klikdokter.com
Jumat, 01 Agustus 2014

Kualitas Sperma

Dear Dokter, Saya mau tanya, kakak saya (laki-laki 34th) sudah menikah 2 tahun tp masih belum memiliki keturunan. Sebelum menikah, dia pernah 5x bolak balik masuk rumah sakit karena kecelakaan (5x kecelakaan) yg menyebabkan beberapa luka jahitan. Yang paling parah adalah dia pernah mengalami operasi pengangkatan hati(liver). Yang saya ingin tanyakan apakah operasi liver itu berpengaruh pada disfungsi kualitas sperma / hormon nya? Apakah masih bisa diobati? Dia sudah pergi ke dokter kandungan dimana menurut dokter istrinya sehat namun permasalahan justru muncul dari kakak saya yang mana menurut dokter, sperma yang bekerja hanya kurang dari 10% pada kandungan sperma nya. Mohon pencerahannya. Karena jika memang tidak memungkinkan untuk diobati, dia mau adopsi anak. Thank’s. rgrds



Bapak/saudara  yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Oligozoospermia adalah istilah medis untuk menggambarkan keadaan jumlah sperma yang dihasilkan < 20 juta / ml cairan ejakulat. Normalnya jumlah sperma berkisar antara 20 juta / ml hingga 120 juta / ml.

 

Teratozoopermia, yaitu suatu keadaan dimana dari semua sperma yang ada, bentuk sperma yang tidak normal  di atas 40%.

Asthenozoopermia yaitu dari semua sperma yang ada, yang pergerakannya normal  (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%.

Oligoteratoasthenozoospermia atau OTA adalah kondisi yang mencakup oligozoospermia (jumlah sperma sedikit), asthenozoospermia (pergerakan sperma tidak normal), and teratozoospermia (bentuk sperma abnormal). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan pada pria.

Bagaimana dengan kakak anda?apa diagnosa dari dokter yang memeriksanya?

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)

  • Infeksi saluran reproduksi

  • Kelainan kromosom

Saat ini sebaiknya, kakak anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis andrologi untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi kakakAnda.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Efek Masturbasi
Vaksin IPD
Keputihan Setelah Menstruasi