HomeGaya hidupDiet dan NutrisiMakan Sekali Sehari Demi Diet, Bahayakah?
Diet dan Nutrisi

Makan Sekali Sehari Demi Diet, Bahayakah?

dr. Sara Elise Wijono MRes, 13 Des 2016

Tak sedikit orang yang melakukan diet hanya dengan makan sekali dalam sehari. Tujuannya tentu saja demi bentuk tubuh ideal. Hati-hati bahaya yang mengincar Anda di balik pola diet ini.

Makan Sekali Sehari Demi Diet, Bahayakah?

Anda ingin mengurangi berat badan? Pada umumnya, para ahli menyarankan Anda untuk mengombinasikan pola makan sehat dengan olahraga teratur. Masalahnya, banyak orang yang tak sabar melakukannya dan menginginkan hasil yang cepat dan efektif.

Makan sekali dalam sehari pun menjadi pilihan yang diminati cukup banyak orang. Tapi sebenarnya dapatkah tubuh manusia hanya mendapatkan ‘jatah’ makanan hanya satu kali dalam sehari?

Suatu penelitian pada tahun 2007 membandingkan orang yang makan satu kali sehari dan tiga kali sehari Masing-masing kelompok mendapat asupan dengan jumlah total kalori yang sama.

Hasilnya, mereka yang makan tiga kali sehari memiliki kadar gula darah puasa lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang makan hanya sekali sehari. Kenaikan gula darah pada kelompok yang makan tiga kali sehari pun lebih rendah

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa makan sekali sehari dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit diabetes mellitus. Selain itu, alih-alih mengalami penurunan berat badan, Anda justru akan mengalami peningkatan berat badan.

Makan sekali sehari juga menyebabkan kenaikan hormon insulin yang berperan dalam pengambilan gula dari darah ke dalam sel tubuh. Bahkan, suatu studi tahun 2008 menemukan, makan sekali sehari dapat meningkatkan penyimpanan lemak dan mengurangi penggunaan lemak sebagai bahan bakar tubuh.

Makan akan menimbulkan rasa kenyang yang merupakan sinyal otak bahwa tubuh sudah tidak memerlukan asupan makanan. Dengan mengurangi jumlah makan (sekali sehari), maka rasa kenyang akan berkurang pula.

Orang yang makan tiga kali sehari akan merasa lebih kenyang dibandingkan mereka yang hanya makan sekali sehari. Akibatnya saat makan sekali sehari, porsi makan justru lebih besar dibandingkan dengan makan tiga kali sehari.

Makanan juga merupakan sumber energi. Jika Anda mengonsumsi lebih sedikit dari kebutuhan harian, kerja organ-organ di dalam tubuh menjadi tidak efektif. Tubuh juga akan memperlambat metabolisme. Bahkan, tubuh bisa memecah otot untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Nah, daripada Anda makan hanya sekali sehari, lebih baik makan tiga kali sehari. Namun atur pola dan porsi yang Anda konsumsi. Perbanyak buah dan sayur serta hindari makanan yang digoreng.

Semoga diet Anda sukses!

(RH)

Artikel Terkait

Lihat Semua
Makanan Dikerubungi Semut, Masih Boleh Dimakan?

Makanan Dikerubungi Semut, Masih Boleh Dimakan?

Diet dan Nutrisi16 Agu 2022

Tidak sengaja makan makanan yang sudah disemutin, apakah masih aman atau ada dampak buruknya bagi kesehatan?

Mana Lebih Baik untuk Kesehatan, Minyak Kelapa atau Minyak Zaitun?

Mana Lebih Baik untuk Kesehatan, Minyak Kelapa atau Minyak Zaitun?

Diet dan Nutrisi15 Agu 2022

Jangan sampai salah memilih minyak untuk memasak. Di antara minyak kelapa dan minyak zaitun, mana yang paling baik?

Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Diet dan Nutrisi12 Agu 2022

Mungkin kamu bingung memilih antara daging merah dan daging putih. Keduanya sama-sama memiliki banyak gizi. Namun manakah yang lebih baik untuk dikonsumsi?

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert