klikdokter.com
Senin, 21 April 2014
Login | Register

Vakum pengaruhi perkembangan anak?

pagi dok... saya ingin bertanya mengenai rasa khawatir saya selama ini.saya memiliki bayi usia 9 bulan,bayi saya dilahirkan dengan bantuan vacum.dan sepupu saya pun melahirkan di rb yg sama dengan bantuan vacum jg tp bedanya. setelah pulang dr rb bayi sepupu saya dikasih obat salep u kepalanya yg bekas kena vacum,selang beberapa minggu benjolan bekas vacumnya hilang.sedangkan sewaktu bayi saya pulang dr rb tdk dapat obat salep trsebut.dan bekas vacum nya itu klo diraba masih terasa ada benjolan walau tak sebesar dulu.yg saya khawatirkan pengaruhnya terhadap otak dan perkembangan bayi saya nanti karna tdk dapat obat salep tersebut.. tks (perempuan, 24 thn,170 cm,65 Kg)



Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami kekhawatiran Anda saat ini. Selama ini proses persalinan dengan bantuan alat vakum memang seringkali dikaitkan dengan perkembangan otak bayi kelak. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena sebenarnya alat vakum dipasang pada kepala bayi hanya untuk menarik kulitnya, bukan otak yang berada di dalamnya.

Memang, pada proses persalinan ini dapat terjadi perlukaan/robekan hingga perdarahan pada jalan lahir. Namun hal ini tidak akan membahayakan nyawa ibu.

Lantas bagaimana dampaknya pada sang bayi?

Proses persalinan dengan bantuan alat vakum baru dilakukan apabila terdapat indikasi yang jelas, baik pada bayi (gawat janin), ibu (persalinan lama, penyakit tertentu, tekanan darah tinggi, dsb), maupun keduanya.

Meski indikasi telah terpenuhi, masih ada beberapa persyaratan lain yang harus dipenuhi, yaitu tidak adanya disproporsi kepala bayi dan panggul ibu (misal: bayi terlalu besar, panggul ibu terlalu sempit), pembukaan telah lengkap 10 cm, bagian terbesar kepala bayi telah memasuki pintu atas panggul atau berada di dasar panggul ibu, dan telah pecahnya selaput ketuban.

Dengan demikian, proses persalinan dengan bantuan alat vakum bukanlah sebuah prosedur yang dapat dilakukan secara sembarang. Bagaimanapun, tidak ada satupun prosedur yang sama sekali tidak memiliki risiko. Bahkan proses persalinan normalpun memiliki risiko terjadinya robekan jalan lahir, perdarahan pasca persalinan, dan beberapa kondisi lain.  Pada proses persalinan dengan bantuan vakum, selama penarikan tidak dilakukan secara paksa, maka prosedur ini tidak akan berdampak besar baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan.

Risiko yang mungkin terjadi pada bayi adalah luka atau lecet di kulit kepala, yang umumnya sudah dapat diatasi dengan pemberian obat antiseptik. Selain itu, dapat terjadi perdarahan di antara tulang-tulang kepala berwarna merah kebiruan (cephal hematoma), yang umumnya akan menghilang sendiri setelah bayi berusia lebih kurang satu minggu. Di antara dampak yang mungkin terjadi, yang paling berbahaya adalah jika terjadi perdarahan di dalam otak (perdarahan intrakranial), namun hal ini jarang sekali terjadi.

Berdasarkan penjelasan yang Anda berikan, kami menduga bahwa bayi sepupu Anda mengalami sedikit luka atau lecet di kulit kepalanya bekas vakum diletakkan sehingga dokter memberikan salap antiseptik untuk mengobatinya. Namun obat ini tidak diberikan apabila tidak ditemukan adanya luka di kulit kepala bayi, seperti pada bayi Anda. Adapun benjolan yang Anda rasakan bisa jadi merupakan cephal hematoma atau hanya pembengkakan jaringan yang terjadi sementara akibat daya tarik vakum.

Anda tidak perlu khawatir, karena tidak satupun dari hal-hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak anak Anda. Proses perkembangan dan pertumbuhan anak umumnya lebih terkait pada persalinan itu sendiri. Misalnya apabila setelah ketuban pecah dan ibu mengejan bayi tidak juga lahir, maka akan terjadi kompresi (penekanan) pembuluh darah ibu ke bayi yang mengakibatkan penurunan suplai darah ke bayi. Apabila terjadi dalam kategori berat, kondisi inilah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dan risiko ini dapat terjadi pada setiap persalinan baik dengan maupun tanpa bantuan alat vakum.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter



 



Live Chat

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter