klikdokter.com
Rabu, 23 Juli 2014

KB IUD

Selamat siang, saya mau menanyakan, setelah melahirkan saya memakai KB IUD 4 bulan pertama saya datang bulan antara 3-4 kali,dan 3 bulan ini setelah datang bulan selesai dan bersih keluar lendir bercampur bercak darah selama kurang lebih 10 hari, yang ingin saya tanyakan: 1. apakah kondisi saya dalam batas yang wajar? 2. KB IUD dikatakan berbahaya dalam kondisi pasien yang bagaimana? 3. pada saat keluar lendir bercampur darah apakah boleh berhubungan intim? Terimakasih



Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Flek atau bercak perdarahan dapat disebabkan karena beberapa hal, diantaranya adalah bercak menstruasi, perlukaan, pemakaian IUD, atau karena penyebab lainnya. 

Memang, KB IUD memiliki beberapa efek samping, yaitu:

·         Perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit

·         Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan IUD. Biasanya menghilang dalam 1 - 2 hari

·         Cairan vagina lebih banyak

·         Risiko keputihan lebih besar

Pemakaian KB IUD juga memerlukan kontrol dalam waktu yang teratur yaitu  1 bulan pasca pemasangan, 3 bulan kemudian, setiap 6 bulan berikutnya dan bila terlambat haid 1 minggu. Bila keluhan semakin mengganggu, Ibu/Saudari dapat mengkonsultasikan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengganti jenis KB.

 

Berhubungan intim di kala haid sendiri umumnya tidak dianjurkan baik dari pihak medis maupun dari agama. Dari segi medis hal ini disebabkan oleh beberapa hal :

  • darah yang keluar ketika haid merupakan media yang sangat baik bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini mengarah kepada mudahnya terjadi infeksi pada wanita yang sedang haid (apabila mereka melakukan hubungan intim). Infeksi ini merupakan bagian dari Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dapat berujung kepada gangguan sistim reproduksi atau gangguan kesuburan
  • ketika berhubungan intim di kala haid, darah menstruasi yang seharusnya keluar menjadi tertahan. Hal tersebut dapat menyebabkan aliran balik darah haid dan bisa mencapai saluran tuba, indung telur, bahkan peritoneum (rongga perut) dan merupakan faktor risiko terjadinya endometrosis
  • Saat haid, vagina akan menjadi lebih sensitif. Gesekan yang terjadi saat penetrasi akan mudah menimbulkan rasa nyeri dan perlukaan vagina. Perlukaan ini akan memudahkan kuman masuk dan menyebabkan infeksi

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Belum Haid Lagi
Sperma Bercampur Darah
Leukosit