klikdokter.com
Rabu, 17 September 2014
<

Gangguan haid dan nyeri perut (2)

Selamat Sore Dokter yang sangat saya hormati, terima kasih banyak sudah menjelaskan dengan rinci pertanyaan yang Saya ajukan beberapa waktu lalu.Menanggapi link yang dokter berikan berikut ini http://www.klikdokter.com/edetails.php?article=5224, masih ada hal yang sedikit mengganjal dihati dan fikiran saya, yakni mengenai penggunaan pantyliner yang tidak boleh lebih dr 6 jam. Setiap hari, Saya selalu menggunakan pantyliner yang tidak mengandung perfume selama rentang waktu 12-15 jam. Namun, sudah 3 hari ini saya menggunakan pantyliner dengan merk Bio Avail Sanitary Paid, yang mengadung bau herbal dan saat digunakan terasa dingin dan sejuk karena ada kandungan pepermintnya. Banyak yang sudah menggunakan dan katanya aman. Jadi, Saya mencoba untuk menggunakannya. Menurut Dokter, apakah hal ini aman dan apa yang sebaiknya yang Saya lakukan? tetap menggunakan pantyliners biasa tidak lebih dr 6 jam atau menggunakan pantyliners herbal tersebut? Oia, Dok, saya lupa memberi info, bahwa awal bulan Mei kemarin saya suntik vaksin Tamiflu, apakah mungkin ini menggangu siklus haid saya ? Mengenai gatal disela paha saya, biasanya saya merasakan hampir setiap saat, terutama di belahan sela (maaf) "bokong", dan biasanya akan semakin jadi saat malam hari dan saat berkeringat. Perlu saya lanjutkan membersihkan dengan sabun bayi atau tidak yah, Dok ? Oia, dok, apakah saya perlu pap smear? hingga saat ini saya tidak menggunakan alat kontrasepsi selain sistem kalender atau terkadang suami yang menggunakan kondom, hal ini karena Kami menunda memiliki momongan. Mohon dijawab ya, Dok ? terima kasih banyak. selamat sore ..( perempuan, 22 thn,161 cm,52 Kg)



Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih atas konfirmasi Anda terhadap pertanyaan yang kami ajukan sebelumnya. Kami senang dapat menerima pertanyaan-pertanyaan yang kritis dari pasien seperti Anda, semoga jawaban kami dapat menambah khasanah pengetahuan Anda sekaligus membantu Anda mencari solusi yang terbaik.

Penggunaan panty liner

Kami tidak dapat berkomentar banyak mengenai produk panty liner yang Anda sebutkan. Yang dapat kami katakan saat ini adalah pengharum pada panty liner sebenarnya merupakan bahan iritan yang dapat mengiritasi kemaluan Anda. Produk panty liner yang Anda sebutkan memang telah melalui uji toksisitas (tingkat racun) di laboratorium, namun belum ada penelitian (uji klinis) yang membuktikan keamanan penggunaannya pada manusia.

Yang terbaik sebenarnya tidak menggunakan panty liner sama sekali, karena panty liner justru akan membuat kemaluan Anda terasa lembab, dan kuman akan lebih senang tumbuh di dalamnya. Oleh karena itu batas toleransi yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 6 jam, karena semakin lama pemakaian daerah kemaluan akan menjadi semakin lembab, tidak higienis, dan akan meningkatkan risiko infeksi pada kemaluan. Hal ini sebenarnya cukup sederhana namun seringkali tidak disadari pasien sebagai sumber infeksi kuman, dan tiba-tiba saja pasien mengeluh gatal pada daerah kemaluan dan sekitarnya, atau mengalami keputihan yang abnormal.

Suntik Tamiflu® mempengaruhi siklus haid?

Seperti yang pernah kami singgung sebelumnya, bahwa penyebab menoragia sangat bervariasi, mulai dari penyebab organik, endokrinologik (hormonal), anatomik, hingga tindakan medis tertentu.

Hingga saat ini tidak ada sumber yang mengatakan bahwa Tamiflu® dapat mempengaruhi siklus haid Anda. Efek samping yang umumnya ditemukan adalah reaksi kulit, reaksi alergik yang berat, dan gangguan perilaku. Jadi menoragia yang Anda alami kemungkinan besar tidak berkaitan dengan suntikan Tamiflu yang Anda dapatkan awal bulan Mei lalu.

Keluhan gatal di sela paha (2)

Terimakasih atas data tambahan yang Anda berikan, namun sayang diagnosis masih belum dapat ditegakkan, mengingat masih terdapat berbagai kemungkinan diagnosis yang perlu disingkirkan. Baik eksim (umumnya dipengaruhi stres), parasit, ataupun jamur sama-sama dapat menimbulkan keluhan yang serupa. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri langsung ke dokter umum atau dokter spesialis kulit dan kelamin agar dapat dilihat gambaran kelainan kulitnya dan dapat ditentukan tatalaksana yang optimal.

Sementara ini, Anda dapat melanjutkan penggunaan sabun bayi. Untuk luka lecet yang masih basah dapat Anda kompres menggunakan es atau kassa lembab yang mengandung air matang bersih tiga kali sehari hingga luka mengering. Apabila luka telah mengering dapat ditaburi bedak yang mengandung mentol untuk mendinginkan dan mengurangi rasa gatal namun perlu diperhatikan untuk menjaga daerah tersebut tetap kering agar bedak tidak menggumpal. Bagaimanapun, sebaik-baiknya obat, yang terbaik adalah mengetahui penyebab keluhan Anda terlebih dahulu, agar tatalaksana dapat disesuaikan  secara optimal.

Pemeriksaan pap smear

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami akan menjelaskan sedikit mengenai kanker leher rahim (kanker serviks). Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi perempuan di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri, kanker serviks merupakan kanker pembunuh perempuan nomor satu. Nah, yang terpenting dari perkembangan penyakit ini adalah adanya infeksi virus human papilloma (human papilloma virus/HPV) itu sendiri, dengan beberapa faktor yang menyertai seperti aktivitas seksual dini, perempuan yang memiliki banyak pasangan seksual saat ini maupun sebelumnya, telah banyak menjalani proses persalinan, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal, adanya riwayat penyakit menular seksual termasuk HPV dan HIV, kondisi daya tahan tubuh menurun, memiliki riwayat keluarga dengan kanker serviks, dsb.

Tindakan yang terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan menerapkan perilaku seksual sehat dan vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer, serta melakukan pemeriksaan serviks rutin seperti dengan pap smear atau inspeksi vagina asetat (IVA) sebagai pencegahan sekunder.

Mengenai hal ini, American Cancer Society merekomendasikan pemeriksaan pap smear untuk dilakukan pertama kali sekitar 3 tahun setelah hubungan seksual pertama atau pada usia 21 tahun. Setelah usia 21 tahun petunjuknya adalah sebagai berikut:

Usia (tahun)       

Frekuensi   
21-29 Sekali setahun pap smear regular atau setiap 2 tahun menggunakan pap smear berbasis cairan
30-69 Setiap 2-3 tahun jika Anda memiliki hasil 3 tes nomal secara berurutan
Lebih dari 70 Anda dapat menghentikan pap smear jika Anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan dan pap smear Anda normal selama 10 tahun

Bagaimanapun, semua bergantung pada Anda dan suami untuk memutuskan apakah Anda akan menjalani pemeriksaan pap smear atau tidak. Anda tidak perlu merasa takut atau ragu, karena apapun keadaannya tindakan pencegahan tentunya akan mendatangkan hasil lebih baik daripada pengobatan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Benjolan di depan telinga
Tanda kehamilan
Pemeriksaan kesuburan