Health Topics

Terapi Sulih Hormon untuk Menopause

194 views

dr. Dina Kusumawardhani

dr. Dina Kusumawardhani

Redaksi Medis

Kedokteran Umum

KlikDokter.com

Terapi sulih hormon sering kali digunakan untuk mengurangi berbagai gejala menopause. Amankah?


Terapi Sulih Hormon untuk Menopause
Terapi Sulih Hormon untuk Menopause

Saat menopause, kadar hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron akan mengalami penurunan. Kedua hormon tersebut berperan penting dalam mengatur siklus haid dan ovulasi.

Beberapa gejala yang dapat dialami ketika menopause, yaitu hot flashes, insomnia, sering berkeringat, vagina kering, dan sebagainya. Menopause juga meningkatkan risiko osteoporosis.

Untuk mengurangi gejala-gejala tersebut dan risiko osteoporosis, dapat diberikan terapi sulih hormon. Berikut adalah jenis-jenis terapi sulih hormon untuk menopause:

  • Terapi estrogen

Estrogen dosis rendah diberikan untuk wanita yang sudah tidak memiliki rahim karena histerektomi (pengangkatan rahim). Estrogen yang diberikan bisa dalam bentuk pil, patch, spray, ring vagina, atau gel.

  • Terapi estrogen dan progesteron/progestin

Terapi kombinasi ini diberikan untuk wanita yang masih memiliki rahim. Pada wanita yang masih memiliki rahim, terapi estrogen saja tanpa progesteron dapat meningkatkan risiko kanker endometrium.

Efek samping yang ditimbulkan dari terapi sulih hormon, di antaranya perdarahan vagina, perut kembung, nyeri atau pembesaran payudara, sakit kepala, mual, dan gangguan mood.

Selain itu, terapi sulih hormon tidak boleh dilakukan sembarangan. Harus dipikirkan apakah manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Hal ini dikarenakan terapi sulih hormon dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, seperti kanker payudara, stroke, penyakit jantung, dan pengentalan darah.

Sebaiknya hindari terapi sulih hormon jika memiliki risiko atau riwayat kanker payudara. Begitu juga dengan mereka yang memiliki risiko stroke, hipertensi, penyakit jantung, kanker ovarium.

Keputusan untuk menggunakan terapi sulih hormon harus dipertimbangkan sebaik-baiknya. Diskusikan dengan dokter Anda, karena setiap individu memiliki risiko, manfaat, dan tujuan yang berbeda-beda.

[RS/RH]

Baca Juga:

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.


Health Tools

Rubrik Spesialis

©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media