HomeGaya hidupPerawatan WanitaCara Merawat Luka Jahitan di Vagina agar Cepat Kering
Perawatan Wanita

Cara Merawat Luka Jahitan di Vagina agar Cepat Kering

Ayu Maharani, 26 Mei 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ladies, Anda punya luka jahitan di area vagina? Jangan khawatir! Berikut cara aman untuk merawat luka di vagina supaya cepat kering dan sembuh.

Cara Merawat Luka Jahitan di Vagina agar Cepat Kering

Melahirkan secara normal memang punya risiko tersendiri, salah satunya vaginal tears atau robekan vagina.

Kondisi tersebut umumnya dialami oleh ibu yang pertama kali melahirkan, bayi dengan bobot berlebih, dan proses persalinan yang terlalu lama.

Untuk mengatasi luka di vagina setelah melahirkan, dokter akan menjahit dan memberikan resep obat. Selanjutnya, luka jahitan tentunya harus dirawat.

Sebab, luka yang diabaikan bisa memperlama proses pengeringan dan penyembuhan. Akibatnya, ibu akan kesulitan beraktivitas dalam waktu yang lama.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan risiko lainnya pasca-dijahit, ada sejumlah cara yang direkomendasikan dr. Valda Garcia, yaitu:

1. Berikan Kompres Dingin

Memberikan kompres es ke luka jahitan vagina selama 10-20 menit sekaligus membantu mengurangi pembengkakan. Anda juga bisa membeli kompres dingin yang menyerupai pembalut.

Artikel Lainnya: Bentuk Vagina seperti Jengger Ayam, Normalkah?

Jika Anda ingin mengaplikasikan kompres es, lapisi dulu dengan handuk kecil yang bersih untuk melindungi kulit Anda dari dingin yang ekstrim.

Anda tidak disarankan menggunakan kompres es lebih dari 20 menit karena bisa merusak saraf.

2. Minum Juga Obat Pelunak Feses

Selama proses penyembuhan luka jahitan, Anda disarankan untuk mengonsumsi banyak serat dan air putih agar tidak sembelit. Susah BAB akan membuat Anda mengejan ekstra sehingga jahitan melahirkan normal bisa terlepas. 

Dokter mungkin juga akan meresepkan pelunak feses. Obat tersebut mampu mencegah sembelit sehingga Anda tak perlu mengejan terlalu kuat. Hindari menahan keinginan BAB karena itu juga bisa memicu sembelit. 

3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Dokter juga dapat meresepkan obat antinyeri, seperti ibuprofen. Bicarakan kepada dokter jika Anda punya riwayat alergi ibuprofen.

Mengonsumsi parasetamol juga bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di area luka jahitan. 

4. Tetap Beristirahat

Sangat dipahami bahwa ibu akan sulit beristirahat di masa-masa awal kelahiran si kecil. Tapi setidaknya, Anda bisa menghindari olahraga ataupun aktivitas fisik yang berat. 

Tidak melakukan hal yang berat-berat ini biasanya dilakukan selama 2 minggu usai melahirkan.

Mintalah bantuan kepada anggota keluarga yang lain untuk mengurus pekerjaan rumah tangga sampai luka di vagina sembuh. 

Artikel Lainnya: Benarkah Cuka Bisa Mengencangkan Vagina? Ini Faktanya!

5. Gunakan Pembalut, Jangan TamponĀ 

Hindari penggunaan tampon selama 6 minggu pertama setelah melahirkan. Gunakan saja pembalut dan Anda wajib menggantinya setiap 2-4 jam sekali.

Tiap menggantinya, cuci tangan dengan sabun antibakteri. Hal itu bisa dilakukan selama merawat luka agar terhindar dari infeksi.

6. Basuh dengan Air Hangat usai Buang Air

Setelah berkemih, kemungkinan luka jahitan menjadi agak perih. Untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut, sembari buang air kecil, Anda bisa membasuh area vagina dengan air hangat.

Pastikan wadah air hangat dalam keadaan bersih dan keringkan dengan tisu dari depan ke belakang. 

7. Alternatif Keringkan Vagina usai Buang Air

Jika tak ingin membasuh dengan air hangat, Anda juga bisa menggunakan tisu basah bayi. Tisu basah sebenarnya bisa mengurangi iritasi akibat gesekan ketimbang tisu kering. 

Untuk mengurangi kelembapan, gunakan pengering rambut dengan setelan paling rendah jika Anda kesulitan mengeringkan luka. Berikan jarak setidaknya 20-30 cm dari kulit agar tidak terlalu panas.

Artikel Lainnya: Makan Bawang Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap, Benarkah?

8. Patuhi Pantangan Ini!

Selama luka jahitan di vagina belum kering, Anda dilarang mandi dengan garam karena menyebabkan perih.

Aktivitas seksual apa pun juga tidak boleh dilakukan sampai penyembuhan benar-benar sempurna.

9. Pilih Kloset Duduk

Ketimbang kloset jongkok, kloset duduk mampu mengurangi ketegangan dan tekanan di luka jahitan. Anda pun akan terhindar dari rasa nyeri. 

10. Duduk Senyaman dan Seaman Mungkin

Tak cuma soal kloset, pastikan Anda juga duduk dalam posisi ternyaman dan teraman. Hindari duduk terlalu lebar (mengangkang), apalagi jongkok, agar bekas jahitan tidak rusak dan menyebabkan nyeri. 

Sementara itu, dr. Valda juga mengingatkan, “Semua cara-cara di atas saling melengkapi, jadi sebisa mungkin Anda harus melakukannya agar area jahitan bisa cepat kering dan sembuh.”

“Apabila luka terasa semakin nyeri dan mengganggu aktivitas, keluar darah atau nanah, sebaiknya Anda segera ke dokter kandungan dan kebidanan yang menangani,” dia mengingatkan.

Itulah cara merawat luka jahitan agar cepat kering. Bila masih ada pertanyaan seputar kesehatan vagina dan kondisi ibu pasca-bersalin, konsultasikan lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

melahirkanVagina

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter