klikdokter.com
Jumat, 25 Juli 2014

Keputihan berupa flek kecoklatan

Siang Dok . . . Dok saya mau tanya kenapa ya saya sebulan terakhr ini saya sering plek ya? Sebentar plek sebentar hilang, kadang dicelana memang tidak ada bercak tapi klu saya buang air kecil itu ada seperti lendir kecoklatan. Satu lagi klu saya habis berhubungan dengan suami saya juga seperti itu klu saya buang air kecil suka keluar lendir kecoklatan. Kenapa ya dok? Atas jawaban terimakasih( perempuan, 26 thn,159 cm,83 Kg)



Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Flek yang anda rasakan berupa lendir dari vagina yang berwarna kecoklatan merupakan suatu jenis keputihan yang patologis (tidak normal). Dalam keadaan normal, sebenarnya seorang wanita dapat mengalami keputihan yang biasanya timbul pada masa subur seorang wanita, sebelum dan sesudah menstruasi. Keputihan yang normal ini biasanya berwarna jernih, tidak berbau dan tidak terasa gatal. Namun ketika warna lendir yang keluar dari vagina berubah warna (menjadi seperti kepala susu, kuning kehijauan, abu-abu, kecoklatan atau bahkan keluar darah), menjadi berbau dan terasa gatal menunjukkan bahwa keputihan yang terjadi sudah patologis (tidak normal). Hal tersebut dapat terjadi akibat infeksi pada vagina (baik infeksi bakteri, jamur atau parasit), akibat adanya benda asing dalam vagina atau akibat adanya keganasan. Umunya keputihan yang tidak normal ini terjadi akibat infeksi kuman.

Banyak hal yang dapat memicu terjadinya infeksi kuman pada vagina, diantaranya adalah pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Pemakaian antiseptik akan membunuh kuman-kuman normal dalam vagina yang berfungsi untuk melawan kuman jahat yang masuk ke dalam vagina, sehingga kuman jahat tersebut dapat tumbuh subur dalam vagina dan menimbulkan keputihan yang tidak normal.

Wanita yang sudah menikah juga berisiko tinggi untuk mengalami infeksi di daerah vagina yang menimbulkan keluhan berupa keputihan, karena saat wanita melakukan hubungan seks maka wanita tersebut sangat terbuka terhadap kuman-kuman jahat dari luar. Bahkan keputihan tersebut bisa juga didapat dari pasangan yang juga mengalami infeksi yang sama.

 

Selain itu kebiasaan bertukar celana dalam dengan orang lain, penggunaan handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan vagina dan cara cebok yang salah juga dapat memicu timbulnya keputihan.

Karena banyaknya kemungkinan penyebab timbulnya keputihan pada diri anda, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan penyebab timbulnya keputihan anda. Jika suami anda memiliki keluhan juga pada alat kelaminnya, ajaklah suami anda untuk ikut memeriksakan diri ke dokter agar obat dapat diberikan kepada anda dan pasangan jika memang suami anda juga terbukti memiliki infeksi yang sama. Keputihan sebaiknya diobati sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut akibat infeksi yang berjalan lebih dalam ke rongga rahim dan saluran indung telur bahkan ke dalam rongga panggul.

 

Selain mendapatkan pengobatan dari dokter, ada baiknya jika anda melakukan beberapa hal untuk mencegah terjadinya keputihan yang berulang, antara lain dengan:

  • Jagalah kebersihan vagina
  • Hindari menggunakan cairan antiseptik pembersih vagina
  • Lakukan pembilasan vagina yang benar, yaitu membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus setelah habis buang air besar atau buang air kecil
  • Hindari kebiasaan bertukar celana dalam atau menggunakan handuk bersama

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat (DP)

Salam,

 

(Redaksi Klikdokter)



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Menghilangkan Bekas Cacar
Terlambat Datang Bulan, Hamil?
Kebocoran katup jantung