klikdokter.com
Minggu, 21 September 2014
<

Vagina Kering & Keputihan

Salam dok, Saya wanita 22 tahun, sudah menikah. pertama mengenai diri saya, 1. Apa faktor yg membuat vagina kering dok? Vagina saya kering, mengakibatkan ketika berhubungan intim suamiselalu memakai pelumas (merek durex *red). Dan saya terlalu khawatir jika terlalu sering menggunakan pelumas, saya takut ada efek samping akibat terlalu sering menggunakan pelumas. Disamping itu saya juga mengalami keputihan yg tak ada hentinya, seperti susu agak kekuningan, bau nya seperti sperma namun tidak gatal. Sudah berbagai macam obat saya gunakan namun tidak ada efek apa2. Kecuali obat merek dagang metronidazole. Namun saya tahu obat terdebut tidak boleh digunakan untuk jangka panjang. Saya harus konsumsi apa untuk vagina saya yg kering? Lalu solusi untuk keputihan saya bagaimana dok? 2. Mengenai suami saya. Saat berhubungan intim/saat saya meng-onanikan suami saya, ketika sperma nya keluar, sperma itu tidak menyembur/muncrat seperti yg saya lihat di video video porno. Keluarnya lebih seperti tetesan2 biasa, dan sangat kental sekali. Apakah itu normal dok? Apakah tidak ada efek nya terhadap potensi kami mendapatkan keturunan? Kami baru menikah 4 bulan, namun belum dikaruniai momongan, padahal kami setidaknya 2-3 kali berhubungan. Sekian pertanyaan saya dok, mohon penjelasannya. Terimakasih.



Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. 

Vagina kering dapat berarti cairan vagina Anda tidak berproduksi dalam jumlah cukup. Saat terangsang, kelenjar-kelenjar pada vagina akan mengeluarkan sekret/cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan penetrasi. Rasa sedikit basah yang Anda rasakan saat senggama terjadi akibat produksi cairan lubrikan ini. Produksi cairan ini dapat diketahui "cukup" atau tidak setelah Anda nantinya berhubungan seksual melalui aktivitas foreplay yang cukup.

Pada wanita, vagina yang basah atau lubrikasi merupakan suatu pertanda seseorang wanita terangsang secara seksual. Rangsangan tersebut dapat berupa rangsangan visual seperti menonton film biru seperti halnya yang Anda lakukan bersama teman Anda, maupun rangsangan secara fisik melalui kontak fisik seperti berciuman, petting, foreplay dan lain sebagainya. Setiap orang dapat terangsang melalui hal yang berbeda-beda dan tidak disamakan satu sama lain. ANda bisa mencoba menggunakan lubrikan hubungan yang dijual bebeas di pasaran. Namun jika tidak berefek dengan lubrikan atau Anda merasa terganggu dengan keluhan Anda, coba konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
 
Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Dari hasil pengobatan laboratorium yang Anda berikan, peyebab keputihan Anda adalah bakteri maka dibutuhkan antibiotik. Pemberian antibiotik/antijamur harus di bawah pengawasan dokter. Kami sarankan  Anda memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan.

Berikut adalah artikel terkait:

Keputihan

Penyebab Keputihan Abnormal

9 Tips Menjaga Kesehatan Vagina. 

Demikian informasi yang dapat kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat. (PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

dokter Ditulis oleh:

dokter

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Apa itu HPV?
Keputihan Gatal
Lesi Putih Pada Penis