klikdokter.com
Sabtu, 30 Agustus 2014
<

Bercak Darah di Vagina

pacar saya ingin mencoba memasukkan penisnya ke lubang vagina saya tapi karena sulit jadi terasa agak dipaksakan, tapi yang saya rasakan hanya ujung penisnya sedikit masuk ke lubang vagina saya. Esok pagi, saya lihat di celana dalam saya ada bercak darah sedikit, lalu saya mandi. Setelah beberapa jam, ternyata lubang vagina saya masih mengeluarkan sedikit bercak darah dan saya coba tekan2 dengan tissue ternyata memang berasal dari lubang vagina. Lalu pada saat beberapa jam kemudian, saya ke toilet lagi saya mencoba tekan2 dengan tissue ke bagian yang lain yaitu bibir vagina saya, ternyata juga ada sedikit bercak darah dan terasa berlendir. Pada saat sore hari, darah yang dikeluarkan sedikit lebih banyak. Sehari setelahnya, kami melakukan hal yang sama lagi. Tapi darah yang dikeluarkan ternyata darah menstruasi saya. Yang mau saya tanyakan: 1. Apakah bercak darah yang dikeluarkan pertama kali tsb karena infeksi saja? Atau itu selaput darah saya yang sobek? (tapi mengapa harus ada bercak darah di bibir vagina saya juga ya jika memang itu selaput dara yang sobek) Karena biasanya jika dating menstruasi pada hari pertama darah yang dikeluarkan banyak sekali. 2. Mengapa bibir vagina saya menjadi agak basah padahal sudah tidak ada rangsangan apapun? 3. Jika sekarang saya sudah menstruasi, apa saya masih bisa hamil? karena pacar saya pada saat 2 hari melakukan hal itu, tiap harinya 3 kali pacar saya mengeluarkan spermanya didaerah atas vagina saya (dekat perut / paha atas).( perempuan, 28 thn,155 cm,49 Kg)



 

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

1. Apakah bercak darah yang dikeluarkan pertama kali tsb karena infeksi saja? Atau itu selaput darah saya yang sobek? (tapi mengapa harus ada bercak darah di bibir vagina saya juga ya jika memang itu selaput dara yang sobek) Karena biasanya jika dating menstruasi pada hari pertama darah yang dikeluarkan banyak sekali.

Apabila darah hanya keluar menjelang haid maka mungkin saja hal tersebut dikarenakan iritasi berhubungan akibat dari rentannya daerah vagina. Namun apabila hal tersebut terjadi terus menerus setiap kali habis berhubungan, maka harus diwaspadai.

2. Mengapa bibir vagina saya menjadi agak basah padahal sudah tidak ada rangsangan apapun?

Dalam kondisi normal, vagina tetap mengeluarkan cairan meskipun jumlahnya tidak sebanyak bila seseorang menerima rangsangan seksual.

3. Jika sekarang saya sudah menstruasi, apa saya masih bisa hamil? karena pacar saya pada saat 2 hari melakukan hal itu, tiap harinya 3 kali pacar saya mengeluarkan spermanya didaerah atas vagina saya (dekat perut / paha atas).

Pada setiap sikuls haid, terdapat fase dimana dinding rahim menebal untuk mempersiapkan kehamilan. Bila tidak terjadi pembuahan, dinding rahim yang menebal akan luruh menjadi darah haid. Namun bila sel sperma bertemu sel telur dan terjadi pembuahan, hasil pembuahan tersebut akan melekat pada dinding rahim yang telah dipersiapkan sebelumnya. Masa sejak terjadi pembuahan hingga persalinan disebut dengan kehamilan. Jika saat ini Anda sedang mengalami menstruasi, maka Anda tidak sedang hamil.

Organ reproduksi pria dapat menghasilkan sperma mencapai 12 miliar setiap bulannya. Saat ejakulasi, dilepaskan sekitar 20 juta sperma per mililiter cairan ejakulat. Dan dari 20 juta sperma tersebut, hanya 200 yang dapat mencapai sel telur, hingga pada akhirnya hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur. Secara teori, sperma adalah sel hidup yang bergerak secara alami dan dapat bertahan hingga 24-72 jam di luar organ tubuh pria dan dari sekian banyak sel sperma yang terbentuk, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur matang. Satu saja sel sperma berhasil bertemu dengan sel telur matang maka akan terjadi pembuahan sehingga kehamilan masih mungkin terjadi meski sperma hanya tersebar pada sekitar vagina.

Hubungan seksual di luar pernikahan sangat tidak dianjurkan Banyak kerugian yang dapat terjadi baik dari sisi dunia medis maupun agama. Untuk itu, kami sarankan tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,                                       

(Redaksi Klikdokter)



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Cairan merah di vagina
ADHD pada Anak
Perkawinan Sedarah