klikdokter.com
Sabtu, 30 Agustus 2014
<

Siklus menstruasi mundur

Dokter.. Menstruasi saya lancar tiap bulan tapi kenapa mundur ya dok, tidak maju seperti normalnya menstruasi.. Bila bulan ini tanggal 20, bulan depan tanggal 24 ke atas.. Normalkah itu dok? Tidak ada keluhan nyeri pada saat menstruasi.. Cuma kadang kalo telatnya lebih dari seminggu, kadang terasa nyeri pada awal haid.. Satu lagi, bila saya merasa capek, pasti saya akan mengalami keputihan.. Tapi warnanya kadang kuning kadang putih seperti ingus.. Namun apabila tidak capek, keputihan berenti dengan sendirinya.. Padahal pekerjaan saya membutuhkan energi yang lumayan besar.. Jadi saya sering keputihan.. Apakah bagus bila memakai sabun sirih atau pembersih wanita yang dijual di toko2? Mohon solusinya ya.. Terima kasih..( perempuan, 23 thn,163 cm,53 Kg)



Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. Siklus menstruasi yang normal adalah 21-35 hari, jadi siklus menstruasi yang maju atau mundur sampai 1 minggu masih masuk dalam batas normal. Namun, aspek fisiologi menstruasi yang normal juga mencakup lama setiap kali menstruasi dan jumlah darah yang keluar tiap harinya: 2 - 8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang normal, dengan jumlah 20 - 60 ml per hari (2 - 4 pembalut). 

Menstruasi yang tidak teratur dapat dipengaruhi oleh makanan yang di makan serta kondisi stress baik psikis maupun fisik. Karena itu Ibu perlu memperhatikan makanan sehari-hari Ibu, sebaiknya teratur frekuensinya, dalam jumlah yang cukup, dengan nutrisi yang seimbang. Bila perlu, Ibu dapat mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Selain itu, Ibu juga sebaiknya mencoba mengurangi stress psikis maupun fisik (seperti berolahraga yang terlalu berat). 

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi selama siklus menstruasi. Kelenjar-kelenjar pada vagina dan mulut rahim mengeluarkan sekret dalam jumlah sedikit. Sekret tersebut akan keluar dari vagina setiap hari, membaa sel-sel tua dinding vagina. Dengan cara ini, tubuh menjaga vagina bersih dan sehat. Sekret yang keluar biasanya jernih atau agak putih seperti susu, dan tidak berbau busuk. Warna dan kekentalan sekret akan terus berubah selama siklus menstruasi: lebih kental sewaktu terjadi ovulasi atau terangsang secara seksual.

Yang perlu diperhatikan apabila terjadi perubahan jumlah, warna maupun kekentalan yang berlebihan, terutama bila disertai rasa gatal atau panas. Sekret yang banyak, putih dan kental (kadang bergumpal), dan terasa gatal dapat menunjukkan adanya infeksi jamur. Sedangkan sekret yang berwarna kekuningan atau kehijauan, disertai bau yang tidak sedap menunjukkan adanya infeksi bakteri.

Pembersih wanita yang dijual bebas sebetulnya tidak diperlukan, karena penggunaannya justru akan mengubah pH atau keasaman dalam vagina. Perubahan tersebut justru dapat memfasiltasi tumbuhnya jamur (infeksi jamur). Untuk mencegah infeksi vagina, Ibu perlu menjaga daerah kemaluan Ibu agar bersih dan tidak terlalu lembab (jangan gunakan celana yang ketat dalam jangka waktu lama), hindari berendam dalam air panas, jaga, hindari penggunaan pembalut yang berparfum.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.


(Tim Redaksi Klikdokter)




 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Hasil PA servisitis
Ingin cepat memiliki anak
Jerawat di punggung dan dada