klikdokter.com
Sabtu, 23 Agustus 2014
<

Penyakit dalam

Dok, Saya BMI 28,13 (obese I). Beberapa waktu yang lalu saya di lab PK diperiksa GDsewaktu (dengan alat glukotest biasa) didapatkan hasil 213 mg/dl. Lalu pas diperiksa lagi GDP dg glukotest biasa lagi, didapati hasil 103 mg/dl. Orang tua (ayah), nenek, om, tante, dan banyak keluarga saya menderita DM. Saya ga ada keluhan DM (polifagi, poliuria, polidipsi), ga ada penurunan berat badan (saya tetep gemuk). Kira2 saya perlu ga dok periksa OGTT? Usia saya kan masih 20an tahun, kira2 bisa atau ga dok terkena DM sekarang? Pemeriksaan yang saya lakukan kan dengan glukotest biasa (darah perifer), itu akurat ga dok? saya pernah dengar kalau darah perifer GDnya lebih rendah dari yang vena, benar tidak?



Apa kabar,

Terima kasih atas pertanyaannya . Pertanyaan Anda apakah Anda dapat terkena DM ? Menurut pendapat kami , Anda mempunyai resiko besar terkena DM , dengan faktor resiko yang Anda punya saat ini adalah riwayat keluarga DM , obesitas . Saran Kami sebaiknya Anda memeriksa gula darah puasa (GDN),gula darah 2 jam sesudah makan (GDPP) melalui darah vena , karena darah perifer tidak seakurat darah vena , memang benar pendapat Anda bahwa darah perifer nilainya lebih rendah daripada darah vena . Normalnya GDN 70 - 110 mg/dl , GDPP 70 - 160 mg/dl , apabila hasil yang Anda dapatkan GDN normal , dan GDPP normal ( normalnya GDPP dalam batas normal tapi harus lebih tinggi daripada GDN , karena setelah makan kondisi gula darah seharusnya naik ) , maka kondisi ini disebut normal (tidak ada DM) , sedangkan apabila GDN normal atau lebih rendah / tinggi dari nilai normal , sedangkan GDPP normal tapi lebih rendah dari GDN atau lebih tinggi dari nilai normal maka kondisi ini sering disebut dengan Intoleransi Glucosa untuk itu maka Anda perlu memeriksakan darah Test Toleransi Glucosa ( Glucose Tolerance Test / GTT) . Kondisi Intoleransi Glucosa adalah kondisi awal terjadinya Diabetes , untuk itu Anda perlu diet rendah karbohidrat ,olahraga dan pengobatan agar kondisi Diabetes dapat dihindari . Saran Kami sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Keluarga Anda untuk melakukan evaluasi , dan apabila hasilnya Anda termasuk Glukosa Intolerance atau Diabetes maka Anda perlu melanjutkan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam bagian Endokrinologi . Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. (ind)

Salam ,

Redaksi klikdokter 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Berat badan ideal
Cara menurunkan berat badan
Apakah saya hamil?