klikdokter.com
Jumat, 22 Agustus 2014
<

Cairan vagina saat berhubungan

Salam hangat dok,apakah kalau berhubungan intim, si wanita pasti mengeluarkan cairan pada saat orgasme dok? pengalaman saya dengan pasangan saya, paling lama saya ejakulasi sekitar 20 menit, apakah itu normal, dan selama beberapa ronde senggama, pasangan saya tidak pernah mengeluarkan apa2, hanya sedikit basah saja dan pasangan saya punya keputihan dok. apakah semua itu normal? Jika tidak,tolong berikan solusi ya dok terimakasih (laki-laki, 24 thn,170 cm,70 Kg)



Bapak/Saudara yang terhormat,

Terimkasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus, adalah cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, pemakaian kontrasepsi, dan akan tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Keputihan berbeda dengan cairan lubrikan yang umumnya berkaitan dengan rangsangan yang didapatkan oleh seorang perempuan. Saat terangsang, kelenjar-kelenjar pada vagina akan mengeluarkan sekret/cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan penetrasi. Rasa sedikit basah yang Anda rasakan saat senggama terjadi akibat produksi cairan lubrikan ini. Dan semakin terangsang pasangan Anda, jumlah cairan vagina yang keluar akan semakin banyak, terlebih saat mencapai orgasme. Cairan ini normalnya berwarna bening, kental, agak lengket, tidak berbau, dan tidak menimbulkan keluhan.

"Apakah selama ini pasangan Anda telah mendapatkan cukup rangsangan saat foreplay?" Karena kurangnya produksi cairan lubrikan dapat membuat vagina kering dan nyeri saat penetrasi.

Adapun yang dimaksud dengan ejakulasi dini (EDi) adalah suatu kondisi ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat dengan rangsangan minimal, dan terjadi sebelum kedua pasangan tersebut menginginkannya, yang kemudian dapat menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan tertekan. Dengan demikian, menurut definisi tersebut tidak ada batas waktu yang menjadi standar diagnosis ejakulasi dini, karena meski ejakulasi terjadi dalam 2 menit, pihak laki-laki masih tetap merasa senang karena pasangannya merasa terpuaskan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ejakulasi dini, Anda dapat mengetik kata kunci "ejakulasi dini" pada mesin pencari kami, atau langsung dengan mengklik URL Link berikut:

Ejakulasi Dini

Hilangkan Frustasi akibat Ejakulasi Dini

Adapun untuk keluhan keputihannya, selama keputihan tersebut masih memenuhi kriteria keputihan normal seperti tersebut di atas, maka Anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi apabila keputihan yang ada mulai berwarna, berbau hingga menimbulkan keluhan gatal, nyeri senggama, atau nyeri saat buang air kecil, maka sebaiknya pasangan Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk pemeriksaan kuman cairan keputihan secara mikroskopis. Apabila benar ditemukan adanya infeksi, agar dapat diberikan terapi antikuman sesuai kuman penyebabnya.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Normalkah siklus haid saya?
Bau mulut
Merah dan gatal pada bahu