Terdapat studi yang mengungkapkan bahwa wanita pengidap diabetes berisiko melahirkan bayi yang telah meninggal sejak dalam kandungan (stillbirth). Hal ini berlaku bagi wanita pengidap diabetes tipe 1 maupun 2.
Stillbirth merupakan kondisi ketika bayi wafat di dalam kandungan setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu atau lebih.
Kondisi tersebut tidak bisa disamakan dengan keguguran. Sebab, pada keguguran, bayi meninggal sebelum usia kandungan mencapai 20 pekan.
Dalam kasus stillbirth, sebagian besar kasus bayi meninggal dalam kandungan terjadi sebelum persalinan. Pada beberapa kasus, bayi juga bisa meninggal saat proses persalinan berlangsung.
Lantas, bagaimana diabetes pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir mati? Yuk, cari tahu!
Artikel Lainnya: Benarkah Bayi Prematur Lebih Berisiko Terkena Diabetes Saat Dewasa?
Riset Soal Diabetes Tingkatkan Risiko Bayi Meninggal dalam Kandungan
Penelitian yang mengkaji risiko bayi lahir mati pada wanita pengidap diabetes digagas oleh University of Glasgow, Skotlandia. Hasil studinya diterbitkan melalui jurnal Diabetologia.
Riset dilakukan selama 18 tahun dengan mengamati 5.392 bayi yang dilahirkan oleh 3.847 ibu dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2. Berikut di bawah ini hasil penelitiannya:
-
Persentase Stillbirth
Studi menemukan bahwa ibu dengan diabetes tipe 1 berisiko melahirkan bayi yang telah meninggal sebesar 16,1 per 1.000 kelahiran.
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas penghasil insulin akibat autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan menyerang sel-sel sehat.
Adapun ibu dengan diabetes tipe 2 berisiko mengalami stillbirth sebesar 22,9 per 1.000 kelahiran.
Diabetes tipe 2 merupakan gangguan metabolik akibat resistensi insulin, yaitu ketidakmampuan tubuh dalam merespons hormon insulin.
-
Ciri Berat Badan Bayi Lahir Mati
Bayi dengan berat badan lebih besar maupun kecil dibandingkan yang berbobot normal lebih berisiko meninggal dalam kandungan ibu pengidap diabetes.
Bahkan, pada ibu dengan kadar gula darah (glukosa) paling rendah sekalipun, bayi punya berat badan lahir yang jauh lebih tinggi daripada populasi umum.
-
Jenis Kelamin Bayi Stillbirth
Sekitar 81 persen bayi stillbirth dari ibu pengidap diabetes tipe 2 adalah laki-laki.
Hal tersebut mendukung temuan studi lain yang menyatakan bahwa janin berjenis kelamin laki-laki 10 persen lebih berisiko mengalami lahir mati dibandingkan janin perempuan.
Artikel Lainnya: Mengenal Insufisiensi Plasenta Pada Ibu Hamil dengan Diabetes
Penyebab Diabetes Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Mati
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa ibu pengidap diabetes tipe 2 berisiko 4 kali lebih besar melahirkan bayi yang telah mati sejak dalam kandungan.
Sementara itu, ibu penderita diabetes tipe 1 berisiko 3 kali lebih besar mengalami kondisi yang disebut stillbirth itu.
Peneliti menemukan kadar gula darah tinggi merupakan penyebab utama bayi meninggal dalam kandungan.
Seperti diketahui, gula darah (glukosa) yang cenderung tinggi merupakan kondisi yang identik dengan diabetes tipe 1 dan 2. Kondisi tersebut terjadi karena insulin tidak diproduksi maupun direspons tubuh secara optimal.
Insulin itu sendiri adalah hormon yang bertugas membantu tubuh menyerap dan mengubah gula darah menjadi energi. Ketika tidak direspons dan diproduksi sebagaimana mestinya, kadar gula darah pengidap diabetes pun melonjak.
Artikel Lainnya: Bayi Caesar Berisiko Mengalami Obesitas dan Diabetes
Dijelaskan dr. Atika, terdapat beberapa mekanisme gula darah tinggi menyebabkan bayi lahir mati.
“Pertama, karena adanya pembentukan sistem jantung dan pembuluh darah yang tidak normal secara kongenital (bawaan),” jelas dr. Atika.
“Teori lainnya, yaitu karena kondisi ketoasidosis diabetik yang disebabkan penumpukan glukosa terus-menerus,” sambungnya.
Lebih lanjut, dr. Atika menambahkan bahwa stillbirth juga bisa terjadi karena ibu mengalami preeklampsia. Ini adalah kondisi meningkatnya tekanan darah disertai adanya protein dalam urine.
“Preeklampsia sering terjadi pada ibu hamil dengan diabetes. Kondisi ini mengganggu aliran darah dan penyaluran oksigen ke janin, sehingga dapat mencetuskan bayi meninggal dalam kandungan,” papar dr. Atika.
Wanita hamil yang mengalami diabetes berisiko tinggi mengalami fenomena bayi lahir mati. Oleh karena itu, jika Anda mengidap gangguan metabolik tersebut, rutinlah berkonsultasi dengan dokter.
Dengan demikian, kondisi kesehatan Anda akan terpantau secara keseluruhan. Dokter juga dapat merekomendasikan pengobatan yang tepat guna meminimalkan risiko bayi meninggal dalam kandungan.
Butuh tips dan saran terkait kehamilan? Ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit diabetes? Anda bisa berkonsultasi secara daring kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.
(NB/AYU)
Referensi:
- Wawancara dr. Atika.
- Diabetes UK. Diakses 2022. High risk of stillbirth for women with diabetes.
- Patient. Diakses 2022. Women with diabetes more likely to experience stillbirth.
:format(webp)/article/1J7cltb0MGjbBlt3YAo8g/original/064029700_1644663157-Diabetes_Tingkatkan_Risiko_Bayi_Meninggal_dalam_Kandungan.jpg)