klikdokter.com
Selasa, 23 September 2014
<

Haid tidak lancar

Dokter, anak saya bulan agustus kemaren haidnya tgl 25, bulan ini sdh tgl 29 anak saya blm juga haid. Tdk ada tanda-tanda yg mengcurigakan dari anak saya. Cuma saya kuatir kok dia blm dtg haid. Apakah normal klo anak remaja dtg haidnya telat ato kecepatan?.. Kata anak saya temannya ada yg sekali 2 bulan baru haid. Tlg dokter saya sebagai orgtua jd bimbang. Terima kasih dokter.



 Terimakasih atas pertanyaan Anda. 

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari.

Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Pada umumnya, disamping mengatasi faktor yang menjadi penyebab, penderita oligomenorea juga akan diterapi dengan menggunakan terapi hormon, diantaranya dengan mengkonsumsi obat kontrasepsi. Jenis hormon yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis hormon yang mengalami penurunan dalam tubuh (yang tidak seimbang). Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Karena itu, kami menyarankan bila memang anda bingung, anda dapat membawa anak anda ke dokter kebidanan dan kandungan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut serta pemberian terapinya. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


 

dokter Ditulis oleh:

dokter

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Nyeri Haid
Mata Perih
Ingin Hamil