klikdokter.com
Sabtu, 23 Agustus 2014
<

Puting lecet karena menyusui

Dok, saya wanita dengan 1 anak laki2 berusia 16 bulan... yang ingin saya tangakan adalah : 1. apakah ibu yang menyusui cepat rapuh atau mudah terkena osteoporosis? 2. pada puting (kanan)payudara saya lecet,bolong dan kadang2 berdarah karena terus menerus disusukan kepada anak saya, oleh krn itu saat saya menyusui puting yang lecet saya tutupi dengan plester agar tetap dapat menyusui walaupun sakit.obat apa yang aman untuk payudara saya yang lecet tersebut? apakah aman saat menyusui puting saya ditutup plester? 3. payudara yang kiri tidak disusukan kepada anak saya krn pernah luka, apakah kemungkinan terkena kanker payudara lebih besar daripada payudara yang disusukan? bagaimana cara mencegahnya? terima kasih. (Wanita, 26 thn, 159 cm, 52 kg)



Ibu / Saudari yang terhormat,

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Ibu:

  1. Apakah ibu yang menyusui cepat rapuh atau mudah terkena osteoporosis?
  2. Tidak ada hubungan antara menyusui dengan osteoporosis. Osteoporosis adalah keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam tulang. Faktoer risiko osteoporosis adalah:

    • Wanita yang kurus atau mempunyai postur kecil, juga yang berusia lanjut.
    • Wanita kulit putih atau Asia, terutama yang mempunyai riwayat osteoporosis dalam keluarga, mempunyai risiko lebih tinggi dibanding wanita lain.
    • Perempuan yang sudah menopause.
    • Merokok, kelainan diet seperti anoreksia atau bulimia, diet rendah kalsium, peminum alkohol berat, gaya hidup tidak aktif, menggunakan obat tertentu dalam jangka panjang seperti kortikosteroid, anti kejang.
  1. Obat apa yang aman untuk payudara yang lecet akibat menyusui? apakah aman saat menyusui puting saya ditutup plester?
  2. Puting lecet adalah masalah menyusui di mana puting mengalami cedera karena lecet, kadang kulitnya sampai terkelupas atau luka berdarah. Penyebabnya biasanya adalah karena hisapan bayi tidak benar sehingga mencederai puting, puting susu belum meregang, hisapan bayi sangat kuat, dan posisi menyusui yang tidak benar.

    Untuk mengatasi puting lecet ada beberapa cara yaitu :

    • Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit
    • Susui sebelum bayi sangat lapar agar menghisapnya tidak terlalu kuat
    • Perbaiki cara menghisap, bibir bayi menutupi areola diantara gusi atas dan bawa
    • Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol
    • Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari puting setelah selesai menyusui. Letakkan jari kelingking di sudut bawah
    • Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada puting selesai menyusui sampai kering, setelah kering dapat diberikan lotion seperti lanolin untuk mengurangi nyari (yang sebaiknya dibersihkan sebelum bayi kembali menyusui)
    • Biarkan puting kering sebelum memakai bra
    • Kalau lecet tidak sembuh dalam 1-2 minggu, konsultasi ke dokter
    • Usahakan bayi menghisap sampai kebagian hitam disekitar puting (aerola)
    • Jika benar-benar nyeri, pompa dulu ASI sementara puting belum sembuh dan berikan dengan sendok (jika bayi di bawah usia 5 minggu). Sebaiknya jangan gunakan plester ketika menyusui bayi, plester tersebut kemungkinan tidak bersih dan sebaiknya dilepas ketika akan menyusui

 

  1. Payudara kiri tidak disusukan kepada anak saya krn pernah luka, apakah kemungkinan terkena kanker payudara lebih besar daripada payudara yang disusukan? bagaimana cara mencegahnya?
  2. Menuyusui termasuk di dalam kaitan faktor risiko kanker payudara. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa menyusui daapt mengurangi sedikit risiko terkenan kanker payudara, terutama menyusui dalam jangka waktu lama (1,5 - 2 tahun). Namun hal ini masih memerlukan penelitian lagi. Seperti halnya osteoporosis, kanker payudara juga disebabkan oleh multifaktorial.

Anda bisa membaca artikel kami tentang "cara menyusui yang benar" di http://www.klikdokter.com/article/detail/92. Sekian jawaban dari saya, semoga dapat membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Hepatitis B
Tuberkulosis (TBC)
Nyeri perut kiri bawah