klikdokter.com
Rabu, 20 Agustus 2014
<

Prolaktin dan Sperma

Kepada tim Klik Dokter Yth, Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Erie Wardhani, saya dan suami telah 7 tahun menikah dan sampai saat ini belum memiliki keturunan/anak. kemudian kami konsutasi di Harapan Kita Hospital setelah dilakukan cek laboratorium, disimpulkan bahwa kami harus segera melakukan program bayi tabung / in vitro fertilisation dengan metode ICSI. saya sampaikan pula beberapa hasil laboratorium saya dan suami dari rs Harapan Kita Jakarta : Hasil pemeriksaan lab sperma suami : tgl lahir 24 Januari 1968 berat/tinggi badan: 65 kg/ 175 cm Gula darah dan tensi darah normal. Pemeriksaan tanggal 17 januari 2011 spesimen dikeluarkan jam 11.44 spesimen diterima jam 11.55 spesimen diperiksa jam 12.15 dikeluarkan secara masturbasi. Volume: 2 ml penampilan normal. PH: 7,5 Likuifasi normal. konsentrasi :16,7 x 10 pangkat 6 / ml motil : 75% (a)gerak lurus dan cepat 0% (b)gerak lambat/tidak lurus 72% (c)gerak ditempat 3%. Morfologi: 1% normal debris : +/positif. SPERST (sperm recovery and survival test: Upper kesimpulan: oligo teratozoospermia, recoveri jelek. sebagai tambahan, suami pernah dilakukan tindakan operasi varikokel pada tahun 2007. hasil lab saya: tgl lahir 11 februari 1976 berat badan/ tinggi badan: 98 kg/ 169 cm . Obesitas rata2 gula darah: 120-130 (diterapi dengan obat metformin 1x sehari) dari payudara tidak pernah keluar air susu, dan jarang sekali sakit kepala. siklus haid saya: 27-37 hari Hasil tes HSG pada tahun 2006: kedua tuba paten/baik hasil tes lab tgl 5 januari 2011: tgl pengambilan bahan 5 januari 2011 tgl pemeriksaan 5 januari 2011 (hari ke2 haid) tgl haid terakhir 4 januari 2011 hormon FSH:9,9mlU/ml hormon LH: 3 mlU/ml Prolactin: 53,3 ng/ml (duple) estradiol: 31 pg/ml kesimpulan prolaktion tinggi. diberi obat parlodel 2,5 mg dengan dosis 2x sehari. hasil tes lab tgl4 maret 2011: tgl pengambilan bahan: 4 maret 2011 tgl pemeriksaan: 4 maret 2011 (haid ke 3) tgl haid terakhir 2 maret 2011 Prolactin: 86,2ng/ml kesimpulan prolactin tinggi. terapi dengan parlodel 2,5 mg 3x sehari namun karena seringkali saya lupa meminum obat, maka rata2 saya hanya meminum 2x sehari saja. hasil lab tgl 22 juni 2011: tgl pengambilan sample: 22 juni 2011 tgl pemeriksaan 22 juni 2011 (haid hari ke 2) tgl haid terakhir: 21 juni 2011 prolactin 97,7 ng/ml kesimpulan prolactin tinggi. lalu pada hari ke 18 setelah haid dilakukan USG vaginal dengan hasil: USG=UAV, p=83, t=49, end=12 ovarium kanan foll dum 8 ovarium kiri foll dum 18 hasil diskusi lisan dengan dokter yang menangani, bahwa walaupun prolactin saya tinggi dan terdapat faktor penyulit berupa obesitas dan diabetes, namun sel telur berkembang normal, dan dapat segera dilakukan program bayi tabung. pertanyaan saya: 1. Mengapa telur saya dapat berkembang padahal prolaktin saya tinggi? 2.Mengapa setelah diberi obat Parlodel justru prolaktin saya semakin tinggi? 3.apakah benar walaupun prolaktin saya tinggi saya dapat segera melakukan bayi tabung? karena setelah saya konsultasi di Lam Wah Ee hospital, saya harus menurunkan prolaktin saya karena tidak bisa terjadi pembuahan bila prolaktin tinggi. 4. Apakah memungkinkan sperma suami saya menjadi baik? sekian pertanyaan dari saya, terima kasih. demikian informasi yang dapat saya sampaikan, dan pertanyaan saya adalah, kapan saya bisa mulai konsultasi di Lam Wah Ee Hospital ? apakah bisa dibuatkan appointment dengan dokter di Lam Wah Ee hospital? terima kasih sebelumnya.



Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

1. Kadar hormon prolaktin yang tinggi (normalnya dibawah 25 ng/ml) akan menghambat pertumbuhan sel telur (oosit) di indung telur (ovarium) sehingga tidak ada pematangan sel telur dan tidak terjadi ovulasi (pecahnya sel telur matang), akibatnya tidak terjadi haid yang teratur. Namun sel telur memang masih dapat berkembang dengan baik.

2. Parlodel berisi bromokriptin untuk mengatasi hiperprolaktinemia, harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Obat tidak dapat bekerja dengan efektif jika Anda tidak meminumnya dengan tidak teratur seperti yang Anda lakukan.

3. Pengobatan hiperprolaktinemi perlu dilakukan supaya fungsi indung telur kembali normal dan siklus haid menjadi teratur. Obat lini pertama yang biasa dipakai adalah golongan "bromocryptin"(misalnya: crypsa,parlodel,dll). Pengobatan ini memang harus dilakukan terus menerus sampai kadar prolaktin menjadi normal supaya bisa terjadi ovulasi dan haid menjadi teratur, sehingga nantinya memungkinkan terjadinya kehamilan alami jika tidak ada problem lain di luar masalah hiperprolaktinemia ini. Namun, hasil analisis sperma suami Anda juga tidak baik sehingga meskipun Anda bisa mengalami ovulasi dengan baik tapi mungkin sperma suami Anda tidak bisa membuahi. Sudah tentu dengan menurunkan berat badan yang kelebihan juga akan membantu memperbaiki fungsi indung telur sehingga siklus haid juga akan menjadi teratur dan mengurangi timbulnya komplikasi dalam kehamilan seperti timbulnya gejala sakit gula ('diabetes gestasional') ataupun preeklampsia (keracunan kehamilan). 

Pertimbangan "program bayi tabung" tidak didasarkan pada kondisi Anda saja namun juga suami Anda.

 4. Oligozoospermia dimana jumlah sperma yang dihasilkan < 20 juta / ml cairan ejakulat. Normalnya jumlah sperma berkisar antara 20 juta / ml hingga 120 juta / ml.

Teratozoospermia dalam dunia medis digunakan untuk menandakan adanya gangguan infertilitas atau kesuburan akibat dari abnormallitas bentuk sperma. Bila terlalu banyak bentuk sperma yang abnormal maka terjadilah kondisi gangguan kesuburan. Bentuk sperma yang abnormal tidak dapat membuahi sel telur karena fungsinya yang tidak sempurna.

Kondisi gangguan kesuburan pada pria lebih banyak faktor penyebabnya dibandingkan dengan wanita. Permasalahannya adalah terapi medis untuk teratozoospermia sebagian besar tidak berhasil dengan baik karena terlalu banyak faktor eksternal. Belum ada sampai saat ini terapi yang cukup efektif guna memperbaiki bentuk sperma atau meningkatkan jumlah sperma dengan morfologi normal.

Bagi mereka dengan kondisi teratozoospermia terutama yang parah, maka pada umumnya pasangan dianjurkan untuk melalukan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) dimana metode ini akan mempertemukan 1 sel telur dan 1 sel sperma untuk menjadi embrio. Embrio yang sudah terbentuk dapat dimasukkan ke dalam rahim sehingga terjadilah kehamilan. Program ini disebut juga dengan nama program bayi tabung.

Metode ini sudah terbukti cukup efektif untuk terapi infertilisasi karena gangguan dari spermatozoa. Kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis Andrologi untuk penanganan lebih lanjut.

Kami tidak melayani reservasi dengan rumah sakit manapun, pemeriksaan dan penanganan di rumah sakit harus Anda lakukan sendiri.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter




 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Amenore Sekunder
Autisme Pada Anak
Kesemutan Kronis