Seks

Hati-Hati, Ini Daftar Gejala Sifilis pada Wanita

Fatin NurJauhara, 31 Des 2022

Ditinjau Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Gejala sifilis pada wanita bisa sangat ringan sampai kamu tidak menyadarinya. Apa saja?

Hati-Hati, Ini Daftar Gejala Sifilis pada Wanita

Sifilis (sipilis) merupakan salah satu penyakit menular seksual. Bakteri sifilis dapat mengendap di tubuh selama beberapa waktu sebelum aktif dan menginfeksi tubuh.

Gejala sifilis dapat sangat ringan sampai kamu tidak menyadarinya. Kemudian tanpa sadar, kamu telah menularkannya kepada orang lain. Selain itu, gejalanya pun bisa datang dan pergi, tetapi bukan berarti infeksi sifilis telah sembuh.

Tanpa pengobatan yang tepat, gejala sifilis justru dapat semakin parah hingga mengancam nyawa. Mari kenali gejala sifilis pada wanita yang perlu kamu ketahui.

Apa Saja Gejala Sifilis pada Wanita?

Apa Saja Gejala Sifilis pada Wanita?

Terdapat empat tahapan sifilis, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier. Setiap tahapnya akan menunjukan tanda-tanda sifilis pada wanita yang berbeda-beda. Namun, gejala tersebut bisa jadi muncul bersamaan dan tidak selalu berurutan.

Disampaikan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhangejala sifilis pada wanita cukup beragam dan biasanya sesuai dengan tahapan penyakit sifilis.

Berikut adalah ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita:

1. Sifilis Primer

Ciri-ciri sifilis pada wanita yang pertama kali muncul adalah luka kecil, yang disebut chancre. Sebagian besar penderita sifilis memiliki satu chancre, tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang memiliki beberapa chancre.

“Selain luka kecil, bisa juga timbul kutil yang berisi nanah di daerah mulut atau vagina, ” tutur dr. Iqbal.

Chancre biasanya berada di sekitar tempat bakteri sifilis masuk ke tubuh. Beberapa bagian tubuh tersebut, seperti:

  • Vagina
  • Anus
  • Dubur
  • Bibir, atau di dalam mulut

Chancre biasanya (tetapi tidak selalu) berbentuk melingkar, kukuh, tidak terasa sakit, serta sulit ditemukan di vagina atau dubur.

Karena tidak ada rasa sakit, sebagian orang tidak menyadarinya. Umumnya, chancre muncul selama tiga sampai enam pekan dan hilang dengan sendirinya.

Meski chancre bisa hilang dengan sendirinya, kamu tetap perlu perawatan medis. Pasalnya, infeksi sifilis sebenarnya belum sembuh dan berpotensi memperparah gejala ke tahap sekunder. 

Artikel lainnya: Jadi Silent Disease, Ini yang Perlu Kamu Tahu soal Sifilis!

2. Sifilis Sekunder

Tahap ini ditandai munculnya ruam pada kulit bersamaan dengan chancre. Ruam bisa dimulai dari bagian tubuh tertentu dan lama-lama berkembang ke seluruh tubuh, bahkan pada telapak tangan dan kaki.

Ruam tersebut memiliki ciri seperti kasar, berwarna merah, atau merah kecokelatan.

Ruam biasanya tidak menimbulkan rasa gatal dan bisa diikuti dengan gejala lainnya, seperti:

  • Demam
  • Luka seperti kutil di mulut atau daerah genital
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri otot
  • Kelemahan atau merasa lelah

Gejala sifilis sekunder pada wanita ini dapat berlangsung selama 2-6 pekan atau bahkan kambuh dan hilang hingga satu tahun. Tanpa perawatan yang tepat, gejala bisa bertambah parah hingga ke tahap selanjutnya.

3. Sifilis Laten

Secara umum, tahap ini tidak memiliki gejala atau tersembunyi dan hanya bisa terdeteksi melalui tes darah.

Berdasarkan penjelasan dari British Medical Journal, pada tahap ini gejala sifilis sekunder terulang kembali pada 25 persen penderitanya. Biasanya penderita tersebut sudah memiliki penyakit ini selama satu tahun.

“Setelah satu tahun infeksi, ruam-ruam tersebut akan hilang dan diam. Artinya, penyakit masih ada, tetapi tersembunyi,” tambah dr. Iqbal.

Gejala sifilis laten pada wanita ini dapat berlangsung 12-24 bulan. Bila tidak ditangani dengan baik, kamu akan terus memiliki sifilis selama beberapa tahun ke depan dan mungkin meningkat ke tahap tersier.

4. Sifilis Tersier

Sebesar 15-30 persen penderita sifilis yang tidak melakukan perawatan dapat sampai di tahap tertinggi atau tersier.

Sifilis tersier merupakan tahapan yang sangat serius karena bisa memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti jantung, pembuluh darah, otak, dan sistem saraf.

Seseorang yang berada pada tahap ini biasanya telah memiliki sifilis selama 10–30 tahun. Pada tahap ini, infeksi bakteri sifilis akan merusak organ dalam dan dapat menyebabkan kematian.

Artikel Lainnya: Mengenal Jenis dan Prosedur Pemeriksaan Sifilis

Komplikasi Sifilis

Jika tidak dirawat dengan baik, sifilis dapat memicu permasalahan kesehatan yang lebih serius.

“Sifilis yang tidak ditangani dapat berakibat fatal karena penyakit ini dapat merusak berbagai organ, jantung, tulang, hati, sendi, saraf, mata, dan otak,” ujar dr. Iqbal.

Wanita dengan sifilis berisiko menularkan penyakit ini kepada anaknya melalui plasenta atau saat lahir. Bayi dengan kondisi tersebut berpotensi mengalami tuli, kelainan bentuk gigi, lahir prematur, meninggal saat masih dalam kandungan, atau saat lahir.

Artikel lainnya: Hati-hati, Sifilis Bisa Menular ke Bayi Sejak di Kandungan!

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotik yang diresepkan dokter.

Semakin cepat perawatan dilakukan, risiko kerusakan organ bisa dihindari. Pasalnya, perawatan yang terlambat mungkin tidak bisa memperbaiki kerusakan organ yang sudah terjadi.

Yuk, #JagaSehatmu dan jangan sampai kamu mendapati ciri-ciri wanita terkena sifilis. Terapkan perilaku seks yang aman, seperti setia dengan satu pasangan dan menggunakan kondom bagi laki-laki.

Bila kamu masih memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, jangan ragu untuk menggunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

(DA/NM)

  • British Medical JournalDiakses pada 2022.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022.
  • Health Direct. Diakses pada 2022.