klikdokter.com
Sabtu, 23 Agustus 2014
<

Psikologis Anak & Sering Pindah Rumah

Dok, saya meiliki bayi laki2 yang berusia baru 4 bulan. selama ini anak saya selalu berpindah2 tempat dan lingkungan setiap +/- 2 minggu sekali diakrenakan faktor keluarga dalam hal ini orang tua dan mertua saya (cucu pertama), sehingga untuk memenuhi permintaa mereka kami harus membawa putra kami dengan rentang waktu tersebut di atas.. apakah dengan rutinitas seperti itu dapat mempengaruhi psikis anak ? sebagaimana sya perhatikan setiap kali pindah ke rumah mertua atau sebaliknya kembali ke rumah saya anak selalu rewel di hari pertama.. terima kasih



Terimakasih atas pertanyaan Anda.

 
Hal utama yang dapat berdampak langsung pada perkembangan kondisi kejiwaan anak adalah atensi dan kasih sayang orang tua kepada sang anak. 
 
Dalam kondisi tertentu, terkadang anak mau tidak mau ditempatkan pada situasi terjarak jauh kebutuhan kasih sayang orangtuanya. Dan sedikit banyak situasi ini dapat menenggarai kondisi gangguan perkembangan kejiwaan anak.
 
Salah satunya adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan neurobiologis yang ciri-cirinya sudah tampak pada anak sejak kecil. Anak ADHD mulai menunjukkan banyak masalah ketika SD karena dituntut untuk memperhatikan pelajaran dengan tenang, belajar berbagai ketrampilan akademik dan bergaul dengan teman sebaya sesuai aturan.
 
Gejala ADHD:
• Sering tidak dapat memusatkan perhatian pada suatu hal secara detail / rinci
• sering membuat kesalahan karena ceroboh
• Sulit mempertahankan perhatiannya pada tugas - tugas atau aktifitas bermain
• Segera tidak mendengarkan sewaktu diajak bicara
• Sering tidak mengikuti perintah / cenderung menentang dan tidak memahami perintah
• Sering tidak dapat mengorganisir / mengatur tugas - tugas / aktivitasnya
• Sering menolak, tidak menyenangi untuk terikat pada tugas - tugas yang menuntut
• Sering kehilangan barang
• Perhatiannya mudah beralih
• Pelupa
 
Sekelumit tentang hal yang dapat dikiatkan untuk menekan risiko ADHD pada anak:
 
1.Sedini mungkin membiasakan anaknya untuk hidup dalam suatu aturan. Dengan menerapkan peraturan secara konsisten, anak dapat belajar untuk mengendalikan emosinya. Dalam kondisi Anda, jangan sampai terdapat dua peraturan berbeda yang diterapkan antara Anda sebagai orangtua dan mertua. 
 
Contoh: Nenek atau Kakeknya membolehkan es krim untuk dimakan sebelum tidur tanpa sikat gigi, namun jika anak bersama Anda, Anda melarangnya untuk berbuat demikian. Disorientasi peraturan yang sering terjadi dapat mengarahkan anak kepada gangguan psikologis di masa dewasanya kelak.
 
Sebaiknya sepakati bersama dengan komunikasi antara wali orang tua mengenai peraturan-peraturan yang diterapkan kepada anak. 
 
2.Sedini mungkin memberikan kepercayaan dan tanggungjawab terhadap apa yang seharusnya dapat dilakukan anak.
 
3.Kenali kondisi diri dan psikis anak. Dengan mengenali, orang tua tak akanmemberikan tekanan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan penolakan anak untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
 
4.Upayakan untuk menyediakan ruang belajar yang jauh dari gangguan televisi,mainan atau kebisingan.
 
5.Sedini mungkin melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, dan konsisten terhadap terapi yang sedang dijalankan oleh anak anda.
 
6.Biasakan anak untuk mengekspresikan emosinya dalam bentuk tulisan atau gambar.
 
7.Aturlah pola makan anak, hindari makanan dan minuman dengan kadar gula dan karbohidrat yang tinggi.
 
8.Ajaklah anak berekreasi ke tempat-tempat yang indah. Hal ini akan membantu anak untuk berpikiran positif.
 
9.Ajaklah anak untuk berlatih menenangkan diri. Misalnya dengan menarik nafasdalam-dalam dan keluarkan lewat mulut. Latihan ini bisa dilakukan berulang-ulang.
 
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.
 
Tim Redaksi 
Klikdokter.com
 

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Kondisi Kesehatan
Efek Rokok Pada Wanita
Nyeri Dada