klikdokter.com
Selasa, 29 Juli 2014

Apakah diabetes penyakit turunan?

askummm,,,, pgn tanya neh ttg pnykt diabetes..... ktny pnykt diabetes bsa menurun dari ortu ke anak y......? tanda2 pnykt tsb bg si anak ap y...? trus bgmn pengobatanya/pencegahan supaya tidak terlanjur parah terimakasih wasalam ( laki-laki, 20 thn,175 cm,55 Kg)



Bapak/Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Apakah penyakit diabetes dapat menurun ke anak?

Orang tua yang memiliki penyakit diabetes mellitus (DM) atau kencing manis belum tentu menurunkan penyakit DM kepada anaknya.  Tetapi, seseorang yang memiliki riwayat keturunan DM memang memiliki risiko lebih besar untuk menderita DM di kemudian hari dibandingkan pasien yang tidak memiliki riwayat.

Berikut beberapa faktor risiko DM: 

1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah/dimodifikasi:

  • Ras dan genetik
  • Riwayat keluarga dengan diabetes
  • Usia. Risiko untuk menderita gangguan toleransi glukosa (pradiabetes) meningkat seiring dengan pertambahan usia. Oleh sebab itu setiap orang yang memiliki usia ≥ 45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM.
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir bayi > 4000 gram atau riwayat pernah DM gestasional (DM dalam kehamilan)
  • Riwayat lahir dengan berat badan rendah (< 2,5 Kg).

2. Faktor risiko yang dapat diubah/dimodifikasi:

  • Berat badan lebih (IMT > 23 Kg/m2)
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Tekanan darah tinggi/hipertensi (≥ 140/90 mmHg)
  • Kadar kolestrol tinggi (HDL ≤ 35 mg/dL dan atau trigliserida ≥ 250 mg/dL)

Prinsipnya, untuk mencegah terjadinya DM adalah menjaga atau menghindari faktor risiko DM. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah menjaga pola makan dengan seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menghindari faktor risiko. Selain itu berat badan harus dijaga agar tetap ideal, tidak merokok, dan menjaga pola hidup yang seimbang.

Tanda-tanda penyakit DM ?

Beberapa gejala awal DM yang dikenal dengan 3P adalah polidipsi (banyak minum), poliuri (banyak kencing), dan polifagi (banyak makan). Namun, penderita diabetes bisa saja tidak memperlihatkan gejala-gejala tersebut dan justru datang dengan berat badan berkurang, penglihatan kurang, cepat lelah, gatal di daerah kemaluan, dan luka sulit sembuh.

Sedangkan seorang anak baru akan terdeteksi menderita diabetes pada usia 7 tahun ke atas. Hal itu ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala diare seperti muntah, sering buang air besar, kesadaran menurun (koma), dehidrasi berat, kejang-kejang dan sebagainya. Namun yang membedakan secara spesifik, ditemukan nafas si anak berbau asam (aseton).

Kondisi demikianlah yang membuat orang tua acapkali salah dalam menilai kondisi kesehatan buah hatinya. Akan banyak orangtua melihat gejala yang terjadi pada anaknya sebagai diare berat. Seringkali, anak penderita diabetes dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma.

Beberapa gejala yang mengindikasikan seorang anak menderita Diabetes Melitus adalah:

  • Sering cepat merasa lapar dan haus.
  • Intensitas buang air kecilnya makin sering (poliuria)
  • Berat badan tidak pernah naik.

Gejala khusus pada anak yang sudah berusia diatas 3-4 tahun :

  • Sering mengompol

Jika beberapa gejala diatas ditemui, maka langkah ideal yang dapat diambil oleh orangtua ialah mencoba mengajak anak untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang normal pada anak sama dengan kadar gula yang normal bagi orang dewasa yakni berkisar antara 70-110 mg/dl.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi website kami dengan judul Diabetes pada anak.

Bagaimana pencegahannya?

Dengan menjaga pola hidup yang baik, penyakit DM sebenarnya dapat dicegah. Informasi lebih lanjut dapat Anda baca dengan mengakses Rubrik Diabetes kami. Rubrik ini khusus membahas mengenai berbagai hal yang perlu Anda ketahui seputar diabetes berikut penanganannya.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)

Salam,
Redaksi Klikdokter

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Gurah menurut dunia kedokteran
Memilih dokter yang sesuai
Benjolan pada dubur