klikdokter.com
Kamis, 31 Juli 2014

Hiperprolaktinemia

dok, saudara saya menderita hiperprolatinemia (39.10 ng/ml) nah dia disuruh dokternya minum penurun prolaktin cripsan. kira2 obat ini apakah langsung menurunkan kadar prolaktin? bagaimana kita bisa mengetahui klo kadarnya sudah turun atau belum...mungkin secara konvensional..klo misal ga turun kanapa??? apakah efek samping mengomsumsi oba tersebut... klo obat anti jamur itraconazol aman ga dikomsumsi trimakasih( perempuan, 21 thn,147 cm,50 Kg)



Ibu / saudari yang terhormat,

Prolactin cripsa memiliki zat aktif bromocriptine mesylate yang merupakan agonis dopamin yang bekerja menghambat produksi prolaktin dengan cara menghambat kerja dari hipofisis anterior. Berdasarkan Canadian Medical Association Journal, biokimia dan perbaikan klinis akan didapatkan pada pasien hiperprolaktinemia dengan terapi dopamin agonis. Namun penghentian terapi dapat mengakibatkan meningkatnya kembali kadar prolaktin apabila durasi terapi kurang dari 2 tahun.

Penulis jurnal tersebut menyarankan bahwa dosis terapi diturunkan setelah 2-3 tahun kadar prolaktin mencapai normal dan terapi dihentikan bila kadar prolaktin menetap setelah 1 tahun dosis diturunkan. Dosis mungkin saja diturunkan setelah 3 bulan dan dievaluasi setiap bulan. Setelah terapi dihentikan. Evaluasi perbulan diperlukan pada 3 bulan pertama dan selanjutnya setiap 6 bulan.

Jadi menurut jurnal tersebut, bromocryptine dikonsumsi minimal 2 tahun terapi dan kemudian diturunkan dosisnya untuk mencegah kekambuhan kembali. Evaluasi setelah penghentian terapi sebaiknya dilakukan pada 3 bulan pertama.

Mengetahui kadarnya sudah turun atau belum dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Secara klinis kemungkinan wanita tersebut akan mendapatkan menstruasi. Namun tentu saja pemantauan laboratorium tetap dibutuhkan. Apabila kadar prolaktin tidak turun juga, berarti ada penyebab lain hiperprolaktinemia yang dimiliki. Untuk itu harus diadakan re-evaluasi mengenai penyebab dari hiperprolactinemia ini.

Efek samping obat ini adalah mual, muntah, perdarahan lambung, pusing, hipotensi postural, depresi, efusi pleura (cairan di rongga pleura), mania, ataksia. Dosis tinggi dapat menyebabkan halusinasi dan psikotik.

Seperti layaknya obat lain, itrakonazole apabila dikonsumsi sesuai indikasi dan sesuai dosis di bawah petunjuk dokter maka akan aman.

Saya sarankan anda banyak berkonsultasi kepada dokter kebidanan yang merawat anda. Hal ini disebabkan karena hiperprolaktinemia merupakan suatu penyakit yang spesifik dan memerlukan pengobatan serta evaluasi rutin. Dokter anda tentunya sudah mengetahui dari awal riwayat medis anda dan dapat memberikan keterangan secara lebih terperinci. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Meningkatkan berat badan setelah TBC
Seputar kehamilan
Sariawan