klikdokter.com
Sabtu, 23 Agustus 2014
<

Keluar Cairan Pasca Berhubungan

Dear Dokter, Sore Dokter, saya Nia sudah menikah selama 11 bulan dan belum memiliki anak. Selama menikah, misalnya malam ini saya berhubungan, besok pagi pasti mengeluarkan lendir yang cukup banyak dan bau hingga seharian.Selain itu setiap harinya saya keputihan dengan lendir berwarna putih susu seperti tepung cair, gatal dan bau. Bulan Januari 2013 saya memeriksakan keputihan di RSIA dekat dengan rumah, dan kata dokter saya sariawan vagina. Lalu saya diberi neo ginoxa selama 5 hari. Keputihannya berhenti namun hanya bertahan 2 minggu saja. Setelah itu keputihan lagi, namun tidak bau seperti sebelumnya dan tetap gatal. Karena suami saya sedang keluar kota, saya baru periksakan lagi kemarin seminggu yang lalu. Hasil persiksa masih sama, yaitu sariawan. Setelah diberi obat yang sama selama 5 hari juga, saya berhubungan. Pagi hari nya tetap mengeluarkan cairan namun bening tidak gatal, dan tidak bau. Yang saya tanyakan, apakan keluarnya cairan bening hingga seharian setelah berhubungan tadi malam itu normal terjadi dokter? atau sariawan yang saya alami belum sembuh? karena menurut dokter yang memeriksa, jika keputihannya sudah beda dan tidak gatal itu sudah sembuh, namun saya jadi takut dengan adanya lendir ini. Mohon jawabanya ya dok, Terimakasih.



Saudari yang terhormat,

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Cairan yang keluar dari vagina saat atau setelah berhubungan tersebut berupa semen (cairan ejakulat pria) yang bercampur dengan cairan lubrikan yang dikeluarkan oleh vagina. Selama tidak keluar terus-menerus, tidak berbau dan gatal maka hal ini masih normal. Seperti yang telah disebutkan oleh dokter yang merawat Anda, cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Untuk menjaga kebersihan daerah vagina, Anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini:

 

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

 

 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Bengkak & Diet Penyakit Ginjal
Payudara Anak Laki-laki Besar?
Minum Pil KB, Haid Jadi Sedikit