klikdokter.com
Rabu, 23 Juli 2014

Penis Bengkok

Siang Dok.. Saya mau konsultasi dok,saat saya berusia 16 tahun penis saya mengalami pembengkokan ke sebelah kiri saat mengalami ereksi.Sementara sebelumnya normal2 aja dan saya tidak pernah mengalami trauma dibagian itu seperti luka ataupun jaringan parut.Mohon petunjuknya ya dok,apakah yg menjadi penyebab dan apa yg menjadi dampaknya bagi saya dan pasangan saya.Terimakasih dok



Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Penis yang bengkok tentu menimbulkan kekhawatiran pada kaum pria. Normalnya, penis memang sedikit bengkok. Namun, ada keadaan yang membuat penis bengkok dengan derajat bervariasi baik ke atas-bawah, maupun kiri-kanan. Keadaan ini disebut dengan Peyronie’s Disease.

Peyronie's Diesase merupakan  keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi.

Bagaimana dengan Anda?

Pada penis dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalahgenetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menybebkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa struktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Sebagian besar orang dengan penyakit Peyronie dapat terus melanjutkan aktivitas seksualnya walau terdapat penis yang bengkok. Namun, bila derajat bengkokan lebih besar, bisa terjadi gangguan dalam mencapai kepuasan seksual.

Bila Anda mengalami hal ini, jangan khawatir, umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Namun, kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis urologi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Jerawat
Gigitan nyamuk
Kaki melepuh usai futsal