klikdokter.com
Selasa, 23 September 2014
<

Anal fistula

Dokter yang baik...istri saya pada tanggal 9 September 2008 baru saja selesai operasi yang kata dokter namanya anal fistula..pada operasi tersebut tidak dilakukan penjahitan jadi luka dibiarkan terbuka..kata dokter juga jaringan yang terbentuk akibat anal fistula tersebut 1 jaringan menuju saluran kotoran..dan saat ini apabila BAB,..kotoran juga keluar dari lobang bekas operasi tersebut...pertanyaan sebagai berikut: 1. Mengapa luka dibiarkan terbuka alias tidak dijahit 2. Kira-kira berapa lama luka tersebut akan kering mengingat setiap BAB atau Buang Air Kecil..luka tersebut pasti kena air dan bahkan kotoran BAB lewat saluran yang bolong tersebut.. 3. Apakah tidak berbahaya apabila luka tersebut selalu kena BAB yang keluar lewat lobang bekas operasi tersebut 4. BOleh tidak saya menggunakan obat2an cina yang tujuannya untuk mempercepat keringnya luka, kalo boleh bagaimana caranya 5. Apakah anal fistula ini dapat muncul lagi? 6. Apa penyebab anal fistula, apakah karena ambein/wasir?istri saya punya ambein ..atau karena kista endometriosis (istri saya juga pernah operasi kista tersebut 3 tahun yang lalu dan saat ini setelah diperiksa..kista tersebut muncul lagi.. Dokter, mohon maaf pertanyaan saya banyak sekali..karena dokter tempat istri saya konsultasi..sangat susah ditanya... selain itu juga saya sangat kawatir dengan penyakit istri saya ini.. terima kasih banyak dokter( perempuan, 38 thn,160 cm,52 Kg)



Ibu / Saudari yang Terhormat,

Terimakasih atas pertanyaannya.

Sebelum manjawab, terdapat beberapa pertanyaan yang perlu dikonfirmasi:

  1. Apakah terdapat tanda-tanda radang pada lubang tersebut (nyeri, merah, sakit, bengkak, terasa lebih hangat dibandingkan sekitar?)
  2. Apakah terdapat deman/meriang pada istri Anda?
  3. Apakah dokter merencanakan operasi lanjutan pada istri Anda?
  4. Apakah ada obat-obatan yang dikonsumsi setelah operasi hingga saat ini?
  5. Apakah istri Anda selama ini kontrol kembali ke dokter?

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda satu-persatu:

  1. Luka dibiarkan terbuka/tidak dijahit dapat dilakukan pada beberapa kasus anal fistula.

Akan tetapi, untuk lebih jelasnya harus diketahui terlebih dahulu apakah istri Anda mengalami anal fistula tipe mudah (simple)/sulit(complex), lokasi lubang/fistel tersebut, kekuatan dari otot-otot dubur, dsb. Pada tipe sulit atau lokasi lubang/fistel yang rumit, terdapat beberapa kasus yang membutuhkan operasi lebih dari sekali. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengkonfirmasi ke dokter yang melakukan pembedahan mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan selanjutnya.

  1. Luka akan mengering umumnya dalam hitungan hari-mingguan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti status gizi, kondisi imunitas tubuh, ada tidaknya penyakit penyerta (contoh: kencing manis/diabetes mellitus), dsb.
  1. Pada keadaan tertentu dapat terjadi infeksi. Hal ini disebabkan pada kotoran/feses terdapat kuman. Akan tetapi, dengan terapi antibiotik yang baik serta menjaga kebersihan, hal tersebut dapat dicegah/diminimalkan.
  1. Saya tidak menganjurkan penggunaan obat tanpa anjuran dokter yang menangani istri Anda. Sebaiknya Anda dan istri Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai rencana tersebut. Obat yang belum jelas manfaatnya dan belum terbukti melalui penelitian ilmiah kedokteran sebaiknya tidak digunakan, karena pada beberapa kasus tertentu malah memperburuk penyakit/luka yang dialami.
  1. Kemungkinan anal fistula kambuh kembali sekitar 20-30%, tergantung kepada jenis anal fistula yang dialami.
  1. Saya akan mencoba menjabarkan mengenai anal fistula secara singkat:

Penyebab anal fistula adalah sumbatan (bisa akibat kotoran/feses, luka atau benda asing)dan infeksi dari kelenjar di daerah dubur yang mengakibatkan terjadinya peradangan. Jika peradangan sampai kebawah kulit disekitar dubur, kulit menjadi merah, sakit dan ada benjolan (penderita biasanya merasakan demam).

Peradangan ditambah dengan adanya kuman akan mengakibatkan terbentuknya abses /nanah. Dengan bertambahnya kumpulan nanah maka rasa sakit juga akan bertambah. Pada tahap ini pemberian antibiotika saja tidak akan dapat menyembuhkan/menghilangkan nanah. Oleh karena itu tujuan terapi adalah menghilangkan nanah yang ada melalui proses drainase (dialirkan keluar melalui pembedahan). Akan tetapi, nanah dapat pecah sendiri (spontan). Setelah nanah keluar dan luka mengering, ada dua kemungkinan yaitu sembuh sama sekali atau sembuh dengan meninggalkan lubang kecil yang terus menerus mengeluarkan cairan nanah terkadang bercampur darah. Meskipun tidak sakit tetapi akan mengganggu kehidupan sehari-hari.  Kondisi ini disebut anal fistula.

Sejauh ini, dari artikel-artikel yang Saya baca, tidak terdapat artikel yang menghubungan kista endometriosis dan wasir/hemoroid dengan terjadinya anal fistula. Menurut artikel Dr. Christopher Manthy yang dimuat di website American Society of Colon & Rectal Surgeons (Asosiasi dokter bedah usus besar dan rektum di Amerika), penyebab anal fistula lainnya adalah keganasan, penyakit Crohn's, tuberkulosis (TBC), pasien leukemic atau neutropenia (gangguan pada darah).

Saya sangat menganjurkan kepada Anda dan istri untuk kontrol kembali ke dokter agar anal fistula yang dialami oleh istri Anda mendapatkan terapi yang optimal dan hasil yang baik.  Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien. Demikian penjelasan Saya. Semoga dapat membantu. (SO)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Benjolan putih di kemaluan
Bentuk puting susu terbelah
Kelumpuhan di kedua lengan