klikdokter.com
Kamis, 28 Agustus 2014
<

Lendir dan Darah setelah Berhubungan Seks

Dok saya wanita karier,usia 31 tahun,sudaha di karuniai seorang anak laki2x,saya dan pasangan saya melakukan hubungan badan besoknya ada yang keluar dari kemaluan saya berupa lendir dan sedikit pendarahan.ada apa dengan saya ya dok,karena setiap berhubungan sex tidak pernah terjadi seperti itu.trima kasih dok



Ibu yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Penyebab keluarnya darah dan lendir dapat berbagai macam, mulai dari luka hingga infeksi. Bila Anda masih belum penuh terangsang saat berhubungan seksual, hal ini dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet pada vagina sehingga dapat menyebabkan darah keluar dari vagina. Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena hal-hal yang sudah disebutkan di atas tidak berbahaya. Apabila ada luka pada vagina, sebaiknya sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Namun terdapat beberapa kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Apabila perdarahan tersebut berkelanjutan atau disertai gejala lain seperti nyeri, sebaiknya Anda mempertimbangkan kondisi-kondisi ini. Kondisi di bawah ini sebaiknya ditanggapi dengan serius, di antaranya adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil.
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak.
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual).
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan.
  5. Kanker leher rahim. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun.
  6. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Apabila hal tersebut terjadi, saran kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera melalui pemeriksaan tambahan. Pengobatan dan tindakan yang dilakukan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat. [SH]

 

Salam

Tim Redaksi Klikdokter


 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Benjolan di Perut Kiri
Lendir dan Darah setelah Berhubungan Seks
Telinga Kemasukan Air