak, tubuhnya jadi fit, secara umum juga lebih sehat. Tenaga ibu dapat terlatih jika mau lahiran secara normal. Karena akan lebih baik jika ibunya fit dan tenaganya kuat,” kata dr. Sara.  

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Malas Makan, Apa Pengaruhnya pada Janin?

Bahaya yang Terjadi Jika Ibu Hamil Kurang Gerak

Ada beberapa bahaya yang mengintai jika ibu malas atau kurang gerak saat hamil. Berikut beberapa kondisi yang harus diwaspadai.

1. Berat Badan Ibu dan Bayi Bertambah

“Biasanya orang yang aktif bergerak, berat badannya (BB) ideal. Ibu hamil memang akan naik berat badannya. Tapi, jika naik berlebihan, juga tidak sehat,” jelas dr. Sara. 

Tidak hanya ibu, berat badan janin pun bisa ikut berlebihan. Hal ini diakui oleh studi dari International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity.

Menurut penelitian tersebut, ibu hamil yang kurang gerak rentan memiliki bayi makrosomia atau lahir dengan berat badan besar. Risiko bayi makrosomia dapat menyebabkan ibu mengalami perdarahan atau robek vagina saat bersalin.

2. Depresi

Sebuah penelitian dari jurnal Medicina tahun 2019 mengatakan kondisi kurang gerak pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko depresi

Penelitian tersebut menyimpulkan, wanita yang aktif secara fisik berisiko lebih rendah mengalami depresi dibandingkan wanita yang kurang gerak. 

Sebab, aktivitas fisik dapat menurunkan kadar kecemasan, stres, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Jika ditelisik lebih jauh, beraktivitas fisik dapat memicu tubuh mengeluarkan hormon endorfin, dopamin, dan adrenalin.

Hormon tersebut merupakan bahan kimia di otak yang menyebabkan perasaan bahagia dan percaya diri. Selain itu, perasaan cemas dan stres yang bisa memicu depresi juga bisa dihindari ketika hormon tersebut muncul. 

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Malas Makan, Ini Solusinya

3. Diabetes Gestasional

Studi dari Warwick Medical School menjelaskan, wanita hamil yang depresi dan kegiatannya hanya duduk, kira-kira selama enam jam sehari, berisiko mengalami diabetes gestasional

Dalam kondisi normal, karbohidrat dari makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa (gula darah). Glukosa membutuhkan insulin agar bisa diolah menjadi energi. 

Sayangnya, saat hamil, tubuh ibu mengalami beberapa perubahan hormonal. Perubahan terjadi ketika sistem kerja hormon insulin menjadi kacau saat mengontrol glukosa. 

Jika kondisi ini ditambah dengan kebiasan ibu yang jarang bergerak dan punya berat badan berlebih, risiko diabetes gestasional pun tak dapat dihindari. 

4. Hipertensi

Dilansir jurnal Circulation, volume darah ibu akan meningkat sebanyak 45 persen selama ia hamil. Ini adalah darah ekstra yang harus dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke janin yang sedang dikandungnya. 

Belum diketahui penyebab pasti mengapa ibu rentan mengalami hipertensi saat hamil. Namun, sebuah jurnal Current Hypertension Report menjelaskan hipertensi bisa dihindari jika seseorang rajin beraktivitas fisik. 

Beraktivitas fisik juga berguna untuk menghindari komplikasi hipertensi, yakni preeklampsia. Preeklampsia ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur lewat operasi caesar. 

Artikel Lainnya: 5 Aktivitas Berbahaya di Kehamilan Trimester Akhir

Tips Agar Ibu Hamil Tidak Malas Gerak

Wanita hamil setidaknya butuh aktivitas aerobik dengan intensitas sedang sebanyak 2,5 jam per minggu. Aktivitas aerobik atau kardio dapat dilakukan dengan menggerakan otot lengan dan kaki. 

Tidak harus nge-gym atau angkat beban, cukup lakukan aktivitas yang membuat napas serta jantung ibu berdetak lebih cepat. 

Tips agar kurang gerak pada ibu hamil bisa dihindari sangat mudah. Setiap pagi, ibu bisa rutin bisa berkeliling area perumahan dengan berjalan cepat. Aktivitas ini sudah termasuk olahraga aerobik dengan intensitas sedang, lho.

Guna mencegah badan jadi lelah, lakukan aktivitas fisik tersebut 30 menit sehari dalam seminggu. Jika ditotal, dalam seminggu durasi aktivitas ibu sudah menyentuh angka 2,5 jam, kan?

Apabila masih terlalu berat, coba berjalan-jalan di dalam rumah selama 10 menit per sesi, dan lakukan sebanyak tiga kali dalam sehari. 

Ini dapat membantu sirkulasi darah tetap lancar, risiko akibat kurang gerak bisa dihindari, ibu dan bayi pun jadi sehat!

Masih ada yang ingin ditanyakan tentang dampak kurang gerak pada ibu hamil? Jangan ragu konsultasikan ke dokter kandungan. Agar lebih mudah dan praktis, konsultasi online lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi Klikdokter, ya. 

(AYU/ARM)

Hamil