klikdokter.com
Kamis, 17 April 2014
Login | Register

Seberapa akurat testpack?

Assalamu'alaikum. Perkenalkan nama saya Mohammad Natsir dan baru saja bergabung di grup klik dokter ini. Maaf jika pertanyaan saya mendasar sekali. Saya punya pertanyaan seputar kehamilan. 1. Seakurat apakah test kit untuk memperkirakah kehamilan itu? Usia kehamilan berapa bisa mulai terdeteksi apakah positif atai tidak? 2. Saya juga membaca bahwa kafein tidak baik untuk kehamilan. Istri saya suka sekali dengan coklat, apakah itu nanti tidak baik untuk kehamilannya? Terima kasih.( perempuan, 27 thn,155 cm,48 Kg)



Bapak/Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Selamat bergabung dengan Klikdokter.com, Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

Testpack akurat?

Test kit untuk memperkirakan kehamilan atau lebih populer dengan sebutan testpack. Tes ini bekerja dengan cara mendeteksi marker kimiawi dalam tubuh, yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Bahkan garis tipis saja sudah menunjukkan hasil yang positif. Hasil positif telah dapat ditemukan 8 hari setelah pembuahan pada 5% perempuan, dan angka ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Bagaimanapun, testpack juga dapat menunjukkan hasil negatif palsu (hasilnya negatif, namun terdapat kehamilan) ataupun positif palsu (hasilnya positif, namun tidak disertai kehamilan).

Beberapa penyebab terjadinya hasil negatif palsu adalah akibat kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau apabila kadar hormon B-hCG dalam urin belum mencukupi.Masih ada kemungkinan muncul hasil yang negatif akibat masih rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, ulang pemeriksaan 1 - 2 minggu kemudian, atau langsung melakukan pemeriksaan kadar hormon B-hCG dalam darah untuk hasil yang lebih akurat, jika memang masih belum menstruasi.

Sedangkan beberapa kemungkinan dari hasil positif palsu diantaranya:

1.  Hamil kimia
Banyak kasus kehamilan yang tidak diketahui mengalami keguguran yang disangka menstruasi. Test pack yang dilakukan sebelum terlambat haid menunjukkan hasil positif, ternyata menstruasi tetap keluar seperti biasa jumlahnya beserta jaringan hasil pembuahan.
2.  Waktu pemeriksaan
Tes kehamilan yang dilakukan di luar standar yang ditentukan akan membuat tes menjadi positif,misalnya: terlalu lama.
3. Pengaruh obat atau bahan kimia. Obat-obatan tertentu dapat membuat tes menjadi positif
seperti:
   - pemakaian b-hCG untuk terapi kesuburan dan diet
   - Obat diuretik dan obat anti Parkinson
   - Bahan kimia atau sabun yang terkontaminasi pada urin
   - Vitamin C dosis tinggi juga dikatakan bisa mempengaruhi hasil tes

4. Adanya tumor dalam tubuh yang menghasilkan b-hCG seperti tumor jaringan   plasenta (trofoblastik), tumor indung telur yang menghasilkan b-hCG dll, atau selain itu, masih ada kehamilan di luar rahim (ektopk) dan kehamilan anggur (mola) yang juga dapat menyebabkan hasil positif akibat hormon b- hCG yang dihasilkan.

Keterlambatan menstruasi merupakan salah satu tanda pertama adanya kehamilan. Oleh sebab itu kami sarankan sebaiknya testpack dilakukan setelah ada keterlambatan lebih dari 1 minggu (sesuai siklus menstruasi). Masih ada kemungkinan muncul hasil yang negatif akibat masih rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, ulang pemeriksaan 1 - 2 minggu kemudian, atau langsung melakukan pemeriksaan kadar hormon B-hCG dalam darah untuk hasil yang lebih akurat, jika memang masih belum menstruasi.

Apakah cokelat aman untuk ibu hamil?

Penelitian terbaru mengemukakan bahwa wanita hamil sebaiknya menghindari konsumsi kafein ( terdapat pada kopi,teh, coklat) karena dapat meningkatkan risiko keguguran pada trimester awal. Berdasarkan Food Standards Agency, limit teratas mengkonsumsi kopi adalah 300 mg sehari yang setara dengan 3 mug kopi instan atau 6 gelas teh. Namun penelitian terakhir pada bulan Maret tahun 2008 oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology mengemukakan bahwa 200 mg kafein dalam sehari dapat meningkatkan risiko keguguran sampai 15%. Hal ini terutama ditekankan pada ibu hamil dengan usia kandungan 12 minggu pertama karena waktu tersebut merupakan waktu paling berisiko untuk terjadinya keguguran. Namun memang belum didapatkan hubungan yang jelas antara kafein dengan risikonya apabila dikonsumsi pada akhir kehamilan.

Risiko kafein lainnya diantaranya adalah peningkatan risiko dari bayi dengan berat badan lahir yang rendah, bayi dengan kelainan testis yang tidak turun, serta peningkatan detak jantung serta tekanan darah yang dapat mengakibatkan insomnia pada ibu hamil. Kopi juga dapat meningkatkan produksi asam lambung yang berbahaya bagi mereka yang memiliki penyakit peradangan pada lambung.Jika istri Anda terbiasa minum kopi sebelum kehamilan, sebaiknya secara perlahan mulai mengurangi jumlah kopi yang biasa dikonsumsi. Ganti dengan minuman yang lebih 'aman' seperti air putih atau jus. Ingat bahwa kafein tidak hanya terdapat pada kopi, namun dapat juga terdapat pada minuman kesukaan Anda lainnya.

Daftar Kandungan Kafein dalam Minuman dan Makanan (Food and Drugs Association):

Coca Cola                          355 ml          34 mg
Diet Coke                           355 ml          45 mg
Pepsi                                  355 ml          38 mg
Kopi Seduh                        150 ml         115 mg
Es Teh                                355 ml          70 mg
Teh Hitam                          236 ml          50 mg
Teh Hijau                           236 ml          15 - 40 mg
Dark Chocolate                 28,35 g        20 mg
Milk Chocolate                   28,35 g         6 mg
Minuman Cokelat              150 ml           4 mg
Minuman Cokelat Susu    234 ml           5 mg

Ket: 1 kaleng softdrink = +/- 350 ml

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)


Salam,

Redaksi Klikdokter



 



JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter