Health Topics

Cari Tahu Di Sini Risiko Sedot Lemak

410 views

dr. Dina Kusumawardhani

dr. Dina Kusumawardhani

Redaksi Medis

Kedokteran Umum

KlikDokter.com

Ingin langsing dengan sedot lemak? Tunggu dulu. Cari tahu tahu manfaat dan risikonya di sini.


Cari Tahu Di Sini Risiko Sedot Lemak
Cari Tahu Di Sini Risiko Sedot Lemak

Tubuh ideal bukan hanya impian para wanita, namun juga pria. Untuk mendapatkannya, tidak sedikit yang menggunakan cara instan. Ya, sedot lemak.

Tidak dapat dimungkiri, sedot lemak atau liposuction merupakan salah satu ‘jalan pintas’ menuju langsing. Ini adalah suatu tindakan bedah plastik untuk membuang lemak di bawah kulit.

Prosedur sedot lemak menggunakan alat (kanula), yang dimasukkan ke dalam kulit melalui sebuah sayatan kecil. Tindakan ini biasanya dilakukan di area perut, paha, bokong, lengan atas, dan dagu.

Perlu diketahui, setiap tindakan medis –termasuk sedot lemak, pasti memiliki manfaat dan risiko yang mungkin saja terjadi. Sedot lemak itu sendiri sebenarnya ditujukan untuk orang obesitas, yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, dan sebagainya.

Ditinjau dari segi manfaat, sedot lemak dapat meningkatkan rasa percaya diri karena penampilan yang lebih baik. Selain itu juga dapat mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan obesitas.

Dari segi risiko, sedot lemak bisa menyebabkan pelakunya mengalami:

  • Bengkak, lebam, nyeri, dan baal di bagian sayatan

Keluhan tersebut hampir selalu terjadi, karena adanya luka sayatan. Biasanya, keluhan akan menghilang dalam beberapa hari.

  • Infeksi

Risiko infeksi bisa terjadi pada semua jenis tindakan operasi, termasuk sedot lemak. Karena itu, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah tindakan selesai dilakukan.

Jika Anda tidak bisa menjaga kebersihan luka bekas sayatan, infeksi bisa menjadi masalah serius, bahkan mengancam nyawa.

  • Kerusakan kulit

Kulit di atas luka bekas sedot lemak bisa rusak atau mati. Warna kulit pun akan berubah. Selain itu, scar atau keloid juga mungkin muncul pada orang yang memiliki riwayat penyakit keloid.

Luka bakar di kulit juga bisa terjadi akibat kanula atau liposuction probe yang panas dan mengenai kulit.

  • Kerusakan saraf

Sedot lemak bisa saja menyebabkan kerusakan saraf. Akibatnya timbul keluhan berupa kesemutan, baal, atau bahkan nyeri yang berlebihan..

  • Emboli paru

Emboli terjadi jika lemak terlepas dan masuk ke dalam pembuluh darah yang rusak akibat tindakan sedot lemak. Lemak tersebut bisa menyumbat pembuluh darah di paru ataupun organ lain, seperti jantung dan otak.

  • Perdarahan

Perdarahan juga merupakan risiko yang bisa terjadi pada semua tindakan operasi, termasuk opeasi sedot lemak.

  • Kematian

Sama halnya dengan operasi jenis lainnya, sedot lemak bisa menyebabkan pelakunya kehilangan nyawa akibat satu dan lain hal.

Segala risiko tersebut biasanya dijelaskan oleh dokter sebelum tindakan dilakukan. Dokter hanya akan melakukan tindakan jika pasien sudah paham tentang akan risiko tersebut dan menandatangani informed consent.

Ingat, sedot lemak bukanlah hal sepele yang bisa dilakukan secara sembarangan. Jika Anda ingin melakukannya, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bedah plastik.

(NB/RH)

Baca Juga:

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.


Health Tools

Rubrik Spesialis

©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media