klikdokter.com
Jumat, 25 April 2014
Login | Register

Gatal Pada Dubur, Cacingan?

saya punya 2 anak laki2 umur 7thn dan perempuan umur 4thn. akhir2 ini mereka sering mengeluh gatal pada duburnya, saya liat kok duburnya bersih. bahkan sy sampai membersihkannya dgn sabun beberapa kali tapi gatalnya gak juga hilang. mereka juga rajin minum obat cacing yg ada dipasaran itu setiap 6bln sekali. pertanyaan saya: 1. apakah anak saya cacingan 2. apa gejala cacingan pada anak 3. obat apa yg manjur untuk mengatasi cacingan pada anak. terima kasih




Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Nampaknya, yang Anda maksudkan adalah Cacing Kremi. Cacing kremi atau Enterobius vermicularis merupakan penyebab infeksi cacing kremi yang disebut juga enterobiasis atau oksiuriasis. Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang, berwarna putih, setipis rambut dan aktif bergerak.  Apakah anak Anda mengalami gejala lain seperti rewel pada malam hari (tidak bisa tidur yang sebenarnya disebabkan karena rasa gatal)? Nafsu makan berkurang dan berat badannya menurun? Adakah orang-orang di lingkungan keluarga Anda yang sedang menderita cacingan?

 

 

Diagnosis dapat dilakukan dengan melihat cacing kremi pada anus anak, sekitar beberapa jam setelah anak tertidur di malam hari atau pada pagi hari sebelum anak terbangun. Selain itu perlu juga dicari sumber infeksinya.

 

Telur cacing kremi dapat terhirup dari udara kemudian tertelan atau dari kontak dengan penderita dan barang-barangnya sehingga telur cacing tertelan. Setelah telur cacing tertelan, larva akan menetas di dalam usus kecil kemudian menjadi cacing dewasa di dalam usus besar. Cacing dewasa betina kemudian bergerak ke daerah di sekitar anus untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita. Seringkali penderita merasa gatal di bagian anus karena gerakan cacing dan bahan yang terdapat pada cairan untuk menempelkan telur.

 


Infeksi cacing kremi memang dapat disembuhkan melalui pemberian dosis tunggal obat anti-parasit yaitu mebendazole, albendazole atau pirantel pamoat.

Namun, walaupun telah diobati, infeksi ulang sering terjadi karena telur masih berada di dalam tinja selama seminggu setelah pengobatan dan masih dapat menjadi sumber infeksi. Untuk itu, seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari satu orang kepada yang lainnya. Pakaian, seprei dan barang-barang lainnya sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa.

Langkah-langkah pencegahan yang dapat ditempuh untuk mencegah infeksi ulang antara lain:

 

  1. Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan setiap benda yang dipegang/disentuhnya
  2. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar
  3. Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku
  4. Mencuci peralatan-peralatan yang berkontak dengan penderita
  5. Mencuci seprei secara rutin, minimal 2 kali/minggu
  6.  Mencuci jamban setiap hari


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter



 



JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter