Sukses

Pengalaman Menyeramkan yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Bulu kuduk merinding sering terjadi saat kita ketakutan atau merasakan kehadiran makhluk halus di sekitar. Bagaimana medis menjelaskan kondisi ini?

Kisah mistis memang bisa bikin penasaran. Namun, ada juga orang yang tidak suka dengan cerita berbau mistis dan langsung merinding saat mendengarnya.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu pernah mengalami bulu kuduk merinding?

Mindok sih pernah merinding saat lagi jaga malam. Baru kali itu Mindok merasakan hal horor yang tidak pernah disangka sebelumnya.

Kata orang-orang, waktu itu Mindok digangguin sama makhluk halus yang tinggal di rumah sakit setempat.

1 dari 3 halaman

Pengalaman Seram yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Seperti biasanya, hari itu Mindok kedapatan untuk jaga malam dengan satu tim berisi dua orang perawat di bangsal perawatan dewasa.

Jaga malam di rumah sakit ini memang terkenal membuat kapok. Soalnya, ruang dokter jaga terletak di ujung lorong, terisolir, gelap, dan harus melewati banyak ruang perawatan yang memang dikosongkan.

Rekan-rekan Mindok yang wanita selalu enggan untuk bertugas jaga di rumah sakit ini.

Menurut pengakuan, mereka merasa sangat horor dan langsung merinding setiap kali harus melewati lorong kamar perawatan yang sengaja dikosongkan.

Ternyata, apa yang rekan Mindok ceritakan bukan omong kosong belaka. Mindok merasakan sendiri pengalaman seram itu, tak lama setelah mendengar cerita dari rekan yang pernah tugas di rumah sakit tesebut.

Malam itu, Mindok jaga di salah satu rumah sakit tua untuk pertama kalinya. Awalnya Mindok merasa biasa-biasa saja dengan kondisi rumah sakit yang tidak terlihat aneh sejauh mata memandang.

Malam itu, Mindok bersama tim perawat baru selesai menangani seluruh pasien di bangsal perawatan sekitar pukul 23.05.

Karena tidak ada pasien yang gawat, Mindok menuju ke ruang dokter jaga untuk membuat laporan supaya bisa dipresentasikan besok pagi.

Saat melewati lorong menuju ruang dokter jaga, ada sebuah kamar perawatan yang pintunya terbuka.

Mindok otomatis menengok dan melihat ada sebuah kursi roda kosong menghadap ke arah jendela yang tertutup. Mindok enggak berpikir macam-macam, dan terus berjalan menuju ruang dokter jaga.

Sesampainya di ruang dokter jaga, Mindok langsung duduk, membuka laptop dan mulai mengetik laporan.

Sepuluh menit berlalu, ada yang mengetuk pintu. Karena merasa tanggung untuk berdiri dan membuka, Mindok menyahutinya dengan teriakan.

Tidak ada respons apa-apa, Mindok langsung bergegas membukakan pintu. Ternyata, yang berdiri di depan pintu adalah dua anggota perawat yang memberi tahu bahwa ada pasien yang demamnya tinggi.

Tanpa pikir panjang, Mindok langsung meresepkan obat untuk menurunkan demam si pasien. Tak lama setelah itu, Mindok langsung kembali duduk dan menatap laptop untuk lanjut bikin laporan.

Cerita Mindok Lainnya: Sering Sakit Kepala Akibat Hubungan Toxic, Waspada Psikosomatis!

Beberapa saat kemudian, pintu ruang dokter jaga kembali diketuk. Merasa tidak sopan berteriak di tengah malam, Mindok langsung membuka pintu. Namun, kali ini tidak ada siapa-siapa di depan pintu.

Saat itu Mindok berpikir bahwa suara ketukan pintu hanya halusinasi saja. Ya sudah, Mindok langsung kembali duduk ke kursi untuk lanjut buat laporan.

Tapi, tak lama setelah duduk, pintu ruang jaga kembali diketuk. Tidak ingin terulang, kali ini Mindok tidak langsung membuka pintu.

Namun, ketukan kembali terdengar beberapa kali. Langsung saja Mindok membuka pintu dan mendapati dua orang perawat berseragam putih-putih.

Perawat itu meminta Mindok untuk melihat pasien yang sedang kesakitan di ruang rawat Mawar.

Mindok mengiyakan dan bilang akan segera menyusul, karena harus merapikan dan membawa laptop supaya bisa bikin laporan di sana sambil memantau kondisi pasien.

Setelah merapikan laptop, Mindok langsung bergegas menuju ke meja perawat dan minta didampingi ke ruang Mawar.

Mindok kembali melewati lorong panjang yang minim pencahayaan. Mindok kembali melintas di depan ruang rawat misterius yang pintunya terbuka.

Hanya saja, kursi roda yang tadinya menghadap jendela, sekarang sudah berbalik menghadap ke pintu.

Mindok tidak berpikir yang aneh-aneh. Ketika sampai ke meja perawat, semua perawat bertanya-tanya ada apa Mindok datang ke situ.

Mindok memberitahu bahwa ada perawat yang memanggil untuk melihat pasien di ruang Mawar. Semua perawat keheranan dan saling memandang satu sama lain.

Akhirnya, salah satu perawat berbicara bahwa tidak ada dari mereka yang memanggil Mindok.

Mereka juga bilang bahwa ruang Mawar sudah tidak beroperasi alias tidak lagi digunakan untuk merawat pasien.

Bulu kuduk Mindok langsung merinding. Daripada harus melintas di ruangan yang horor tadi, Mindok memutuskan untuk membuat laporan di meja perawat (untung laptop sudah dibawa).

Pagi pun tiba. Bapak cleaning service kemudian datang ke meja perawat. Bapak tersebut bertanya kepada perawat yang sedang berjaga:

“Kenapa bangsal rawat di lorong ada yang terbuka? Padahal sebelumnya sudah saya tutup dan kunci semua,” katanya.

Mendengar pertanyaan tersebut, tidak ada satu pun perawat yang mampu menjawab. Mindok kemudian ikut nimbrung dan berkata:

“Pak, ruang mana yang dimaksud? Saya lihat dari semalam memang ada satu ruang yang sudah terbuka sejak saya datang. Di ruang itu juga ada kursi roda,” ujar Mindok.

Mendengar jawaban Mindok, bapak cleaning service langsung menceritakan kronologi dari ruang misterius tersebut.

“Dok, itu ruang Mawar dulunya untuk pasien-pasien yang sakitnya sudah sangat parah. Tapi sekarang ruangannya kosong. Tidak ada kursi roda di situ seharusnya,” ungkap bapak cleaning service.

“Memang tadi saya lihat terbuka. Tapi, dalamnya masih tetap kosong, Dok. Tidak ada kursi roda atau benda apapun. Mungkin Dokter lagi kena apes aja, Dok” sambungnya.

Mengingat kembali perkataan si bapak cleaning service membuat bulu roma Mindok langsung merinding.

Kata orang-orang, bulu kuduk merinding pertanda ada setan. Jangan-jangan, Mindok diikuti oleh “penunggu” ruang kosong dari rumah sakit itu?!

2 dari 3 halaman

Bulu Kuduk Berdiri saat Takut

Jangan buru-buru merasa takut atau cemas, Sobat KlikDokter. Tidak selamanya bulu kuduk merinding merupakan pertanda dari adanya makhluk halus kok!

Mindok kasih tahu, bulu kuduk merinding sebenarnya merupakan reaksi alami dari tubuh kamu. Dalam medis, bulu kuduk merinding dikenal dengan istilah piloereksi.

Piloereksi terjadi sebagai refleks tubuh ketika mengalami sesuatu yang memengaruhi emosi atau suhu/temperatur tubuh secara umum.

Awalnya, piloereksi merupakan refleks yang ditemukan pada hewan untuk menghangatkan tubuh saat suhu dingin. Refleks ini pun juga dimiliki manusia purba ketika ada dalam keadaan terancam.

Pada hewan, bulu-bulu yang berdiri tegak berfungsi sebagai sarana menghambat panas (insulasi) sehingga tubuh menjadi lebih hangat.

Lalu, pada manusia purba yang merasa terancam, bulu yang berdiri tegak dapat membuat ukuran mereka tampak lebih besar sehingga hewan pemangsa akan ketakutan.

Lantas, bagaimana dengan bulu kuduk merinding pada manusia modern? Pada kasus ini, bulu kuduk merinding lebih dipengaruhi oleh faktor emosional.

Pada manusia modern, emosi seperti ketakutan, merasa terancam, teringat kenangan, hal-hal menyeramkan, dan perasaan sejenisnya dapat memicu otak untuk memproduksi suatu zat kimia.

Nah, zat kimia yang muncul akibat perasaan tersebut bisa membuat kamu mengalami bulu kuduk merinding.

Tak cuma itu, bulu kuduk juga bisa merinding saat mendengarkan musik atau melihat kejadian yang menggetarkan hati.

Kamu tau gak? Kamu pun bisa merinding saat merasa gentar ketika harus memutuskan pacar yang posesif, lho!

Penyebab Merinding, Kenapa Hal ini Bisa Terjadi?

Merinding atau bulu kuduk berdiri merupakan suatu refleks involunter yang terjadi akibat berbagai stimulasi.

Stimulasi tersebut dapat berupa faktor emosional, yang membuat tubuh mengeluarkan hormon adrenalin.

Adrenalin menyebabkan otot-otot pada folikel rambut di kulit berkontraksi. Alhasil, rambut pada kulit tertarik dan menjadi tegak.

Kamu juga bisa merasakan hal yang sama saat cuaca sedang dingin. Sebab, pada saat tubuh kedinginan, otak akan memberi respons agar tubuh dapat mencari suhu yang hangat.

Dari proses itu, tubuh kamu akan merinding, kulit menjadi pucat dan muncul keinginan untuk meringkuk (memeluk diri sendiri).

Di luar hal-hal yang sudah Mindok sebutkan, ada juga orang-orang yang mengalami bulu kuduk merinding tanpa sebab yang jelas.

Ada pula yang mengalami bulu kuduk merinding saat terdorong hasrat seksual atau ketika menemukan inspirasi.

Bulu kuduk merinding banyak faktornya, Sobat KlikDokter. Maka itu, jangan melulu anggap bahwa keadaan yang satu ini merupakan pertanda kehadiran makhluk tak kasat mata.

Kalau kamu sering mengalami bulu kuduk merinding dan penasaran dengan penyebabnya, tak perlu sungkan untuk bertanya dengan rekan Mindok melalui Live Chat dari KlikDokter. Klik di sini, ya!

0 Komentar

Belum ada komentar