klikdokter.com
Senin, 28 Juli 2014

Memperbaiki Kualitas Sperma

yth klik dokter. saya seorang pria usia 35th yang baru 5 bulan menikah. usia istri saya 20th. waktu yang lalu saya pernah uji kesuburan hormon (endokrinologi) dan hasilnya: FSH=12,9; Prolactin=6,4; testosteron=431,3, kesimpulan sangat normal. dan uji kesuburan sperma dg hasil: motilitas: linier cepat=0; lambat=2; tdk progresif=3; tdk motil=12, dg kesimpulan: oligozoospermia, asthenozoospermia; teratozoospermia. dan saya konsultasikan dg seorang dr andrologi di yogyakarta. dengan melihat hasil test sperma dapat disimpulkan bahwa seperma saya cukup buruk, sedangkan untuk memperbaiki/menyuburkan sperma yaitu dengan menyuntik hormon2. namun yang menjadi masalah katanya hormon2 saya sangat normal semua, sehingga tidak bisa disuntik hormon. seharusnya dengan hormon yang senormal itu dapat menghsilkan sperma yang cukup baik. dan dokter itu hanya menyarankan kepada saya untuk bikin bayi tabung saja. sedangkan untuk bikin bayi tabung dana yang dibutuhkan 45juta (Very very very big money), dan jaminan berhasil cuma 10-30%. saya mohon nasehat dan sarannya, apa ada cara lain untuk memperbaiki sperma saya. terimakasih.



Bapak / saudara yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Hasil pemeriksaan analisis sperma yang mengatakan bahwa sperma anda lemah dengan jumlah terbatas sebaiknya segera dicari penyebabnya. Jumlah sperma yang kurang dikenal dengan nama oligospermia. Oligospermia adalah perhitungan jumlah sperma dibawah 20 juta/mm dalam sekali ejakulasi.

Yang diklasifikasikan lagi oligospermia dengan motilitas sperma normal, atau oligospermia dengan astenospermia (morfologi sperma abnormal), serta disebut oligospermia berat bila jumlah sperma hanya lebih sedikit dari 5 juta per ml. Sedangkan bila tidak ada sama sekali, atau kurang dari 5 juta per ml, maka itulah yang disebut azoospermia. Ada pula kondisi astenospermia dengan jumlah sperma yang normal. Normalnya sperma berjumlah lebih dari 20 juta/mm. Dalam kasus anda memang jumlahnya kurang dari normal, yaitu 12 juta/mm.

Penyebab jumlah sperma yang kurang dapat disebabkan oleh karena :

  • kelelahan
  • tidur yang kurang
  • kegemukan
  • kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • stress berkepanjangan
  • pengaruh lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis

Adanya gangguan lain sebagai penyebab dari oligospermia yaitu :

  • ketidakseimbangan hormon testosteron
  • varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)
  • infeksi
  • kelainan kromosom

 

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

  •  

    Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)

  •  

    Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria

  •  

    Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.

  •  

    Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.

  •  

    Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.

  •  

    Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.


Yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma. Di samping mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar dapat diketahui penyebabnya serta diobati sesuai dengan penyebabnya.

Untuk mengetahui sperma sudah bertambah jumlahnya biasanya setelah 3-6 bulan pengobatan, dokter akan memeriksa ulang analisa sperma, dan dibandingkan hasilnya dengan sebelum pengobatan. Jika jumlah dan kualitas sperma sudah baik, selama tidak ada gangguan kesehatan reproduksi pada istri, biasanya mudah terjadi kehamilan.


Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Pasca Keguguran
Eksim
Memancing Nafsu Makan Anak