klikdokter.com
Jumat, 25 April 2014
Login | Register

Sinusitis

Papa saya yg berumur 70 tahun seminggu ini mengeluh bahwa hidungnya kalau mengeluarkan ingus dan apabila terdapat kotoran yg berwarna kuning padat, sering tercium berbau busuk. Oleh karena itu kami ke dokter THT dan diberi obat antibiotik serta obat flu untuk diminum seminggu. Apabila tidak ada perubahan maka kami disarankan melakukan Foto Rontgen WATER'S. Oleh karena tidak ada perubahan setelah seminggu, maka pada tanggal 3 Maret 2012 barusan Papa melakukan Foto Rontgen WATER’S. Berikut hasilnya: Water’s position: Tampak penebalan mucosa sinus ethmoidalis dan maxillaris et sinistra disertai airfluid level meliputi 2/3 antrum maxillare sinistra. Perselubungan sinus frontalis sinistra dan. Tulang-tulang yang membatasi sinus-sinus paranasalis kesan normal. Septum nasi ditengah. Kesimpulan: - Sinusitis ethmoidalis & maxillaris bilateral dengan 2/3 antrum maxillare sinistra berisi cairan. - Sinusitis frontalis sinistra. Demikian hasil Foto Rontgen WATER’S nya. Saya cuman ingin minta pendapat para dokter/pakar/ahli di sini, langkah apa yang sebaiknya dilakukan terhadap Papa saya supaya bisa normal kembali? NB: Hari ini, 6 Maret 2012 barusan dicek tekanan darahnya 190/90.



Bapak/saudara yang terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Dari kesimpulan foto rontgen yang anda sampaikan dikatakan terdapat penumpukan cairan pada rongga sinus ethmoidal , maxila dan frontalis ayah anda.Penumpukan cairan dalam rongga sinus merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman sehingga akan timbul sinusitis. Awalnya keluhan sinusitis Anda timbul sebagai respon alergi terhadap udara / cuaca dingin, kemudian timbul infeksi pada cairan sinusnya sehingga menimbulkan bau dan warna kuning kehijauan.
Sinusitis adalah radang selaput permukaan sinus paranasal, sesuai dengan rongga yang terkena sinusitis dibagi menjadi sinusitis maksila, sinusitis etmoid, sinusistis frontal dan sinusitis sphenoid. Bila mengenai beberapa sinus disebut sebagai multisinusitis sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksila dan sinusitis etmoid.

Dalam perjalanannya, apabila tidak diobati, infeksi kuman dari sinusitis juga dapat menyebar ke tulang sekitar rongga sinus yang terkena, mata, otak, dan paru. Namun keadaan ini dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan optimal. Terapi pembedahan jarang diperlukan kecuali telah terjadi komplikasi ke organ sekitar sinus.


Beberapa faktor yang dapat mencetuskan terjadinya sinusitis adalah:

  • Obstruksi mekanik, seperti deviasi septum, pembesaran  konka, benda asing di hidung, polip hingga tumor di hidung

  • Rhinitis alergika, yang ditandai dengan sering bersin di pagi hari

  • Lingkungan : polusi, udara dingin dan kering

 

Yang dapat ayah Anda lakukan adalah memeriksakan ke dokter THT untuk mengetahui penyebab dari sinusitis ayah Anda  dan mendapatkan pengobatan dan penanganan yang sesuai. Apakah terdapat sumbatan/obstruksi mekanik seperti kelainan bentuk pada daerah hidung ataukah murni karena alergi. Jika ditemukan adanya sumbatan/obstruksi mekanik, maka harus diperbaiki kelainannya. Sedangkan jika memang dicetuskan oleh alergi, maka hindari hal-hal yang menyebabkan alergi. 

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

salam

Tim Redaksi Klikdokter





 



JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter