klikdokter.com
Rabu, 17 September 2014
<

Obat hipertensi (2)

Terima kasih atas jawabannya, berikut informasi yang bisa saya sampaikan berkenaan dengan pertanyaan di bawah : 1. Sejak kapan ibu anda menderita tekanan darah tinggi? Ibu saya menderita tekanan darah tinggi dari tahun 2007 2. Berapakah tekanan darah ibu anda saat ini? Tekanan darah saat ini : 150/90 3. Bagaimana tekanan darahnya setelah mengonsumsi obat-obat tersebut? Tekanan darah setelah konsumsi tensivask : 140/90 Kondisi tulang belakang ibu saya mengalami kelainan yaitu membengkok ke kanan, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa pada panggul kanannya. Menurut dokter bedah tulang yang menangani, tekanan darah ibu naik akibat efek dari obat nyeri yang diberikan. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, mohon informasinya : 1. Apabila kondisi panggul sudah tidak nyeri, apakah tensivask tetap harus dikonsumsi setiap hari ? 2. Apakah benar adanya pernyataan bahwa seseorang yang sudah terkena hipertensi wajib minum obat anti hipertensi seumur hidupnya ? apakah hal tersebut justru akan membuat tubuh menjadi kebal terhadap obat antihipertensi tersebut karena konsumsi setiap hari ? Mohon penjelasannya untuk meyakinkan ibu saya untuk tidak selalu bergantung pada tensivask setiap hari. Terima kasih. Pertanyaan Ibu saya berusia 70 tahun dengan tinggi 160 cm dan berat badan 58 kg, memiliki riwayat hipertensi. Mohon informasinya apakah benar penderita hipertensi harus setiap hari mengkonsumsi obat untuk mencegah tensi tinggi ? Saat ini ibu saya mengkonsumsi tensi cap dan tensi vas untuk mencegah tensi tinggi. Terima kasih.( perempuan, 70 thn,160 cm,58 Kg) Jawaban : Ibu / Saudari yang terhormat, Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter. Sebelum menjawab pertanyaan anda, saya ingin melakukan konfirmasi: 1. Sejak kapan ibu anda menderita tekanan darah tinggi? 2. Berapakah tekanan darah ibu anda saat ini? 3. Bagaimana tekanan darahnya setelah mengonsumsi obat-obat tersebut? Pada prinsipnya pengelolaan tekanan darah tinggi harus dilakukan dalam pengawasan dokter yang kompeten. Metodanya pun bertahap dari perubahan pola makan, olahraga hingga kombinasi dengan obat-obatan penurun tekanan darah. Obat yang dipilih pun bergantung pada kondisi klinis dan besar tekanan darah penderita. Yang kemudian menjadi pertanyaan saya adalah: "Apa benar obat yang anda maksud adalah tensivask dan tensicap?". Saya mengetahui tensivask sebagai salah satu pengobatan hipertensi, namun saya tidak bisa menemukan sama sekali mengenai tensicap. Yang bisa saya katakan saat ini adalah kombinasi terapi perubahan pola makan, olahraga dan obat-obat penurunan tekanan darah akan mendatangkan hasil lebih optimal dibanding hanya menerapkan salah satu dari ketiganya. Terapi ini akan lebih efektif bila dilakukan dalam jangka panjang, bukan hanya dapat mencegah peningkatan tekanan darah, namun juga mencegah stroke dan penyakit jantung koroner. Beberapa studi telah membuktikan efek pengobatan antihipertensi ini untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung, stroke dan hipertensi berat pada lanjut usia. Demikian penjelasan saya. Semoga dapat membantu. (SO) Terima kasih. (Tim Redaksi Klikdokter) ( perempuan, 70 thn,160 cm,58 Kg)



Ibu / Saudari yang Terhormat,

Terimakasih atas kesetiaan anda menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Apabila dokter spesialis bedah tulang anda mengatakan bahwa tekanan darah tinggi yang terjadi adalah akibat tulang belakang yang bengkok kemudian mendapatkan obat anti nyeri, terdapat beberapa hal yang harus dikonfirmasi:

1.  Sejak kapankah timbul kelainan pada tulang belakang ibu anda?

2.  Obat apakah yang digunakan? berapa dosis yang digunakan dan sejak kapan obat tersebut digunakan?

3.  Apakah tekanan darah tinggi baru timbul setelah minum obat anti nyeri tersebut?

4.  Terapi apa sajakah yang diminum ibu anda selain tensivask dan obat anti nyeri?

Pasien pada umumnya wajib mengkonsumsi obat anti hipertensi seumur hidup. Hal ini terutama dilakukan apabila seseorang memiliki faktor risiko lain (seperti kencing manis, kadar kolesterol tinggi, dsb). Dengan terapi yang optimal dan kontrol yang baik ke dokter diharapkan dapat mencegah komplikasi  yang dapat terjadi di kemudian hari (seperti stroke, penyakit jantung, dsb) yang terjadi di kemudian hari.  Selain itu patut dipahami bahwa pada orangtua memang cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih muda. Hal ini disebabkan oleh elastisitas pembuluh darah yang berkurang (pembuluh darah menjadi kaku). Obat anti hipertensi tidak akan membuat seseorang menjadi kebal terhadap obat tersebut.  Yang sering terjadi adalah untuk mencapai target tekanan darah yang diinginkan dibutuhkan obat anti hipertensi lebih dari satu jenis (terapi kombinasi).

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga dapat dipahami. (SO)

Terima Kasih,

(Tim Redaksi Klikdokter)



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Gigi bawah berlobang
Haid tidak teratur
Benjolan di leher