A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/tanyadokter.php

Line Number: 278

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/tanyadokter.php

Line Number: 278

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/tanyadokter.php

Line Number: 282

Sulit Buang Air Besar (BAB) - Tanya Dokter
klikdokter.com
Jumat, 29 Agustus 2014
<

Sulit Buang Air Besar (BAB)

saya sdh 4 hr tdk BAB, biasanya rutin 1 - 2 hari sekali, sdh sy cb pakai micolax cair. stl 10 mnt ada keinginan BAB tp sepertinya ada yg menghambat. Stl 8 jam kami cb lagi dgn Dulcolax, hslnya sama ada keinginan tp ada yg sprt menghambat saluran, Semua obat sy pakai yg lsg lwt dubur, sy jg sdh minum vegeta baru 2 kali. Skrg perut blm sakit mual atau terasa kembung, yg sakit disekitar dubur seperti sakit wasir. Ada feces yg keluar sedikit dan bentuknya gepeng dan bulat2. Apa penyebab dan obat apa yg hrs sy minum spy feces jd lunak? terimakasih dokter.



 Bapak/Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah raga
  • Kurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  • Adanya luka pada kulit anus
  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.
  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.
  • Olahraga secara teratur
  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Namun, untuk konstipasi yang bersifat akut atau subakut pada orang dewasa berusia menengah seperti Anda, sebaiknya dicoba ditelusuri kemungkinan adanya lesi yang menutup rongga usus besar. Perlu dibedakan apakah ada infeksi atau tidak. Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter setempat. 

Obat untuk membantu feses menjadi lunak digunakan pada kasus konstipasi yang bersifat lama atau kronik disebut lactulose. Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda memerlukan obat ini.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.[](PNA)

Salam,

 

Redaksi Klikdokter

Ditulis oleh:

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Jerawat di Kemaluan
Keputihan disertai bercak darah?
Tidak Mens saat Masa Nifas