klikdokter.com
Selasa, 29 Juli 2014

Darah Setelah Berhubungan

siang dok...saya mau tanya pada saat setelah berhubungan intim kan ada cairan sperma yang keluar.nah setelah saya lihat kok seperti tercampur darah,warnanya kecoklatan.lalu waktu saya buang air kecil jg bersamaan dgn keluarnya cairan tadi dan ada cmpuran darahnya.pda waktu berhubungan saya tdk merasakan sakit.nah sebenarnya darah itu berasal dari mana dok?apakah mgkin itu suatu tanda adanya tumor/penyakit dalam rahim saya?



Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter


apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini anda alami?apakah setiap kali anda berhubungan maka akan keluar bercak darah tersebut?apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari?apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah  keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding.Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  6. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim


Saran kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga membantu.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

 

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Bubur Bayi
Bayi Pilek
Batuk Pada Anak