klikdokter.com
Rabu, 27 Agustus 2014
<

Vagina Terasa Kering

Dokter, saya sudah 1 tahun menikah. dari awal melakukan hubungan intim vagina mengeluarkan cairan pelumas dengan baik. sehingga dalam melakukan hubungan intim tidak mengalami rasa sakit. Namun 3 bulan terakhir saya merasa cairan itu berkurang, entah karena apa. Sehingga saya dan suami menggunakan tambahan cairan lubrikasi untuk membasahi vagina. Namun, setelah dua bulan penggunaan cairan itu saya merasai vagina menjadi kering, padahal saya sudah merasa terangsang dan foreplay kami cukup lama. Apakah ini merupakan efek dari penggunaan cairan lubrikasi yg terlalu sering, atau ada penyebab lain? Karena saya ingin kembali normal seperti dulu sehingga tidak perlu menggunakan cairan lubrikasi itu lagi. Bagaimana caranya mengatasi Vaginal dryness tersebut. terima kasih.( perempuan, 26 thn,162 cm,62 Kg)



 

Ibu/Saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter. Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

Hampir semua wanita akan mengalami suatu fase dimana vagina terasa kering sehingga menimbulkan ketidaknyamanan (nyeri) dalam berhubungan seksual dan memicu terjadinya disfungsi seksual.

Vagina yang kering dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya :

1. Penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Hal ini merupakan penyebab utama terjadinya kekeringan pada vagina. Ketika kadar hormon estrogen ini menurun, dinding vagina akan menjadi tipis, kurang elastis, menjadi lebih kering dan rapuh. Penurunan kadar estrogen dapat terjadi akibat :

  • Menopause atau menjelang masa menopause

  • Perubahan siklus menstruasi

  • Kehamilan

  • Setelah proses persalinan

  • Sedang dalam masa menyusui

  • Efek samping terapi terhadap ovarium (kandung telur), seperti terapi radiasi (penyinaran), terapi hormonal, atau kemoterapi

  • Operasi pengangkatan ovarium

  • Kelainan sistem imun

  • Merokok

  • Penggunaan beberapa jenis obat kontrasepsi hormonal

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi endometriosis

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi infertilitas (kemandulan)

  • Stres, terlalu lelah

  • Olah raga berlebihan

  • Dsb

2. Penggunaan beberapa jenis obat-obatan, seperti obat-obat antidepresi, obat antiestrogen, obat alergi dan obat-obatan untuk mengatasi sakit flu (obat dekongestan)

3. Sindrom sjogren. Merupakan suatu kelainan sistem imun dimana sistem imun tubuh menyerang jaringan-jaringan sehat dalam tubuh. Selain menyebabkan kekeringan pada vagina, penyakit ini juga menimbulkan kekeringan pada daerah mulut dan mata.

4. Penggunaan cairan pembersih vagina. Penggunaan cairan pembersih vagina ini dapat mengganggu keseimbangan di dalam vagina dan menimbulkan peradangan (vaginitis) sehingga vagina terasa kering atau teriritasi.

Untuk mengatasi vagina yang terasa kering, anda dapat mencoba beberapa cara antara lain :

  • dengan meningkatkan asupan air dalam tubuh

  • hindari penggunaan produk-produk yang meningkatkan kekeringan atau iritasi pada vagina yang sensitif seperti penggunaan sabun, detergen, obat pencuci vagina dan produk-produk lain dengan pewangi dan pewarna.

  • melakukan senam kegel dapat membantu untuk meningkatkan sirkulasi ke daerah panggul untuk menjaga jaringan di daerah panggul tetap sehat.

  • Gunakanlah lubrikan/pelumas vagina yang tepat, yaitu menggunakan bahan dasar air dan bersifat larut air, dengan tingkat keasaman yang sedikit asam (disesuaikan dengan keasaman/pH vagina) agar sesuai dengan kondisi cairan tubuh yang normal. Dengan cairan pelumas yang memiliki pH yang sedikit asam dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hindari penggunaan pelumas dengan bahan dasar minyak, minyak jeli, atau minyak yang dapat dimakan karena jenis-jenis pelumas tersebut dapat menempel pada dinding vagina sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya bakteri. Vagina yang terinfeksi atau teriritasi oleh penggunaan lubrikan juga dapat menimbulkan keluhan vagina yang terasa kering.

  • Gunakan krim pelembab vagina, terutama yang mengandung fitoestrogen yang mampu mengatasi penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Gunakan krim ini 2-3 kali seminggu. Selain itu, penggunaan pelembab ini juga mampu menjaga tingkat keasaman vagina sehingga mencegah berhembangnya bakteri dan mencegah infeksi vagina

Jika setelah melakukan hal-hal diatas namun keluhan tidak mengalami perbaikan juga, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan anda agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut dan diobati dengan tepat sesuai penyebab.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat (DP)

Salam,

(Redaksi Klikdokter)



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Mengecilkan Pori-Pori Wajah
Vaksinasi Cacar Air
Nyeri Pada Pinggang Belakang