Ibu/saudari yang Terhormat
Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter
1.Sebelumnya, kami perlu memperjelas yang Anda maksudkan. Apakah kista ataukah mioma uteri yang Anda alami? Karena keduanya merupakan jenis penyakit yang berbeda.Apakah lokasi kista berada di dalam rahim? atau di organ reproduksi lain seperti ovarium (indung telur)? Apakah Ibu diberitahu mengenai jenis kista tersebut? Mioma, tumor fibroid, kista ovarium atau apa? Karena perbedaan mengenai jenis kista, ganas/jinak, dan lokasi tepat akan menentukan terapi.
2.Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.
Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada kista berukuran > 6cm dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi. Selain itu, tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila timbul keluhan nyeri.
3.Bagi penderita kista endometriosis dan miom tetap boleh memakai alat kontrasepsi IUD untuk mencegah hamil tetapi lebih baik menggunakan jenis IUD yang mengandung hormon progesteron (IUD yang umum mengandung tembaga sebagai tambahan) supaya juga mempunyai efek mengecilkan kista dan miomnya disamping efek kontrasepsinya. Cara KB yang lain yangg cocok adalah dengan suntik KB jenis progesteron (suntik tiap 3 bulan) yang juga mempunyai efek pengobatan terhadap kista dan miom disamping efek kontrasepsinya. Selama kista endometriosis dan miom tidak menimbulkan keluhan yang mengganggu maka tidak perlu dioperasi, cukup dipantau keadaannya tiap 6 bulan, jika ada kecenderungan membesar maka sebaiknya di operasi. Jika terjadi kehamilan biasanya kista endometriosis cenderung mengecil tetapi miom justru cenderung membesar.Kami sarankan anda berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk pemilihan KB yang tepat untuk anda.
4.Efek samping dari 2 obat tersebut antara lain timbulnya gangguan saluran pencernaan.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan,semoga bermanfaat
Salam
Tim Redaksi Klikdokter